Home  / 
Dinas Catatan Sipil Dairi Kejar Target dengan ‘Jemput Bola’ Rekam e-KTP
Jumat, 23 Februari 2018 | 22:44:10
SIB/Tulus Tarihoran
MENUNJUKKAN: Kepala Dinas Catatan Sipil Dairi Rewin Silaban menunjukkan Router Bord (Server untuk E-KTP) yang menjadi kendala dalam pencetakan E-KTP, Kamis (22/2) di Kantor Dinas Catatan Sipil Dairi.
Sidikalang (SIB) -Dinas Catatan Sipil Kabupaten Dairi melakukan 'jemput bola' turun ke desa untuk perekaman kartu tanda penduduk eletronik (e-KTP).
Perekaman sudah mencapai 91,03 persen dari wajib KTP.

"Hampir setiap hari melakukan perekaman E-KTP ke desa- desa di Kabupaten Dairi," ucap Kepala Dinas Catatan Sipil Dairi Rewin Silaban, Kamis (22/2) di ruangannya. Disebutnya, antusias masyarakat Dairi melakukan perekaman sangat tinggi. Pasalnya, setiap dilakukan perekaman warga berbondong- bondong mendatangi lokasi perekaman.

Antusias warga tersebut mungkin adanya proses pencocokan penelitian (Coklik), sehingga mereka merasa KTP itu sangat perlu. Apa lagi pemilihan kepala daerah (Pilkada) akan dilaksanakan di Dairi Juni akan datang. "Kita berupanya sesegera mungkin supaya perekaman E-KTP dapat 100 persen sebelum pelaksanaan Pilkada yang akan datang," katanya.

Kepala Dinas itu menyebutkan, sebanyak 207.951 orang warga Dairi yang wajib KTP, 189.293 orang sudah melakukan perekaman dan yang sudah memiliki E-KTP sebanyak 187.945. "Warga Dairi yang wajib KTP, dan belum melakukan perekaman sebanyak 8,87 persen dan hal itu akan segera dituntaskan," sebut Rewin.

Diakuinya, tidak jarang warga yang datang marah- marah akibat tidak selesainya E-KTP-nya.  Padahal, kata Rewin, proses pengiriman data sering terkendala akibat jaringan server yang tidak stabil. Ada dua jenis setelah selesai perekaman, yang pertama adalah print ready record (PRR) E-KTP sudah siap cetak, yang demikian sejumlah 96.326. Kemudian sent for enrollment (SFE) yaitu proses pengiriman dari kecamatan ke kabupaten, dengan jumlah 14.730.

Bagi warga yang datanya sudah PRR dan SFE mereka akan diberikan surat keterangan (Suket) sebagai pengganti E-KTP. Namum, suket keduanya ada perbedaan. Suket bagi yang sudah PRR, bentuknya sudah menyerupai E-KTP, sedangkan SFE dicetak secara manual. Artinya Suket SFE fotonya masih ditempel secara manual, namun fungsi keduanya sama.

"Memang warga sering tidak terima ketika Suket SFE diberikan, padahal fungsinya sama. Format tersebut diatur undang- undang dan masa berlakunya selama enam bulan. Suket tersebut sudah bisa dibawa untuk Pilkada nantinya," ucapnya.

Proses SFE sering manjadi kendala, proses pengiriman data dari kecamatan ke kabupaten terganggu akibat jaringan tidak stabil. Masyarakat tidak mengetahui hal itu, sehingga kita sering menjadi sasaran.

Kemudian lanjutnya, saat ini, Dinas Catatan Sipil terkendala mencetak E-KTP akibat kondisi  Router Bord (server untuk E-KTP) tidak stabil. Prosesnya sangat lambat, sehingga untuk mencetak satu KTP saja bisa mencapai 30 menit.

"Loading Router Bord sangat lambat. Dan hal itu sudah disampaikan ke pusat supaya bisa diperbaiki. Dan mereka sudah melakukan pengecekan. Sekarang persoalannya adalah terkait jaringan, bukan tidak adanya banko E-KTP," ujarnya. (B05/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kapolrestabes Medan Tinjau Lokasi MTQ Nasional di Jalan Williem Iskandar
Pemilik 623 Gram Ganja Dituntut 9 Tahun Penjara di Tanjungbalai
Punya Paspor Dinas, WNI Bebas Visa Masuk Yunani
DPRDSU Gagal Tandatangani Nota Kesepakatan KUA PPAS P-APBD 2018
PP Muhammadiyah Minta KPU Beri Tanda Caleg Eks Napi Korupsi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU