Home  / 
Jamal Khashoggi Tewas Dicekik Lalu Jasadnya Dibuang
* Menlu Arab Saudi: Kami Tak Tahu di Mana Jasad Khashoggi
Selasa, 23 Oktober 2018 | 16:22:35
Riyadh (SIB) -Versi lain soal kematian wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, dibeberkan oleh seorang pejabat pemerintahan senior Saudi. Pejabat senior ini menyebut Khashoggi tewas dicekik saat diintimidasi oleh tim khusus dari Saudi yang ditugaskan menculik dirinya. Banyak informasi baru yang diungkapkan oleh pejabat senior Saudi yang meminta identitasnya dirahasiakan. Informasi-informasi ini dituturkan si pejabat senior Saudi itu terhadap Reuters, seperti dilansir pada Senin (22/10). 

Dalam keterangannya, pejabat Saudi ini menuturkan bagaimana tim yang beranggotakan 15 warga Arab Saudi dikirimkan secara khusus ke Istanbul, Turki untuk mengancam Khashoggi (60), seorang jurnalis senior yang kerap mengkritik kebijakan-kebijakan Saudi. 

Kepada Reuters, pejabat Saudi ini menunjukkan dokumen yang disebutnya sebagai dokumen intelijen internal Saudi. Dokumen itu menunjukkan inisiatif-inisiatif intelijen Saudi untuk membawa pulang orang-orang yang 'membangkang'. Dokumen itu secara spesifik menyebut nama Khashoggi. 

Pejabat Saudi itu juga menunjukkan beberapa testimoni dari pihak-pihak yang terlibat, yang disebutnya sebagai cover-up dari tim beranggotakan 15 orang itu. Hasil penyelidikan awal secara internal juga ditunjukkannya. Namun tidak ditunjukkan lebih lanjut bukti untuk mendukung penyelidikan itu.

Disebutkan pejabat Saudi ini bahwa pemerintah Saudi sebenarnya ingin meyakinkan Khashoggi, yang bermukim di Amerika Serikat sejak setahun lalu, untuk kembali tinggal di Saudi sebagai bagian dari kampanye mencegah pembangkang Saudi direkrut oleh musuh-musuh Saudi.

Untuk mencapai tujuan itu, sebut pejabat Saudi tersebut, Wakil Kepala General Intelligence Presidency, Ahmed al-Asiri, mengerahkan satu tim beranggotakan 15 orang dari badan intelijen dan keamanan Saudi untuk pergi ke Istanbul. Tim itu ditugaskan menemui Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul untuk berusaha meyakinkannya kembali ke Saudi. 

"Ada perintah penguasa untuk merundingkan kembalinya para pembangkang secara damai; yang memberikan mereka wewenang untuk bertindak tanpa perlu melapor lagi ke pimpinan. Asiri merupakan sosok yang membentuk tim dan meminta seorang pegawai yang bekerja dengan (penasihat senior kerajaan Saud) al-Qahtani dan yang mengenal Jamal saat mereka bekerja di Kedutaan (Saudi) di London," sebutnya.

Menurut pejabat Saudi ini, Al-Qahtani menandatangani surat penugasan salah satu pegawainya untuk menjalani misi perundingan. Al-Qahtani disebut pernah bekerja untuk putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.

Jaksa penuntut umum Saudi, pada Sabtu (20/10) lalu, telah mengumumkan bahwa Al-Asiri dan Al-Qahtani telah dipecat dari jabatan mereka terkait kasus Khashoggi ini. 

Tewas Dicekik Tidak Disengaja
Menurut rencana, sebut pejabat senior Saudi ini, tim khusus dari Saudi akan menyekap Khashoggi di satu safe house di pinggiran Istanbul untuk 'sementara waktu' dan kemudian membebaskannya jika dia tetap menolak kembali ke Saudi. Namun, pelaksanaannya berlangsung di luar rencana. Menurut pejabat senior Saudi ini, tim melanggar perintah yang diberikan dan dengan segera melakukan tindak kekerasan terhadap Khashoggi.

Pada hari kejadian, 2 Oktober lalu, Khashoggi langsung dibawa ke kantor Konsul Jenderal (Konjen) Saudi, Mohammed al-Otaibi, di mana seorang agen bernama Maher Mutreb berbicara kepadanya soal pemulangan ke Saudi. Informasi ini didasarkan dari dokumen pemerintahan Saudi yang ditunjukkan si pejabat senior ini. Dalam momen itu, Khashoggi menolak dan memberitahu Mutreb bahwa ada seseorang yang menunggunya di luar dan orang itu akan menghubungi otoritas Turki jika dirinya tidak keluar dari Konsulat Saudi dalam waktu satu jam. Seseorang itu adalah adalah Hatice Cengiz, tunangan Khashoggi asal Turki, yang memang diberi pesan untuk menghubungi penasihat Presiden Turki jika Khashoggi tidak juga keluar. 

Di dalam kantor Konjen Saudi, masih menurut dokumen otoritas Saudi, Khashoggi memberitahu Mutreb bahwa dirinya melanggar norma diplomatik. "Apa yang akan Anda lakukan pada saya? Apakah Anda berniat menculik saya?" ucap Khashoggi kepada Mutreb seperti mengutip dokumen itu. 

Mutreb menjawab: "Iya, kami akan membius Anda dan menculik Anda." Menurut pejabat senior Saudi, ucapan Mutreb itu merupakan bentuk intimidasi yang jelas telah melanggar tujuan utama dari operasi yang ditugaskan kepadanya. 

Ketika Khashoggi berbicara dengan nada semakin tinggi, tim khusus dari Saudi itu panik. Menurut keterangan dalam dokumen pemerintah Saudi, anggota tim berusaha melumpuhkan Khashoggi dengan mencengkeramnya di leher dari belakang (chokehold) sambil menutup mulutnya. 

"Mereka berusaha mencegahnya (Khashoggi-red) berteriak, tapi dia tewas. Niatnya bukan untuk membunuhnya," sebut pejabat senior Saudi ini.

Tidak Tahu di Mana Jasad Khashoggi
Otoritas Arab Saudi telah mengakui bahwa wartawan Jamal Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Namun Saudi juga mengaku tak tahu-menahu keberadaan jenazah Khashoggi. Dalam wawancara dengan media Amerika Serikat (AS), Fox News, seperti dilansir Reuters, Senin (22/10), Menteri Luar Negeri (Menlu) Saudi Adel Al-Jubeir menyebut Khashoggi didekati oleh 'tim keamanan Saudi' usai masuk ke dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu, saat dia dlaporkan menghilang. 

Dituturkan Al-Jubeir bahwa informasi yang didapatkan otoritas Saudi soal apa yang terjadi di dalam Konsulat Saudi pada 2 Oktober lalu, berbeda dengan informasi yang dimiliki otoritas Turki, sehingga otoritas Saudi melakukan penyelidikan sendiri. "Dia (Khashoggi) dibunuh di Konsulat (Saudi di Istanbul). Kami tidak tahu secara detail bagaimana," ucap Al-Jubeir kepada Fox News dalam wawancara pada Minggu (21/10) waktu setempat. "Kami tidak tahu di mana jenazahnya (Khashoggi-red)," tegas Al-Jubeir. "Kami bertekad untuk mengungkapkan semuanya. ... Kami bertekad untuk menghukum orang-orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan ini," imbuhnya.

Al-Jubeir merupakan pejabat senior Saudi pertama yang berbicara terang-terangan ke media sejak pada Sabtu (20/10) lalu, otoritas Saudi secara resmi mengakui Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam Konsulat Saudi di Istanbul. Dalam pernyataannya, Al-Jubeir menyebut kematian Khashoggi sebagai 'kesalahan buruk' dan menyampaikan belasungkawa untuk keluarganya. 

"Ini kesalahan buruk. Ini tragedi yang buruk. Belasungkawa kami bagi mereka (keluarga Khashoggi-red). Kami merasakan rasa sakit mereka," ucapnya. "Sangat disayangkan, kesalahan besar dan fatal terjadi dan saya menjamin pihak yang bertanggung jawab akan diadili untuk ini," tegas Al-Jubeir.

Disebutkan juga oleh Al-Jubeir bahwa kematian Khashoggi merupakan hasil 'operasi kejahatan' dari orang-orang yang bertindak di luar wewenang. Al-Jubeir menegaskan bahwa putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), tidak mengetahui operasi yang menewaskan Khashoggi itu.

"Individu-individu itu melakukan hal ini di luar wewenang mereka," sebutnya, merujuk pada pihak yang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi. "Mereka bukan orang-orang yang terkait erat dengannya (MBS-red). Ini operasi yang merupakan sebuah operasi kejahatan," tegas Al-Jubeir. 

Otoritas Saudi menyebut sedikitnya 18 warganya telah ditangkap terkait kematian Khashoggi. Identitas mereka belum diungkap ke publik. Namun ditambahkan Al-Jubeir bahwa otoritas Saudi akan terus memberikan informasi terbaru yang tersedia.

Saat ditanya apakah tim Saudi mencekik Khashoggi, pejabat Saudi ini menjawab: "Jika Anda menempatkan seseorang yang sama usianya dengan Jamal dalam posisi ini, dia mungkin akan tewas."

Untuk menutupi perbuatan mereka, tim Saudi membungkus jenazah Khashoggi di dalam karpet dan membawanya keluar dengan sebuah kendaraan diplomatik. Di luar, sebut pejabat Saudi ini, jenazah Khashoggi diserahkan kepada seorang 'kooperator lokal' untuk dibuang. Ditambahkan pejabat senior Saudi ini bahwa pakar forensik Saudi, Salah Tubaigy, berusaha menghilangkan setiap jejak dari insiden ini. 

Belum ada tanggapan resmi dari Kerajaan Saudi terkait keterangan pejabat senior mereka ini. Dalam pernyataan resmi pada Sabtu (20/10) lalu, otoritas Saudi secara resmi mengakui Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam Konsulat Saudi di Istanbul. (Rtr/Foxnews/detikcom/kps/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Indramayu Tepis Isu Mundur karena Masalah di KPK
Sandiaga Minta Maaf soal Langkahi Makam Pendiri NU
Diduga Tidak Terima Diputuskan, Pria Bakar Diri dan Kekasihnya di Medan
Menag: Kartu Nikah Bukan Pengganti Buku Nikah
Polisi Atensi Tuntaskan Kasus Pengancaman Wartawan SIB di Nisel
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU