Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Dinas KKBN Agara Tekan Angka Kematian Bumil
Sabtu, 12 Agustus 2017 | 18:30:21
Kutacane (SIB) -Dinas Kependudukan dan  Keluarga Berencana Nasional (KKBN) Aceh Tenggara bersama TNI menggelar bakti Sosial dalam rangkaian menekan angka kematian ibu hamil (Bumil) di Makoramil Bambel, Selasa (8/8).

Kepala Dinas KKBN Aceh Tenggara, Sudirman SPd MPd dalam sambutannya melalui Kabid KB KKBN Muhammad Rajali menyampaikan, kehamilan tak terencana merupakan salah satu penyebab terjadinya kematian pada ibu. Oleh karenanya pemerintah melakukan berbagai program guna meminimalisir risiko kematian terhadap ibu.

Menurutnya, salah satu cara menekan angka kematian ibu hamil adalah dengan mengimplementasikan program Keluarga Brencana (KB) di tengah masyarakat, sehingga diharapkan kehamilan akan terjadi sesuai yang telah direncanakan keluarga, alhasil peningkatan kualitas keluarga akan terwujud.

Dikatakan, kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak lama, namun beriring dengan berjalannya waktu dan perubahan pada suasana pembangunan, sehingga terjadi pula fenomena penduduk yang masih terus diperbincangkan, namun diharapkan dengan terus dilakukannya pengetahuan melalui berbagai program, maka akan dapat mendongkrak pengetahuan terhadap kependudukan.

Dalam hal ini, keberadaan program Keluarga Berencana bukan berarti dilakukannya upaya-upaya pengurangan penduduk, namun melalui program akan terwujudnya kelahiran yang terencana. Selain itu, sebut Rajali, upaya peningkatan kualitas penduduk juga merupakan bagian dari pilar pokok KB. "Melalui momentum ini juga kita kembali mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas keluarga sedini mungkin, dengan memberikan hak anak sepenuhnya, seperti pemberian asi eksklusif secara penuh," tandas Kabid KB ini.

Hal senada juga disampaikan Asisten III Setdakab Aceh Tenggara, Sahidal Kastri, keluarga sebagai wahana utama bagi pendidikan anak, sehingga untuk pembentukan keluarga yang berkualitas maka peran serta kepala keluarga sangatlah penting.

Masih menurut asisten III ini, dari sekitar 46.000 Ha luas wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, sekitar 80 persen di antaranya adalah bagian dari kawasan hutan lindung oleh karenanya diperlukan adanya upaya pengendalian penduduk.

"Kalau hal ini tidak kita lakukan pembenahan maka akan banyak (multi) efek yang dapat ditimbulkan yang berpengaruh pada pengembangan pembangunan, selain peran serta pemerintah, peran aktif masyarakat juga sangat diperlukan dalam pencapaian program KB seperti yang tengah dicanangkan oleh pemerintah," jelasnya.

Kegiatan KB Kes akan dilakukan di 8 kecamatan dari 16 kecamatan yang ada di Aceh Tenggara, di antaranya Kecamatan Bambel, Lawe Alas,  Baburahmah, Leuser, Bukit Tusam dan Kecamatan Lawe Sumur. Beberapa pelayanan KB Kes yang dilakukan yakni, pemberian IUD kepada 60 aseptor, implan sebanyak 50 aseptor, suntik 80 aseptor dan ditambah dengan layanan KB Kes lainnya, sehinga total target yang hendak dicapai pada kegiatan sekitar 343 aseptor ditambah dengan target berikutnya sehingga target keseluruhan mencapai sekitar 700 aseptor. 

"Mudah-mudahan program pelayanan ini akan dapat memberikan nilai positif bagi masyarakat," sebut Pasiter Kodim 0108/Agara Kap.Inf Aspudin selaku perwakilan Dandim 0108/Agara. (B07/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gandeng PMI, WAC Kirim Bantuan Tiga Ton Beras ke Pengungsi Sinabung
Temuan Bangkai Pesawat Tanpa Awak, Warga Garut Geger
Bea Cukai Sita Rokok Ilegal Bernilai Rp 2,7 Miliar
Waspadai Pencurian Modus Pecah Kaca
Peras Dokter di Cakung, 2 Oknum Wartawan Ditangkap
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU