Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Warga Minta Perbaikan Jembatan Siruar Desa Siantar Utara yang Sudah Lapuk
Jumat, 22 September 2017 | 22:29:59
SIB/Jantro Naibaho
LAPUK : Kondisi jembatan Siruar di Desa Siantar Utara Kecamatan Parmaksian, Tobasa yang merupakan satu-satunya akses jalan menuju beberapa dusun sangat memprihatinkan. Lantai jembatan yang terbuat dari papan juga mulai lapuk dan berlobang, Foto dipetik Kamis, (21/9).
Tobasa (SIB)- Kondisi Jembatan Siruar di Desa Siantar Utara Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), saat ini sangat memprihatinkan. Pasalnya, lantai jembatan yang terbuat dari papan mulai lapuk dan berlubang. Hal ini bisa sewaktu-waktu menelan korban jiwa, khususnya para pengemudi truk bermuatan berat.

"Lantai jembatan yang terbuat dari papan kini sudah lapuk dan banyak yang bolong. Ketika jembatan dilewati truk colt diesel terasa sangat goyang. Kami sangat kuatir dengan kondisi Jembatan Siruar saat ini," kata Kepala Desa Siantar Utara Rumondang Sitorus pada reses perorangan DPRD Tobasa Fauzi Gunawan Sirait, di Aula Kantor Camat Parmaksian baru-baru ini.

Rumondang menyebutkan, jembatan dengan panjang sekitar 80 meter dan lebar 3,5 meter yang melintang di atas Sungai Asahan merupakan satu-satunya akses menuju beberapa dusun di Desa Siantar Utara. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah atau perusahaan yang berada di wilayahnya dapat memperbaiki jembatan tersebut.

"Sudah beberapa kali kita ajukan pembangunan jembatan  ini kepada pemerintah daerah atau perusahaan besar di daerah kami. Kami berharap jembatan ini dapat dibangun sebelum menelan korban. Karena pasti yang menjadi korban adalah masyarakat sekitar yang melintas di jembatan," sebutntya.

Salah seorang warga Desa Siantar Utara P.Marpaung mengaku jembatan tersebut sudah lama rusak. Lantai jembatan yang terbuat dari papan itu terakhir diperbaiki pada 2009. Warga juga mengkuatirkan dalam waktu dekat jembatan akan roboh karena tiang-tiang penyangga mulai keropos.

"Saat pengendara melintasi jembatan harus ekstra hati-hati karena tiang pembatas atau tiang handrail jembatan juga mulai rapuh. Kalau tidak hati-hati pengendara bisa terjatuh ke Sungai Asahan yang berkedalaman sekitar 15 meter," terangnya. (BR8/DIK-JN/l)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
KPK Minta Mereka yang Terima Suap Segera Mengembalikan
Kejari Labuhanbatu Pelajari Penggunaan Anggaran Penyusunan Dokumen Perencanaan Pemukiman Kumuh Rp1,5 M
GMPG Polisikan 3 Petinggi Golkar Terkait Dugaan Pemalsuan AD/ART
Ketua MPR Zulkifli Hasan Minta Kaum LGBT Jangan Dimusuhi
Libur Akhir Tahun, Menhub Imbau Warga Mudik Sebelum 22 Desember
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU