Home  / 
Galian C Diduga Tanpa Izin Marak di Aceh Tenggara
Rabu, 18 Oktober 2017 | 21:05:22
Kutacane (SIB) -Warga Kutacane Aceh Tenggara (Agara) resah terkait maraknya pengambilan material pertambangan batuan atau galian C yang tidak memiliki izin resmi.

"Kami berharap kepada Bupati Aceh Tenggara melalui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) di Kutacane, untuk melakukan razia guna menidak tegas pelaku-pelaku pengambilan material pertambangan batuan atau galian C yang tidak memiliki izin itu," ujar warga.

"Pasalnya, lokasi pengambilan material tanpa izin, jika dibiarkan akan berdampak buruk seperti bangunan bronjong di aliran sungai terancam amblas jika musim hujan turun," ujar Marudin (45) warga yang berdomisili Daerah Aliran Sungai itu kepada SIB, Senin (16/10).

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas PMPTSP Aceh Tenggara M Hatta Desky mengatakan akan menindak tegas pengusaha galian C yang tidak memiliki izin resmi.

Kata Hatta lagi, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pengusaha Galian C baru-baru ini di kantornya. Diakuinya, memang ada perusahaan masih dalam tahap proses pengajuan izin galian C eksplorasi dan operasi produksi dari Banda Aceh.

Data pengusaha Galian C yang dimiliki dinas PMPTSP Agara antara lain UD Brahmana, UD Mulia Indah, UD Putra Bintang, UD Nanda Group, UD Herry, UD Bumi Indah Leuser, UD Dua Lima (25), UD Maju Bersama, UD IIhaji, UD Agus Parja, UD Arma dan UD Alkausar, jelas Hatta. (B07/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Nilai Rokok Ilegal yang Beredar Nyaris Rp1 Triliun di 2018
Kampung Wirausaha Ajak Ibu-ibu Berbisnis
Kementerian PUPR Sertifikasi Operator Alat Berat
Kinerja Eksportir Sumut Mampu Naikkan Devisa Ekspor
Darmin: Tak Ada Lagi Keputusan Impor Beras, Terakhir Maret 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU