Home  / 
Depeko Yogyakarta Kunjungi Tebingtinggi
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:34:39
SIB/Dok
ULOSI :Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersalaman dengan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Dra. Kristina Lusi Irawati usai diulosi wali kota, Selasa (13/2)
Tebingtinggi (SIB) -Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Yogyakarta studi banding ke Pemko Tebingtinggi, Selasa (13/2) di Aula Rumah Makan Pondok Bagelen.

Rombongan diterima Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM didampingi Plt Kadis Tenaga Kerja dan Perdangan Ir Iboy Hutapea. Sedangkan rombongan Depeko hadir Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Dra Kristina Lusi Irawati beserta rombongan.

Umar dalam kesempatan itu menjelaskan sedikit tentang riwayat Tebingtinggi yang dulunya  Kesultanan Padang dan beragam-ragam suku dan budaya ada di dalamnya.

"Daerah Tebingtinggi merupakan perpaduan budaya Kesultanan Padang, Melayu dan Simalungun dengan jumlah penduduk kurang lebih 174.000 jiwa. Dalam kota ini ada juga sejumlah perusahaan seperti industri karet, tapioka, besi, kopi dan masih banyak lagi," jelasnya.

Umar juga menambahkan, Tebingtinggi kota kecil tetapi rumah sakitnya banyak sekali dan rumah sakit ini melayani tidak hanya penduduk kota, tetapi juga penduduk luar.

"Biaya hidup di Tebingtinggi relatif lebih rendah dibandingkan dengan Kota Medan. Kami juga menggalakkan program program bagi masyarakat yaitu urban farming dimana masyarakatnya menanam sayuran dirumah lalu kemudian ada komponisasi  perikanan darat organik khususnya ikan lele yang telah kita kembangkan di masyarakat agar mengurangi biaya cost sehari-hari," jelas Umar.

Dan mengenai upah minimum Tebingtinggi dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan, tahun 2016 Rp 1,839 juta, naik tahun 2017 menjadi Rp1,991 juta dan tahun 2018 sebesar Rp2,164 juta.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Dra Kristina Lusi Irawati dalam sambutannya mengatakan, pihaknya bersama dengan rekan-rekan dewan pengupahan Yogyakarta datang bertujuan untuk menginformasi tentang dewan pengupahan yang berkaitan dengan pengupahan di Kota Tebingtinggi.

"UMK di Yogyakarta lebih sedikit dibandingkan UMK yang ada di Tebingtinggi dan bila Tebingtinggi upah minimumnya saat ini Rp 2,164 juta kami salut dan bangga karena daerah kami Yogyakarta upah minimumnya hanya Rp1,700 juta," ujarnya.

Terakhir Kristina Lusi Irawati menjelaskan, pihaknya menjalankan tugas di Yogyakarta dengan melakukan survei kebutuhan hidup layak dengan cara melakukan survei yang disetujui dengan PBN dengan memberi apa yang disurvei kemudian hasilnya dapat dilihat dalam setahun untuk bisa menetapkan UMK.

"Dan ini termasuk kemajuan bagi kami karena beberapa tahun yang lalu tidak terlihat tetapi dengan survei yang dilakukan pihaknya dapat mengetahui berapa jumlah UMK yang harus ditetapkan," jelas Kristina. (BR3/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
FKPD Gelar Aksi Penyalaan 1000 Lilin di Pelabuhan Simanindo
Polres Samosir Rekonstruksi Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Pelabuhan Simanindo
Dua Tahun Memimpin, Visi Misi Bupati Ingati Nazara Tercapai 55 %
Nikson Nababan Imbau Masyarakat Ciptakan Situasi Kondusif
Pemkot Gunungsitoli Bangun Tugu Durian
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU