Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Warga Ramai-ramai Masuki Zona Merah
Sinabung Tetap Beraktivitas, Sungai Terbendung Bentuk “Danau” Baru
Selasa, 18 April 2017 | 21:15:58
SIB/Marlinto Sihotang Spd
DANAU KECIL : Genangan air yang membentuk danau kecil akibat tersumbatnya hilir sungai Lau Borus oleh lahar dan material di kaki Sinabung Senin (17/4).
Tanah Karo (SIB) -Gunung Sinabung (2460 mdpl) hingga kini masih menunjukkan aktivitasnya yang tiada henti. Apalagi satu pekan belakangan ini, erupsi disertai awan panas  disusul muntahan lahar sering terjadi. Akibat muntahan lahar dari mulut Sinabung, Sungai Lau Borus yang mengalir di kaki Sinabung terbendung yang  membentuk genangan air seperti waduk yang kini santer disebut warga sebagai "danau" baru di kaki Sinabung. Bahkan ratusan warga lokal maupun pendatang berusaha bersusah payah memasuki zona merah tempat terbentuknya "danau" baru itu, meski seharusnya tidak boleh masuk karena zona merah.

Seorang warga Sukanalu  kecamatan Namanteran I Sitepu Senin (17/4) mengatakan danau baru itu terbentuk karena sungai di kaki Sinabung terbendung. "Lahar yang turun dari mulut gunung menghambat aliran sungai, sehingga terbendung dan terjadi genangan mirip danau," katanya. Lanjutnya, ia memperkirakan danau baru tersebut sudah tergolong besar, sebab memiliki luas sudah lebih dari 1km persegi.

Ketika SIB bertanya perihal ijin masuk ke lokasi zona merah, mereka mengatakan tidak ada larangan dan tidak ada penjagaan.

Selain warga Sukanalu  perihal terbentuknya danau baru di kaki Gunung Sinabung menjadi viral di kalangan pengguna medsos. Banyak warga yang berselfi ria di zona merah tersebut tanpa memikirkan resiko sewaktu - waktu erupsi dan awan panas meluncur dari puncak gunung. Hasil foto selfi tersebut pun diunggah ke media sosial dan semakin membuat orang  penasaran perihal danau baru itu.

Akibatnya, tak tanggung - tanggung, puluhan hingga ratusan orang pun berbondong bondong memasuki zona merah untuk melihat danau baru tersebut.

Sejumlah PNS pun tertangkap kamera berselfi ria di lokasi danau baru di zona merah. Foto para PNS itu pun beredar di media sosial. Belum tahu alasan sampainya para aparatur negara yang seharusnya memberikan contoh dan panutan kepada warga dilokasi zona merah. Apakah sebagai razia atau malah ikut pengen tahu dan menyempatkan diri foto ria.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kalak BPBD Karo Martin Sitepu, ia membenarkan terjadinya genangan air sungai sehingga membentuk danau kecil. "Iya, ada genangan akibat di hilir tertimbun material muntahan Gunung Sinabung," katanya. Namun ia belum tahu dan  belum merinci seberapa luas air yang sudah terbendung. "Luas belum terhitung karena zona merah," katanya.

Sementara Dansatgas Penanganan Bencana Erupsi Sinabung Letkol Inf Agustatius Sitepu dengan tegas mengimbau masyarakat agar mematuhi larangan memasuki zona merah. "Jangan mengambil resiko nyawa hanya karena ingin tahu hal yg tidak penting," ujarnya.

Ia megharapkan seluruh warga jangan main kucing-kucingan dengan aparat mencoba masuk ke zona merah lewat jalur jalur tikus karena itu sangat beresiko.
Kemudian ia berpesan agar masyarakat jangan menyebar foto - foto tersebut sehingga membuat penasaran warga dan lebih ingin tahu. "Kita belajar dari dua kejadian awan panas yang merenggut korban selalu di awali dari kelengahan warga, anggap remeh dengan imbauan aparat dan badan vulkanologi serta merasa lebih tau  situasi gunung dari pada aparat/petugas badan vulkanologi," katanya.

Dilokasi, relawan Sinabung dan petugas dari Danramil Simpang Empat kewalahan mengahalau pengunjung yang membludak. Tak jarang terjadi bentrok pembicaraan dengan pengunjung yang tidak mau meninggalkan zona merah dan memaksakan diri melihat dan berselfi ria di zona merah tersebut. "Monyet sudah banyak yang mati terkena awan panas, apalagi manusia yang tidak memiliki kemampuan lari kencang, sangat berbahaya," kata salah seorang relawan yang melarang warga lain masuk zona merah.(B02/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Longsor di Jember, 3 Orang Dilaporkan Tertimbun
Tiang LRT Timpa Rumah, Polisi Periksa Operator
Ada 2 Kader NU yang Bertarung, JK Nilai Pilgub Jatim akan Menarik
KPK Periksa Direksi dan Karyawan PT CGA Terkait Kasus Bupati Rita
Tak Bawa Senter Saat Cari Ikan, Guru Honorer di Aceh Diterkam Buaya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU