Home  / 
Pengunjuk Rasa Desak Kapolres Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Wartawan di Tanjungbalai
Jumat, 12 Januari 2018 | 23:05:24
SIB/Usni Pili Panjaitan
UNJUKRASA : Puluhan wartawan, LSM dan mahasiswa berunjuk rasa di Bundaran PLN, Kamis (11/1), mendesak Polres Tanjungbalai mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap wartawan dan mahasiswa.
Tanjungbalai (SIB) -Puluhan wartawan, LSM, mahasiswa dan aktivis penggiat anti korupsi berunjuk rasa di Mapolres Tanjungbalai, Kamis (11/1), mendesak Kapolres mengusut tuntas kasus penganiayaan wartawan.

"Tangkap pelaku penganiayaan dan segera mengungkap aktor intelektual di balik kejadian persekusi terhadap Maksum," teriak seorang pengunjuk rasa.

Penganiayaan yang dialami korban Maksum yang bekerja di salah satu surat kabar harian terbitan Medan, terjadi Senin 11 Desember 2017 sekira pukul 09.30 wib, di Jalan MT Haryono Kelurahan Perwira Kecamatan Tanjungbalai Selatan Tanjungbalai.

Massa juga mendesak pengusutan kasus penganiayaan terhadap Imam Saragih dan kekerasan terhadap seorang wartawan Riki Ardiansyah yang terjadi sepanjang tahun 2017.  Mereka  juga mendesak Kapolres agar mengungkap motif penganiayaan yang dialami Imam Sagar, aktivis mahasiswa oleh tersangka Ipan.

Menyikapi desakan pengunjuk rasa, Kapolres AKBP Tri Setyadi Artono menegaskan dari 3 kasus dugaan penganiayaan itu, 2 kasus sudah proses penyidikan.
"Saat ini 2 kasus sudah proses penyidikan dan sudah diproses tersangkanya. Sedangkan 1 kasus sebenarnya bukan penganiayaan tapi pengancaman terhadap korban Maksum yang masih tahap pengumpulan alat bukti," ujar Tri menjelaskan perkembangan penyelidikan dan penyidikan ketiga kasus kekerasan itu.

Tri dengan tegas menyatakan Polres Tanjungbalai tetap komit menindaklanjuti setiap laporan dan tidak akan tebang pilih. "Tidak ada tebang pilih, komitmen kami tetap dan serius mengungkap kasusnya," tegas Tri.

Usai mendengar pernyataan Kapolres, massa bergerak menuju  Gedung DPRD dan menggelar pertemuan dengan anggota dewan dipimpin Wakil Ketua Leiden Butarbutar. Di hadapan massa itu, anggota dewan di antaranya H Syarifuddin, Herna Veva, Zulkifli Siahaan menyatakan mendukung pengungkapan tindak kekerasan yang dialami Maksum, Riki dan Imam Saragih.

Sekretaris Fraksi Gerindra H Syarifuddin Harahap menyatakan kekhawatirannya, jika kasus penganiayaan terhadap wartawan dan mahasiswa khususnya yang dialami Maksum tidak segera terungkap maka akan berimplikasi terhadap keamanan di kota pesisir pantai ini.

"Polres harus segera mengungkap kasus Maksum dan Imam Sagar, karena Tanjungbalai sudah tidak aman akibat banyaknya kasus kekerasan belakangan ini. Kita tidak ingin masyarakat resah dan tidak merasa aman jika tindak kekerasan tidak segera dituntaskan," tegas Syarifuddin.

Pertemuan itu melahirkan rekomendasi mendesak Kapolres mengusut tuntas kasus kekerasan di Tanjungbalai. (E08/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Peringatan Hari Air Sedunia dan Hari Bumi di Sibolangit Ditandai Tanam Bibit Pohon
Jokowi Bertemu PA 212 Jalin Persatuan
Papua Geram MA Hapus Pajak Air Freeport Rp 3,9 Triliun
Sihar Sitorus: Adat Istiadat Harus Dilestarikan!
Mendikbud: Peserta UNBK SMP Melonjak, Server Sempat Overload
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU