Home  / 
LIRA Gelar Aksi Damai, Tuding PDAM Tirta Lihou Jual Angin dan Lumpur Kepada Pelanggan
Jumat, 9 Maret 2018 | 23:02:04
SIB/Jheslin M Girsang
AKSI DAMAI : Organisasi Lumbung Informasi Rakyat bersama pelanggan PDAM melakukan aksi damai di Kantor PDAM Tirta Lihou di Pamatangraya Kabupaten Simalungun, Kamis (8/3). Mereka menyoroti kinerja PDAM.
Simalungun (SIB) -Organisasi Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) bersama pelanggan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) melakukan aksi damai di Kantor PDAM Tirta Lihou di Pamatangraya, Simalungun, Kamis (8/3) menyoroti kinerja PDAM.

Aksi tersebut mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. Para pengunjuk rasa melakukan orasi dan membentangkan sejumlah spanduk.

"PDAM Tirta Lihou tidak memiliki pengalaman mengenai pelayanan air minum. Berikan sanksi kepada PDAM Tirta Lihou yang tidak memiliki laboratorium. Air minum yang disalurkan ke pelanggan tidak melalui hasil lab dalam kapasitas kadar air," kata Bupati LIRA Simalungun, Hotman Petrus Simbolon.

Beberapa pelanggan PDAM Tirta Lihou yang ikut bergabung melakukan aksi juga menyempatkan diri berorasi. Mereka datang dari berbagai penjuru, seperti Kecamatan Bandar, Panei Tongah dan lainnya. 

"Air sering mati, berlumpur namun pembayarannya tetap tinggi," sebut Wariani, seorang ibu rumah tangga warga Bandar.

Bupati LIRA menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi di lapangan bahwa masyarakat sebagai pelanggan PDAM Tirta Lihou sangat kecewa. Air sering macet atau mati dan berlumpur. Padahal, jumlah pelanggannya mencapai 32 ribu, hasil penjualan air PDAM Tirta Lihou Rp 1,7 miliar sebulan dan pendapatan perawatan meter Rp 224 juta perbulan.

"PDAM Tirta Lihou tidak hanya menjual air, tapi juga menjual angin dan lumpur," tegas Hotman.

Kelompok massa diterima oleh Direktur Umum PDAM Tirta Lihou Helmut D Purba, Direktur Teknik Edwin A Priadi, Ketua Badan Pengawas PDAM Tirta Lihou Jon Sahbiden Purba dan para pegawai PDAM. Menyikapi aspirasi pengunjuk rasa, Edwin A Priadi mengatakan, akan mengupayakan distribusi air bersih ke pelanggan dengan lancar.

Bupati LIRA meragukan jawaban Direktur Teknik tersebut. Hotman bahkan memberi batas waktu 2 minggu bagi PDAM untuk membenahi pelayanan air bersih ke pelanggan. Bila air berlumpur, maka LIRA akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa lebih banyak lagi.

Sementara itu, Direktur Umum PDAM Tirta Lihou Helmut D Purba kepada wartawan mengungkapkan, munculnya air berlumpur terjadi di saat hujan lebat karena sumber air lebih rendah. Terkait belum adanya pengadaan laboratorium, karena terbentur dana. Pihaknya selama ini mengecek kadar air ke Laboratorium Dinas Kesehatan di Medan.

Setelah melakukan aksi di Kantor PDAM, kelompok pengunjuk rasa mendatangi Gedung DPRD Simalungun. Tapi di tempat itu, tidak seorangpun anggota dewan hadir. Kelompok massa kemudian membubarkan diri. (D05/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ratusan Guru Honorer Unjuk Rasa di Kantor Bupati Batubara Tuntut Diangkat Jadi PNS
LSM KLiK : DPRD Tebingtinggi Diminta Panggil Pihak Terkait
Aliansi Mahasiswa Aksi Damai di Polres Asahan Tolak Deklarasi Tagar 2019 Ganti Presiden
10 Tahun Irigasi Gunung Karo Rusak, 600 Ha Persawahan Kekeringan
Januari-September 2018, Penderita HIV di Karo Bertambah 71 Orang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU