Home  / 
Pergeseran Tanah, Kompleks Makam Raja Puti Pasaribu Berusia Setengah Abad di Samosir Terancam Longsor
Rabu, 16 Mei 2018 | 20:57:04
Medan (SIB) -Kompleks makam Raja Puti Pasaribu yang berada di Dusun Pea Raja Janji Martahan, Harian, Samosir terancam longsor. Kompleks makam tersebut dibangun tahun 1600-an. Makam raja dan keturunannya berada di tengah hutan dalam cakupan luas wilayah lebih kurang 20 Ha.

Irwan NM Pasaribu, ahli waris dan keturunan langsung Op Raja Puti Pasaribu (gelar raja Pandua Janji Martahan) di Medan, Senin (14/5) mengatakan, kekhawatiran pihaknya tersebut karena ada pengerjaan di sekitar kompleks makam leluhurnya. Keturunan Op Raja Puti Pasaribu keberatan. Kami sudah minta pada pihak pekerja untuk menghentikan sebab memasuki wilayah tanah adat yang dihaki oleh keturunan Op Raja Puti Pasaribu. "Bila kami mengingatkan, pengerjaan dihentikan tapi berselang beberapa saat, langsung ada pengerjaan lagi denga alat-alat berat," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya tidak tahu siapa yang melakukan aktivitas di sekitar bahkan masuk ke kompleks makam Raja Puti Pasaribu tersebut, karena tidak ada plank atau nama proyek yang tertera. "Terlebih karena para pekerja kerap menghentikan aktivitasnya bila keturunan Op Raja Puti Pasaribu datang mengawasi, tapi bila ditinggalkan, pekerjaan dilanjutkan," jelasnya.

Ia bilang, keturunan Op Raja Puti Pasaribu tidak berada di Samosir karena sudah berada di luar pulau bahkan luar negeri. "Hanya sedikit keturunan yang masih di Samosir. Itupun tidak berada di sekitar kompleks makam," ujarnya.

Menurutnya, dalam pengerjaan yang dilakukan oknum tersebut, hutan-hutan yang berusia ratusan tahun di sekitar kompleks makam, ikut dibabat. Akhirnya, ujarnya, terjadi pergeseran tanah yang membuat makam-makam berusia ratusan tahun yang berada di kompleks tergerus. "Tanah di Samosir labil, bila hujan deras karena tidak ada lagi hutan, bergeser yang berakibat pada tergerusnya struktur tanah di bawah makam," tambah pria yang warga Desa Janji Martahan, Kecamatan Harian, Samosir itu.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib dengan tembusan kepada instansi terkait tapi masih menuggu proses penyelesaian untuk maksud menghentikan pengerjaan.

Irwan Pasaribu memastikan, kompleks makam Op Raja Puti Pasaribu (gelar raja Pandua Janji Martahan) tersebut berada di Sibarabara/Pakpak Robean/Sibebea sampai Simusungmusung di Dusun Pea Raja Janji Martahan, Harian, Samosir. Karena tidak ada pembatas yang jelas, lanjutnya, sering kali membuat orang-orang di luar keturunan Op Raja Puti Pasaribu merasa tanah tersebut tak 'bertuan'.

"Keturunan Op Raja Puti Pasaribu sudah sepakat, tidak akan mengalihkan tanah adat keturunan leluhur ke pihak lain. Selain sebagai janji memelihara dan melestarikan warisan, kompleks makam tersebut pun sebagai upaya menghijaukan Samosir," jelasnya sambil mengatakan kompleks makam dimaksud sebagai satu dari sedikit wilayah di Samosir yang masih menyimpan hutan dengan pepohonan ratusan tahun. (R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU