Home  / 
Irup Upacara Hari Kesadaran Nasional
Mauliate Simorangkir Minta ASN Tapanuli Utara Miliki Kewajiban Moral
Selasa, 20 Februari 2018 | 21:57:09
SIB/Dok
KESADARAN: Plt Bupati Taput Mauliate simorangkir menjadi inspektur upacara hari kesadaran nasional diikuti Sekda, asisten, staf ahli, pimpinan OPD, camat dan ASN jajaran Pemkab Taput, Senin (19/2) di lapangan Serbaguna Tarutung.
Tarutung (SIB) -Plt Bupati Tapanuli Utara Dr Mauliate Simorangkir MSi bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) Hari Kesadaran Nasional diikuti Sekda, Asisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD, Camat dan aparatur sipil negara (ASN) jajaran Pemkab Taput, Senin (19/2) di lapangan Serbaguna Tarutung.

Mengawali sambutannya, ia mengingatkan ASN untuk selalu tepat waktu dalam segala kegiatan dan menghargai waktu adalah bentuk penghargaan segala sesuatu dalam hidup.

Berikutnya ia sampaikan bahwa ASN adalah juru mudi masyarakat dalam menuju kehidupan yang sejahtera. Untuk itu diharapkan para ASN mempunyai moral obligation (dorongan moral) untuk pribadi lepas pribadi mengingat di tangan para ASN akan terlihat pemerintahan yang baik di Tapanuli Utara.

Sebagai Plt Kepala Daerah sesuai amanah undang-undang, Mauliate mengatakan momentum ini tidak akan disia-siakannya dengan menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas yaitu demokratis dan tidak diskriminatif.

Dijelaskan, konsep membangun Tapanuli Utara harus "sustainable" yang artinya berkelanjutan atas dasar undang-undang yang dituangkan dalam pola bukan selera.

Ia mengungkapkan bahwa ekspektasi masyarakat akan kehadiran pasangan Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir sebaga kepala daerah 2014-2019 masih banyak belum terjawab.

"Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi saya dan saudaraku yang harus kita selesaikan dalam kurun waktu 14 bulan. Jawaban akan ekspektasi masyarakat tersebut minimal kita dapat menyajikan dasar-dasar philosofy pelayanan publik," ujarnya.        

Dalam mewujudkannya, maka Plt Bupati Taput mengusung pola tata kelola pemerintahan "tedek songon indahan di balanga". Dengan pola itu akan tersaji layanan berkualitas, layanan yang demokratis, layanan yang tidak diskriminatif, layanan yang murah dan cepat serta layanan yang mendorong masyarakat lebih produktif.

Adapun nilai dan makna falsafah "tedek songon indahan di balanga" menurutnya sudah terkristalisasi dalam kehidupan orang batak di berbagai belahan dunia.
Juga falsafah ini telah menjadi darah daging dalam kehidupan masyarakat Tapanuli Utara bahkan "compatible" dengan kehidupan keseharian masyarakat. (BR7/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim SAR Temukan 2 Titik Objek di Kedalaman 490 Meter Danau Toba
Kabar Terbaru: Posisi KM Sinar Bangun Berhasil Diidentifikasi
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU