Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Dugaan Penyimpangan ADD Rp 2 Miliar Dilaporkan ke Polres Karo
Sabtu, 12 Agustus 2017 | 18:40:26
SIB/Dok
TERIMA : Kapolres Tanah Karo AKBP Rio Nababan, Sik melalui Kasium Aiptu Yoyon menerima laporan pengaduan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Komite Eksekutif Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Karo, Sarjana Ginting, Kamis (10/ 8) di Mapolres Tanah Karo.
Tanah Karo (SIB) -Dewan Pimpinan Cabang Komite Eksekutif Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Karo melaporkan dugaan penyimpangan penggunaan ADD, untuk studi banding senilai Rp 2 miliar kepada Kapolres Tanah Karo AKBP Rio Nababan melalui Kasium Aiptu Yoyon, Kamis (10/8) di Mapolres Karo, Jalan Veteran Kabanjahe.

"Kegiatan studi banding para Pelaksana Jabatan (Pj) Kepala Desa Kabupaten Karo ke Kota Bandung pada Agustus-November tahun lalu, harus diusut sampai tuntas. Sebelumnya juga kegiatan studi banding mendapat sorotan tajam dan kritikan pedas dari sejumlah kalangan masyarakat sangat beralasan," ujar Ketua BPAN Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Karo, Sarjana Ginting kepada sejumlah wartawan di Mapolres Karo.

"Padahal instruksi Presiden Joko Widodo melalui nawa cita untuk memajukan Indonesia dari desa, tidak boleh anggaran dana desa dipotong dengan dalih ataupun modus pelatihan atau studi banding," ujarnya.

Banyak kejanggalan penggunaan ADD untuk studi banding. Kenapa saat pembahasan anggaran, dana pelatihan Pj kepala desa ke Bogor, Lembang dan Bandung tidak muncul, namun saat evaluasi APBDes tiba-tiba dana pelatihan itu dimasukkan. "Yang menjadi pertanyaan, apa payung hukumnya, siapa yang mengkoordinir. Nah ini artinya perencanaannya tidak matang, patut diduga ada maksud oknum tertentu untuk meraup keuntungan diri sendiri maupun kelompoknya. "Yang lebih mengherankan lagi, yang tidak jelas tersebut masih saja luput dari pengawasan, lantas mana fungsi kontrol di daerah ini," tegas Sarjana Ginting.

Dana studi banding yang menyedot angaran Rp 2 miliar yang bersumber dari APBDes masing-masing desa itu dilaksanakan saat Kabupaten Karo sangat membutuhkan suntikan dana untuk percepatan pembangunan, apalagi di tengah bencana erupsi Sinabung yang berkepanjangan. "Sudah jelas, satu bentuk pemborosan APBDes, tidak memberikan hasil atau manfaat yang positif dan berarti, baik bagi Pemerintah Desa (Pemdes) maupun untuk masyarakat di desa," lontarnya.

"Keuangan desa harus dikelola berdasarkan asas-asas transparansi, akuntabel, partisipatif, serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran," tegasnya.
Anehnya lagi, tanggal 20 Desember 2016 lalu, atau dua minggu setelah studi banding, calon kepala desa terpilih dilantik Bupati Karo. Nah, kenapa ngotot membawa 200-an Pj kepala desa studi banding yang dua minggu setelahnya kembali ke habitatnya.

Keberangkatan 200-an Pj Kepala Desa se Kabupaten Karo terdiri dari tiga gelombang, yakni gelombang pertama sekitar 41 orang, gelombang kedua 90 orang dan gelombang ketiga 71 orang. Anggaran kegiatan itu dibiayai APBDes masing-masing, yang bersumber dari ADD dan dana bagi hasil pajak. "Biayanya Rp 10 juta per orang dengan rincian Rp 5 juta untuk tiket pulang pergi dan Rp 5 juta biaya pelatihan selama empat malam lima hari di Subang, Bogor dan Lembang," paparnya.

Kapolres Tanah Karo AKBP Rio Nababan, Sik ketika dikonfirmasi melalui Kasium Aiptu Yoyon, membenarkan laporan pengaduan BPAN Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Karo, terkait dugaan penyimpangan dana ADD untuk studi banding sudah diterima pihaknya. "Secepatnya akan diberikan kepada Kapolres Tanah Karo untuk diusut sampai tuntas," ucapnya. (B01/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Reaktor di Perancis akan Tampung Plasma Bersuhu 10 Kali Panas Matahari
Rudiantara Dorong Apple Masukkan Aplikasi Lokal di iPhone
Peneliti Ungkap Bahaya Pemakaian Charger Palsu di iPhone
Lebih Berisiko daripada Hantaman Burung, Drone Bahayakan Lalu Lintas Udara
Pesawat Luar Angkasa Cassini Tangkap Ratusan Ribu Foto Saturnus
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU