Home  / 
Mengganggu Lebah dan Penerbangan, PT AP II Biarkan Buah Sawit Membusuk di Kawasan Bandara
Selasa, 22 Mei 2018 | 11:19:06
Kualanamu (SIB) -PT Angkasa Pura(AP)II akhir-akhir ini membiarkan buah sawit busuk berjatuhan dari  pohonnya di lahan kebun kawasan Bandara Kualanamu Internasinal Airport(KNIA) Deliserdang.

Pengurus Koperasi Angkasa Pura(Kokapura)II Kualanamu ketika dikonfirmasi SIB menyebutkan tanaman sawit itu selama ini dipercayakan ditangani seorang  pensiunan bagian keuangan PT AP II. Menurutnya,di lahan kebun sawit kawasan Bandara KNIA itu kini ditanam berkisar 1.800 pohon tanaman sawit.Tanaman sawit itu kini terlihat tumbuh subur di lahan kiri dan kanan  jalan masuk kawasan Gedung Terminal Bandara Kualanamu Internasional Airport(KNIA) Deliserdang.

Dia mengatakan,buah sawit yang dipanen pegawai pensiunan PT AP II itu dari ribuan tanaman sawit itu usai dijual dan hasilnya diserahkannya ke Koperasi Angkasa Pura II KNIA.

Namun,beberapa hari usai peristiwa Pesawat Citilink diserang kawasan lebah pada September 2017 lalu di KNIA,PT Angkasa Pura II KNIA  mendadak melarang dan menghentikan pengambilan buah sawit di lahan kebun itu.Pasalnya,kawanan lebah yang besarang di sekitar kebun sawit itu diduga terganggu dan kemudian terbang menyerang Citilink ke kawasan Bandara KNIA. Sementara itu, seorang pejabat Perlengkapan dan Aset PT Angkasa Pura II KNIA ketika dikonfirmasi SIB membenarkan buah sawit itu kini dibiarkan busuk berjatuhan dari ribuan pohonnya ke lahan kebun kawasan Bandara itu. 

"Benar,buah sawit itu kini dibiarkan busuk berjatuhan dari pohonnya di sana",ujar Pejabat Aset PT Angkasa Pura II KNIA itu kepada SIB.(A23/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kepergok Mencuri, Seorang Pria Dimassa Warga di Pematangsiantar
Simpan Sabu di Tempat Beras, IRT Dituntut 1 Tahun Suaminya 7 Tahun di PN Simalungun
Polrestabes Medan Ringkus Pelaku Penggelapan di Tangerang
Jual Sabu Tanpa Hak Dituntut 10 Tahun di PN Simalungun
Memperkosa Gadis Tetangga, Suratman Divonis 6 Tahun Penjara
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU