Home  / 
Wali Kota Bersama Forkopimda dan Elemen Masyarakat Deklarasi Damai Tolak Radikalisme di Tanjungbalai
Kamis, 17 Mei 2018 | 21:56:21
SIB/Dok
DEKLARASI DAMAI : Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial bersama unsur Forkopimda serta elemen masyarakat membacakan pernyataan sikap dalam deklarasi damai tolak radikalisme dan anti terorisme, Rabu (16/5) di Aula Kantor Wali Kota Tanjungbalai.
Tanjungbalai (SIB) -Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial bersama unsur Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tanjungbalai dan seluruh elemen masyarakat menggelar deklarasi damai menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme, Rabu (15/5), di Aula Kantor Wali Kota Tanjungbalai.

Deklarasi itu juga disertai penandatanganan pernyataan sikap untuk menjaga stabilitas keamanan dan kondusifitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pernyataan sikap itu digelar pasca penangkapan terduga terorisme di Tanjungbalai, Selasa (15/5), yang mengakibatkan seorang Kepling menjadi korban pembacokan ketika mendampingi aparat kepolisian. 

Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial menyampaikan turut prihatin atas kejadian yang dialami Kepling tersebut. "Atas nama Pemerintah Kota Tanjungbalai, saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam terhadap kejadian yang menimpa seorang Kepling yang terluka saat menjalankan tugasnya ketika mendampingi aparat keamanan," katanya.

Dikatakannya, aksi terorisme bukan hanya menimbulkan kerugian materi saja, bahkan menimbulkan korban jiwa yang dampaknya bisa menghambat proses pembangunan daerah. "Saya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan senantiasa memperkuat sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, kepedulian terhadap situasi lingkungan, termasuk dengan menggalakkan Siskamling di lingkungan," katanya.

Selain itu, dia berharap para tokoh agama, alim ulama, para ustad-ustadzah agar memberikan dakwah yang menyejukkan, mendamaikan yang dapat mengarahkan umat berbuat positif, sehingga menjadi hamba yang taat beribadah berakhlaq mulia dan berguna bagi bangsa dan negara.

"Saya berharap melalui deklarasi ini, mari bekerjasama menciptakan situasi yang aman, damai dan kondusif dan bersama-sama menjaga Kota Tanjungbalai agar tidak mudah terprovokasi dengan aksi-aksi yang dapat menimbulkan perpecahan dan kerusakan," kata Syahrial.

Kajari Tanjungbalai Zullikar Tanjung menyampaikan deklarasi itu merupakan bentuk kebersamaan menciptakan keamanan di tengah masyarakat. "Apa yang kita lakukan saat ini merupakan bentuk kebersamaan dan komitmen kita bersama dalam menciptakan keamanan dan kondusifitas di Kota Tanjungbalai," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Tanjungbalai diwakili Kabag OPS Polres Tanjungbalai Kompol Gunawan Hery mengatakan, dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban saat ini negara sedang mendapatkan ujian Kamtibmas khususnya di daerah itu. Namun diharapkan melalui kegiatan deklarasi itu mampu sebagai gagasan untuk menolak segala bentuk upaya radikalisme serta ancaman dari pihak-pihak yang ingin memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Upaya untuk menciptakan kondusifitas Kamtibmas di wilayah Polres Tanjungbalai sejauh ini sudah dilaksanakan dengan baik. Untuk itu, kami mengajak semua elemen untuk bersama-sama menjaga kebersamaan, keamanan dan solidaritas di Kota Tanjungbalai. Pesan kami, mari kita bersama sama jaga persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan," sebut Kompol Gunawan H Sudarto senada dengan Dandim 0208/AS Letkol ARM Suhono yang turut hadir dan sangat mengapresiasi kegiatan deklarasi itu.

Wakil Ketua DPRD Leiden Butarbutar juga mengajak semua pihak harus bersama-sama saling membenahi diri serta menjaga kebersamaan dalam bingkai kebhinekaan. "Kami berharap dari DPRD Tanjungbalai, mari kita buat semacam kegiatan yang bisa merajut kebersamaan dan kerukunan di Tanjungbalai ini. Misalnya dengan seni etnis dan budaya, karena itu bisa menjaga kebersamaan untuk menolak kekerasan, intimidasi dan mengimplementasikan Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.

Di akhir acara, secara bersama-sama membacakan deklarasi tolak radikalisme dan anti terorisme dan dilanjutkan penandatanganan pernyataan sikap oleh seluruh Forkopimda Kota Tanjungbalai di antaranya Kapolres Tanjungbalai, DPRD Tanjungbalai, Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Tanjungbalai, Kajari, Dandim, DanLanal bersama seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur terkait lainnya. (E09/BR05/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kopi Simalungun Tidak Kalah dengan Kopi Starbucks
LCA-International Mission Terinspirasi dengan HUT ke-73 Kemerdekaan RI
Oknum Polisi Bertugas di Simalungun yang Ditangkap Polres P Siantar Ditangani Polda Sumut
Peduli Pariwisata, PWI Siantar-Simalungun Berlayar di Danau Toba Parapat
Bupati dan Kajari Simalungun: NKRI Harga Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU