Home  / 
Petani Dairi dan Pakpak Bharat Diharapkan Kembali Menanam Kopi Robusta
Senin, 16 April 2018 | 20:50:00
Medan (SIB) -Tokoh masyarakat yang juga putra asli Dairi Ir Semetsen Kaloko minta masyarakat petani di Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat, agar kembali menanam kopi Robusta atau Kopi Sidikalang yang pernah rasa khasnya mendunia.

"Saat ini, senjak petani kopi Dairi dan Pakpak Bharat beralih ke tanaman jeruk, kopi Sidikalang hampir punah, tidak ada lagi tersedia di hotel-hotel, cafe atau kedai-kedai yang ada di Kota Medan, bahkan juga di Jakarta. Tetapi saat ini yang banyak ditemukan adalah kopi Aceh, kopi Gayo, Kopi  Humbahas dan kopi lainnya," ujar Ir Semetsen Kaloko  yang juga Kabid Pemberdayaan Koperasi dan UKM Provsu itu kepada SIB, Minggu (15/4). 

Dijelaskannya, potensi kopi di Dairi dan Pakpak Bharat di era lalu sangat pesat memetik hasil kopi Robusta, sehingga kopi Sidikalang dapat dinikmati hingga ke seluruh NKRI dan bahkan ke manca negara. Tetapi karena tidak dikelola dengan baik maka petani kopi beralih ke tanaman jeruk sehingga kopi Sidikalang saat ini menjadi punah alias tinggal nama.

Sejalan dengan perkembangan zaman, maka harga kopi terus meningkat, sebab kopi saat ini menjadi minuman masyarakat banyak di mana-mana, tetapi masih banyak masyarakat yang kecewa sebab kopi Sidikalang tidak lagi dijual karena tidak ada pasokan kopi Sidikalang tersebut dari Dairi dan Pakpak Bharat.

"Mengingat potensi tanah yang bagus untuk dikelola menanam kopi robusta, maka diharapkan petani Dairi dan Pakpak Baharat kembali menanam kopi robusta sehingga potensi yang sudah ada sejak dahulu itu, kembali datang tentu harus menjaga kualitas dan kuantitas yang betul-betul terjaga sehingga dapat bersaing di tingkat nasional maupun tingkat internasional," ujarnya.

Zaman dahulu kata Semetsen, jenis kopi robusta sebagai andalan khusus Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat. Tetapi di zaman now dengan pro aktif petani dan pemilik lahan, agar kembali menggali potensi itu sehingga pendapatan petani kopi maupun pemilik lahan kopi dapat lebih meningkat lagi.

"Menggali potensi ini dapat membawa Dairi dan Pakpan Baharat lebih baik lagi ke depan. Dengan kondisi kopi Sidikalang yang saat ini krisis, akan tetapi kopi Aceh jauh lebih menonjol. Memang masih banyak komoditi kopi di kabupan/kota, seperti di Kabupaten Simalungun, Humbang Hasundutan, Kabupaten Karo dan lainnya, tetapi tidak seenak kopi Sidikalang," jelasnya. (A12/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gubsu: Ulama sebagai Tempat Mengadu
Wakil Dubes AS Bahas Persoalan Perempuan dan Anak, Termasuk Investasi di Sumut
Menlu Retno Resmikan Gedung KJRI di Chicago
KPU RI Tetapkan Komisioner KPU Sumut Periode 2018-2023
JK Pimpin Delegasi Indonesia di Sidang Umum ke-73 PBB
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU