Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Warga Asal Desa Guru Kinayan Kembali Tuntut Janji Bupati Terkait Ganti Lahan dan Rumah
Selasa, 14 November 2017 | 20:08:43
SIB/Marlinto Sihotang
UNJUK RASA : Warga asal Desa Gurukinayan yang sudah tinggal di perantauan kembali melakukan unjuk rasa di Halaman Kantor Bupati Karo, Senin (13/11).
Kabanjahe (SIB)  -Ratusan warga yang mengaku warga Desa Gurukinayan Kecamatan Payung, namun sudah tinggal di perantauan unjuk rasa di depan kantor Bupati, Senin (13/11).

Mereka menuntut janji Bupati Terkelin Brahmana untuk memberikan mereka bantuan ganti lahan dan rumah, sebab meskipun mereka tinggal di perantauan,  mereka masih memiliki aset rumah dan lahan pertanian di desa mereka Gurukinayan yang  masuk zona merah erupsi Gunung Sinabung.

Warga yang berorasi secara bergantian meminta agar Pemkab Karo memberi ketegasan terhadap hak-hak warga yang telah berkali kali datang ke kantor bupati namun sampai saat ini belum ada kepastian ganti rugi lahan pertanian dan rumah warga yang rusak akibat erupsi Gunung Sinabung. "Sudah berkali kali kami datang ke mari, namun sampai saat ini belum ada kepastian tentang nasib kami, kami asli warga Desa Gurukinayan, nenek kami juga berasal dari Guru Kinayan, kami bukan pengemis, tanah dan rumah yang terkena erupsi Sinabung adalah tanah nenek moyang kami yang diwariskan kepada kami, kami mohon kepastian tentang semua kerugian kami," ujar Thomson dan Beton mewakili warga.

Ia yang mengaku berdomisili di Medan, pada wartawan  mengatakan, sudah 10 kali datang ke kantor Pemkab Karo untuk meminta kepastian nasib mereka. Ia juga mengatakan bahwa aksi tuntutan mereka pertama kali Agustus 2016 yang lalu. "Saya heran kenapa sampai saat ini belum ada juga kepastian tentang nasib kami," ujarnya.

Kepala Desa Guru Kinayan Jason Sembiring yang dikonfirmasi  di sela-sela aksi demo membenarkan bahwa seratusan warga yang melakukan aksi demo, dulunya memang asli warga Desa Gurukinayan, namun saat ini sudah berpindah tempat dan bertempat tinggal di luar Desa Gurukinayan. "Para warga menuntut hak mereka, memang KTP dan Kartu Keluarga mereka bukan di Desa Gurukinayan lagi, namun benar mereka memiliki lahan pertanian di sana," ujar Jason.

Akhirnya warga yang unjuk rasa diterima Bupati Karo dan berdiskusi serta mendengar tuntutan warga.  Dari hasil pembicaraan perwakilan warga dengan pihak Pemkab Karo, disepakati pada 21 Nopember 2017 dilakukan verifikasi menyangkut kebenaran pemilik lahan dan rumah.

Dalam verifikasi lahan dan rumah tersebut, akan dilakukan oleh 17 orang yang berasal dari utusan masyarakat Desa Gurukinayan yang selama ini tinggal di luar, perwakilan tokoh agama, tokoh adat, BPD dan perwakilan dari Pemerintah.

Hadir dalam pertemuan dengan masyarakat Gurukinayan di antaranya Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo,  Kalak BPBD Karo dan DanRamil Kecamatan Payung. (b02/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Coba Tabrak Petugas, Bandar Narkoba Bertato Ditembak Mati di Medan
Proyek Turap Jalan Cor Beton di Silau Laut Asahan Gunakan Batu Bata Lapuk
Korupsi Alat Tangkap dan Bibit Ikan, 2 Mantan Kadiskanla Madina Ditahan Kejaksaan
Ada Seminar Cara Dapat 4 Istri, PKS: Poligami Bukan untuk Diobral
Gerakan Radikalisme Jadi Atensi Presiden dan Kiyai
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU