Home  / 
Irigasi Sitangkurak Tak Kunjung Selesai, Masyarakat akan Kirim Mosi Tidak Percaya
* Kontraktor: Tinggal Finishing
Rabu, 16 Mei 2018 | 21:03:29
SIB/Helman Tambunan
ALAT BERAT : Sejumlah alat berat milik PT Hariara masih tampak bekerja, Selasa (15/5).
Barus Utara (SIB) -Bendungan Sitangkurak tak kunjung selesai dikerjakan kontraktor PT Hariara, hingga 15 Mei 2018. Sejumlah alat berat perusahaan masih terlihat beroperasi di daerah irigasi yang direncanakan bisa mengairi sekira 2600 hektare lahan persawahan di Kecamatan Barus,  Barus Utara dan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah. 

Sejumlah masyarakat mulai menyampaikan rasa kecewa akibat molornya penyelesaian bendungan yang seharusnya sudah selesai Desember 2017.  Pasalnya, petani tidak bisa mengolah lahan persawahan yang selama ini sudah menjadi lahan tidur karena tidak ada air.

Hotlan Simanjuntak ( 50) dan Ronal Simanjuntak dan S Sihite mengaku kecewa atas keterlambatan pengerjaan proyek yang bersumber dari Kementerian PUPR senilai Rp 81 miliar tersebut. "Seharusnya kami sudah bisa mengolah lahan pertanian sekarang. Tetapi karena progres pekerjaan terlambat maka kami juga gagal mengolah sawah," tukasnya. 

Meski demikian,  S Sihite mengungkapkan, sebagian petani tetap bisa bekerja dengan mengharapkan hujan. Dan ada juga yang memasang pompa air untuk mengairi lahannya. Tetapi itu hanya sebagian kecil. Daripada tidak dikerjakan sama sekali, sebab itu satu-satunya mata pencaharian. 

"Tetapi pada umumnya petani kita menjerit akibat belum adanya air," ucap Sihite. 

Akibat kekecewaan yang memuncak, masyarakat berencana mengirim mosi tidak percaya kepada Kementerian PUPR, Gubernur dan Bupati dengan harapan mau menegur PT Hariara. Selain itu mereka juga mendesak supaya proyek Bendungan Sitangkurak diaudit. 

"Kita berharap tidak ada lagi kontraktor yang bermain-main mengerjakan proyek pemerintah.  Kasihan masyarakat selalu menjadi korban," ketusnya. 

Pelaksana Lapangan PT Hariara, Daulat Butarbutar yang dikonfirmasi wartawan belum lama ini menjelaskan, pekerjaan bendungan tinggal menunggu finishing. "Tinggal finishing saja. Keterlambatan pengerjaan sebenarnya karena belum selesainya pembebasan lahan," pungkasnya. (G05/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kopi Simalungun Tidak Kalah dengan Kopi Starbucks
LCA-International Mission Terinspirasi dengan HUT ke-73 Kemerdekaan RI
Oknum Polisi Bertugas di Simalungun yang Ditangkap Polres P Siantar Ditangani Polda Sumut
Peduli Pariwisata, PWI Siantar-Simalungun Berlayar di Danau Toba Parapat
Bupati dan Kajari Simalungun: NKRI Harga Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU