Home  / 
Dapatkan DNA Khashoggi, Turki Janji Ungkap Secara Rinci Penyebab Kematian
* UNESCO Desak Penyebab Kematian Diusut * Sahabat Minta Jenazah Khashoggi Dikembalikan Agar Bisa Dimakamkan
Senin, 22 Oktober 2018 | 16:35:30
SIB/AP via Yahoonews
Ini (foto dalam lingkaran) salah seorang dari 15 tersangka pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi. Foto pria yang oleh sejumlah pejabat Turki diidentifikasi bernama Maher Abdulaziz Mutreb didapat dari rekaman CCTV dan dipublikasi oleh suratkabar Turki Sabah pada Kamis (18/10).
Istanbul (SIB) -Para penyelidik Turki menyebut bahwa mereka sedang memeriksa contoh DNA Jamal Khashoggi dan akan mencari tahu apa yang terjadi pada tubuh wartawan asal Arab Saudi itu. Hal ini disampaikan seorang pejabat senior Turki yang enggan diungkap identitasnya kepada Reuters, Sabtu (20/10). Menurutnya, sampel DNA Khashoggi itu telah diperoleh Turki ketika menggeledah konsulat Arab Saudi di Istanbul, Senin (16/10) malam. "Kami akan mencari tahu apa yang terjadi pada tubuh [Khashoggi] segera," kata pejabat senior. "DNA sudah diperoleh Turki. Sehingga tidak perlu meminta kepada Arab Saudi," imbuhnya.

Diketahui, Arab Saudi menyebut Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam konsulat di Istanbul, Sabtu (20/10). Ini adalah pengakuan pertama Riyadh tentang kematian Khashoggi. Sebelumnya negara itu kerap menyangkal bahwa pihaknya terlibat terkait menghilangnya wartawan itu.

Aparat Turki menduga pembunuh Khashoggi telah membuang jenazahnya di hutan Belgrad yang berdekatan dengan Istanbul. Tempat lain yang dicurigai adalah lokasi pedesaan dekat kota Yalova, berjarak 90 km di selatan Istanbul. Saat ini, penyelidikan masih fokus pada area hutan Yalova dan Belgrad. Pihak berwenang juga mengamati rekaman CCTV di dekat Hutan Belgrad, seperti diungkap pejabat senior.

Penyidik juga masih memeriksa catatan lalu lintas setiap mobil yang masuk dan keluar dari Konsulat Saudi pada tanggal 2 Oktober, hari ketika Khashoggi memasuki konsulat.

Turki berjanji mengungkap secara rinci penyebab kematian jurnalis Jamal Khashoggi, usai pemerintah Arab Saudi mengakui pria tersebut tewas di gedung konsulat di Turki. "Turki akan mengungkap apa pun yang terjadi. Tidak ada perlu meragukan itu," kata Omer Celik, juru bicara partai yang berkuasa, seperti diwartakan AFP, Sabtu (20/10). 

Celik menyebut, pengungkapan misteri kematian Khashoggi merupakan "utang kehormatan" Turki. "Kami tidak menuding siapa pun sebelumnya, namun kami tidak menerima apa pun yang ditutup-tutupi," imbuhnya.

Selama sepekan terakhir, para penyidik mencoba mencari jenazah Khashoggi yang menurut sejumlah sumber dimutilasi saat jurnalis itu masih hidup. Sementara itu, jaksa penuntut umum Turki masih menyusun laporan soal pembunuhan Khashoggi tetapi tidak akan mempublikasikan laporan itu hingga jenazah pria Saudi itu ditemukan. Sedangkan, pemerintah Saudi mengatakan terdapat upaya untuk menutupi pembunuhan itu tetapi juga belum mempublikasikan hasil temuannya.
UNESCO Desak

Sementara itu, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa alias UNESCO mendesak penyebab kematian wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi diusut hingga tuntas. UNESCO juga meminta pelaku diadili. "Saya mendesak pihak yang berwenang untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas kejahatan ini dan membawa pelaku ke pengadilan," ujar Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay dalam sebuah pernyataannya kepada wartawan seperti dilansir Anadolu Agency, Minggu (21/10).

Khashoggi diketahui tewas di kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, setelah sebelumnya disebut menghilang secara misterius. Khashoggi juga diketahui merupakan wartawan yang kritis pada pemerintahan Pangeran Saudi, Mohammed Bin Salman (MBS).

Oleh sebab itu, UNESCO mengutuk kasus kematian Khashoggi. UNESCO mengingatkan akan kebebasan pers dalam menyampaikan pendapat. "Saya dengan tegas mengutuk pembunuhan Jamal Khashoggi," tutur Azoulay. "Pembunuhan Jamal Khashoggi mengingatkan kita tentang perlunya memperjuangkan kebebasan pers, yang penting bagi demokrasi. Akuntabilitas atas kejahatan-kejahatan ini tidak bisa ditawar," imbuhnya.

Sebelumnya, Saudi mengakui bahwa jurnalis kawakan tersebut tewas di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Pengakuan itu disampaikan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dengan Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz pada Jumat (19/10) malam waktu setempat.

Seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Sabtu (20/10), dalam percakapan via telepon itu, kedua pemimpin membahas hilangnya Khashoggi sejak 2 Oktober lalu.

Menurut sumber kepresidenan Turki, Erdogan dan Raja Salman setuju untuk terus melanjutkan kerja sama dalam penyelidikan kasus ini. Kedua pemimpin sepakat mengenai pentingnya kerja sama penuh sehingga penyelidikan bisa berjalan lancar.

Trump dan Erdogan Tidak Puas
Kerajaan Arab Saudi mengakui tewasnya jurnalis Jamal Khashoggi di kantor konsulatnya di Istanbul, Turki karena perkelahian. Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya atas penjelasan Saudi.

"Tidak, saya tidak puas sampai kami menemukan jawabannya. Tapi itu adalah langkah pertama yang besar, itu adalah langkah pertama yang baik. Tapi saya ingin mendapatkan jawabannya," ujar Trump kepada wartawan di sela kunjungan kerjanya di Elko, Nevada, AS, Minggu (21/10) seperti dilansir Reuters.

Trump menyebut, mungkin saja Pangeran Mohammed Bin Salman (MBS) tidak mengetahui keadaan sekitar saat kematian Khashoggi. Ia menambahkan, tidak ada seorang pun yang tahu di mana jasad Khashoggi, menambahkan bahwa tidak seorang pun dari otoritas AS telah melihat video dari peristiwa di dalam konsulat.

Selain Donald Trump, sikap tidak puas atas penjelasan pemerintah Arab Saudi juga datang dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. "Kita tak bisa membiarkan situasinya seperti ini," kata Erdogan kepada para jurnalis, Sabtu (20/10). Erdogan menambahkan, para penyidik kini tengah bekerja keras untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di seputar kematian Khashoggi. 

Sebelumnya, sumber-sumber Turki mengklaim memiliki bukti bahwa Khashoggi disiksa hingga tewas oleh 15 orang pria. Keyakinan inilah yang membuat pemerintah Turki tidak puas dengan penjelasan pemerintah Saudi. Para penyidik Turki kini berupaya mengumpulkan bukti untuk menunjukka bahwa pembunuhan Khashoggi memang telah direncanakan. 

Minta Jenazah Khashoggi Dikembalikan
Sementara itu, teman-teman wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi yang terbunuh di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki menuntut pemerintah Arab Saudi agar mengembalikan jenazah Khasoggi. Teman Khashoggi ingin memakamkan jasad tersebut.

Setelah hampir tiga minggu di mana ia menyangkal sesuatu yang tidak diinginkan telah terjadi di tempat diplomatiknya di Turki, Arab Saudi mengakui Khashoggi telah meninggal tetapi mengatakan itu adalah akibat tidak disengaja dari perkelahian. Kepala Asosiasi Media Arab Turki dan seorang teman Khashoggi, Turan Kislakci meminta Arab Saudi agar menyerahkan tubuh Khashoggi. Dia ingin mengadakan pemakaman untuk temannya itu. "Beri kami Jamal, supaya kita bisa mengadakan pemakaman baginya. Agar semua orang yang peduli padanya, pemimpin dunia, bisa datang ke sini ke Istanbul untuk menghadiri pemakaman," kata Kislakci kepada media di depan konsulat Arab Saudi di Istanbul, seperti dilansir CNN, Minggu (21/10).

Kislakci juga menyebut, pembunuhan terhadap Khashoggi merupakan tindakan yang brutal. Dia juga mengenang dugaan kasus disanderanya Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri pada November tahun lalu.

"Tepat 18 hari yang lalu, pembunuhan brutal dilakukan. Seperti Saad Hariri, kami pikir (Khashoggi) akan keluar. Tiga hari kemudian kami kehilangan harapan itu," katanya.

Sementara itu, tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz menulis pesan perpisahan. Dia menuntut keadilan untuk tunangannya itu. (CNNI/Rtr/AFP/detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Indramayu Tepis Isu Mundur karena Masalah di KPK
Sandiaga Minta Maaf soal Langkahi Makam Pendiri NU
Diduga Tidak Terima Diputuskan, Pria Bakar Diri dan Kekasihnya di Medan
Menag: Kartu Nikah Bukan Pengganti Buku Nikah
Polisi Atensi Tuntaskan Kasus Pengancaman Wartawan SIB di Nisel
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU