Home  / 
Trump Pecat Jaksa Agung Jeff Sessions
* Adu Mulut dengan Trump, Wartawan CNN Dilarang Masuk Gedung Putih
Jumat, 9 November 2018 | 17:11:18
SIB/Yahoonews
Seorang wanita staf magang Gedung Putih berupaya merebut mikrofon dari genggaman reporter CNN Jim Acosta (kiri berdiri) yang terlibat adu mulut dengan presiden AS Donald Trump (kanan) dalam satu konferensi pers, Kamis (8/11) di Gedung Putih, Washington DC.
Washington (SIB) -Jaksa Agung Amerika Serikat Jeff Sessions telah dipecat oleh Presiden Donald Trump. "Kami berterima kasih kepada Jaksa Agung Jeff Sessions atas kinerjanya, dan doa terbaik buatnya!" kata Trump dalam cuitannya di akun Twitternya pada Rabu. Trump berulang kali mengkritik Sessions setelah dia mengundurkan diri dari tim penyelidikan kasus dugaan campur tangan Rusia dalam Pemilu Presiden AS 2016 yang dimenangkan Trump. Presiden Trump mengatakan Sessions akan diganti sementara oleh kepala stafnya, Matthew Whitaker, yang selama ini mengkritik usulan pembentukan penyelidikan kasus tersebut.

Dalam surat pengunduran dirinya, Sessions - mantan senator Alabama dan merupakan pendukung awal Trump - menjelaskan bahwa keputusan dirinya mundur bukan inisiatifnya. "Atas permintaan Anda (Presiden Trump), saya mengajukan pengunduran diri," tulisnya dalam surat yang tidak bertanggal. "Yang paling penting, pada masa saya sebagai jaksa agung, kami telah memulihkan dan menegakkan supremasi hukum," Sessions menegaskan. Menurut seorang pejabat Gedung Putih, Kepala Staf Trump John Kelly menelepon Sessions pada hari Rabu, sebelum Trump mengadakan konferensi pers untuk membahas hasil pemilu sela.

Sebelumnya, Trump berulang kali mengkritik sikap Sessions yang mundur dari upaya penyelidikan dugaan keterlibatan Rusia dalam Pilpres AS 2016. Penasihat Khusus Robert Mueller, melalui tim investigasinya, sedang melakukan penyelidikan dugaan praktik kolusi antara tim kampanye presiden Trump dengan Moskow.
Penyelidikan yang meluas ini - diawasi oleh Departemen Kehakiman - telah menghasilkan serangkaian tuntutan pidana terhadap beberapa rekanan Trump. Pada Juli 2017, Trump mengatakan kepada New York Times: "Sessions seharusnya tidak pernah mengundurkan diri, dan jika dia akan mengundurkan diri, dia seharusnya memberitahu saya dan saya akan segera memilih orang lain."

Sessions secara sukarela mengundurkan diri setelah Partai Demokrat menuduhnya gagal mengungkapkan adanya dugaan jalinan komunikasi dengan duta besar Rusia untuk AS. Jaksa agung kemudian mengaku dia lupa tentang pertemuan itu, yang terjadi selama kampanye Trump. Trump telah beberapa kali menyebut sosok Session sebagai "SANGAT lemah" dan "MEMALUKAN".

CBS News melaporkan bahwa Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein tidak lagi memimpin penyelidikan yang dilakukan Mueller, dan Matthew Whitaker kini akan memegang kendali. Presiden AS tidak dapat secara langsung memecat penasihat khusus, yang upaya penyelidikannya telah dikritik berulangkali oleh Trump.
Tapi penggantian Sessions akan memiliki kekuatan untuk memecat Mueller atau mengakhiri penyelidikannya. Rosenstein telah dipanggil ke Gedung Putih pada Rabu untuk apa yang digambarkan sebagai pertemuan yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

Wakil Jaksa Agung yang menunjuk Mueller untuk memimpin penyelidikan dugaan campur tangan Rusia, setelah Trump memecat direktur FBI James Comey pada Mei 2017. Partai Demokrat menyatakan kemarahannya atas pemecatan jaksa agung, dan Komite Nasional Demokrat mencatat bahwa penunjukan pengganti Jeff Sessions belum dikonfirmasikan kepada Senat sebagaimana diperlukan.

Pemimpin Partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer menulis di akun twitternya: "Jelas, Presiden memiliki sesuatu yang disembunyikan." "Mengingat komentar sebelumnya yang mengadvokasi dan memberlakukan pembatasan pada penyelidikan Mueller, Whitaker harus mengundurkan diri dari posisi pengawas selama masa kerjanya sebagai jaksa agung."

Adu Mulut dengan Trump
Sementara itu, Gedung Putih melarang seorang reporter media ternama Amerika Serikat (AS), CNN, untuk melakukan peliputan setelah reporter itu terlibat adu mulut dengan Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers. Oleh Trump, reporter CNN itu dijuluki sebagai 'musuh rakyat'.

Seperti dilansir AFP, Kamis (8/11), larangan itu diumumkan setelah Jim Acosta yang merupakan koresponden CNN di Gedung Putih, terlibat adu mulut dengan Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Rabu (7/11) waktu setempat, usai digelarnya pemilu sela AS.

"Gedung Putih menangguhkan hard pass untuk reporter yang terlibat (adu mulut) hingga pemberitahuan lebih lanjut," ucap juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, merujuk pada Acosta. Secara terpisah via Twitter, Acosta mengeluhkan dirinya yang dilarang masuk Gedung Putih.

Adu mulut diketahui terjadi setelah Acosta menolak permintaan Trump untuk duduk dan menyerahkan mikrofon yang dipegangnya saat konferensi pers. Trump pun marah dan menyebut Acosta sebagai 'orang yang kasar dan buruk'. Acosta saat itu bersikeras mengajukan pertanyaan soal pandangan Trump terhadap karavan imigran Amerika Tengah yang sedang bergerak ke perbatasan AS. Trump berkata 'Itu cukup!' dan seorang staf magang Gedung Putih berupaya merebut mikrofon yang dipegang Acosta namun gagal.

Perilaku Acosta yang menolak menyerahkan mikrofon kepada staf magang Gedung Putih yang seorang wanita muda itu, disinggung oleh Sanders dalam pernyataannya. Sanders bahkan menyebutnya sebagai perilaku yang tidak bisa diterima. "Presiden Trump percaya pada kebebasan pers dan mengharapkan dan menyambut baik pertanyaan-pertanyaan sulit untuk dirinya dan pemerintahannya. Namun, kami tidak akan pernah mentoleransi seorang reporter yang meletakkan tangannya ke seorang wanita muda yang berupaya melakukan tugasnya sebagai staf magang Gedung Putih. Perilaku ini sungguh tidak bisa diterima," ujar Sanders dalam pernyataannya. 

Merasa tidak melakukan perilaku tidak pantas seperti yang dituduhkan, Acosta menanggapi pernyataan Sanders via Twitter. "Ini sebuah kebohongan," tegas Acosta, yang sebelumnya juga pernah terlibat pertikaian dengan Trump. Secara terpisah, pihak CNN dan sejumlah wartawan lainnya di Washington DC terang-terangan menyuarakan dukungan untuk Acosta. "Juru bicara Sanders berbohong," tegas CNN dalam pernyataan resminya. 

CNN menyebut larangan akses masuk Gedung Putih untuk Acosta merupakan 'balasan atas pertanyaan menantang' bagi Trump. CNN juga menyebut Sanders telah 'melontarkan tuduhan palsu dan mengutip sebuah insiden yang tidak pernah terjadi'. "Keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini menjadi ancaman bagi demokrasi kita dan negara ini berhak mendapat yang lebih baik. Jim Acosta mendapatkan dukung penuh dari kami," tegas pihak CNN. Secara terpisah, asosiasi yang mewakili korps wartawan Washington DC mendorong Gedung Putih untuk segera mencabut larangan terhadap Acosta yang disebut sebagai 'tindakan yang lemah dan salah kaprah ini'. (AFP/CNN/Detikcom/BBCI/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ilmuwan Ingin Menggunakan Laser untuk Memandu Alien ke Bumi
Studi Ungkap Wanita Nigeria Kembangkan Bisnis dengan WhatsApp
Audio High Resolution Picu Peningkatan Speaker Wireless
Mirip Manusia, Robot Berteknologi AI Gantikan News Anchor
BPPT Kurangi Dosis Teknologi Asing untuk Perkapalan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU