Home  / 
KA Tabrak Kerumunan Massa di India, 60 Tewas
Minggu, 21 Oktober 2018 | 12:51:05
SIB/dailymail
Kerumunan orang meluapkan kemarahan kepada petugas kereta api atas tewasnya 60 orang akibat tertabrak kereta saat berkumpul di atas jalur kereta menyaksikan kembang api dalam perayaan Festival Dussehra di India, Jumat (19/10).
Amritsar (SIB) -Sedikitnya 60 orang dilaporkan tewas akibat tertabrak kereta saat mereka berkumpul di atas jalur kereta untuk menyaksikan kembang api dalam perayaan Festival Dussehra di India, Jumat (19/10). Kereta api tersebut menabrak kerumuman orang yang datang untuk menyaksikan puncak perayaan keagamaan Hindu tersebut. Kereta yang menabrak banyak orang itu sedang melakukan perjalanan dari Jalandhar ke Amritsar, India.

Menurut keterangan saksi, warga tidak menyadari kedatangan kereta api yang melaju dengan kencang karena suasana sangat ramai dan banyaknya suara membuat kereta api yang mendekat tidak terdengar oleh warga. "Ada banyak suara ketika kembang api dinyalakan dan tampaknya mereka tidak dapat mendengar suara kereta yang mendekat," kata seorang petugas polisi di lokas kejadian

Komisaris polisi Kota Amritsar, SS Srivastava mengatakan, dikhawatirkan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 50 orang. "Kemungkinan ada lebih dari 50 korban. Tapi prioritas kami sekarang adalah membawa mereka yang terluka ke rumah sakit," kata Srivastava. 

Salah seorang saksi mengatakan kepada saluran televisi lokal bahwa suasana sangat kacau saat warga menyadari ada kereta yang mendekat dengan cepat. "Semura orang berlarian dan tiba-tiba kereta lain datang dan menabrak kerumunan orang," kata saksi. 

Menurut saksi mata, korban tewas termasuk anak-anak. Sementara kantor berita IANS melaporkan setidaknya ada sekitar 700 orang yang berkumpul di lokasi saat terjadinya insiden dan 60 orang telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. 

Warga menjatuhkan kesalahan kepada petugas kereta api atas kecelakaan itu. Para kerabat dan penduduk yang berduka berjalan di lokasi kejadian yang masih berlumuran darah untuk memungut barang-barang dari orang yang mereka cintai.

Menurut mereka, tidak ada tanda-tanda apapun ketika kereta itu melintas bertepatan dengan meletusnya petasan di langit dalam festival Dusshera. "Setiap Dusshera saya setiap tahun dan hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Kereta itu mestinya berhenti atau melambat," jelas Deep Kumari, yang menyaksikan festival itu dari teras rumahnya. "Semua orang disini tahu bahwa akan ada pembakaran patung disini dan akan ada banyak orang."

Kepala Menteri Punjab, Amarinder Singh telah memerintahkan agar segera dilakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Sementara Perdana Menteri Narendra Modi, yang telah mengetahui insiden yang terjadi menyampaikan bela sungkawa di akun Twitter-nya. "Tragedi ini sangat menyayat hati. Saya menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban tewas dan berdoa agar mereka yang terluka segera sembuh," tulis perdana menteri.

Pakaian tampak berserakan dan bekas darah ada disekitar rel kereta. Polisi mengatakan mereka masih terus mencari korban untuk memastikan jumlah korban tewas. Sebab beberapa jenazah telah hancur dan tak lagi bisa dikenali.

Rekaman video yang ditayangkan televisi dan media sosial menampilkan patung tengah dibakar di kejauhan diikuti oleh rombongan. Tak lama kereta lewat diantara kerumunan orang yant tengah merekam video di ponsel atau berswafoto.

Saksi juga menyebut bahwa upacara itu sempat tertunda beberapa jam karena tamu utama terlambat. Ia adalah Navjyot Kaur Sidhu, mantan anggota parlemen negara bagian Punjab. Sehingga upacara diadakan bertepatan dengan jadwal kereta lewat. Ia pun telah pergi tepat sebelum kecelakaan terjadi.

Namun ia berkilah kalau pembakaran patung itu dilakukan di enam tempat di Amritsar. Sebagian besar lokasi berada di lapangan dekat rel kereta. "Mereka (pihak berwenang kereta api) harus setidaknya mengeluarkan petunjuk untuk memperlambat kecepatan kereta. Sungguh kesalahan besar," kata Kaur di televisi. Bikram Singh Majitha, pemimpin partai Akali Dal lokal, menyebut bahwa pembakaran patung biasanya terjadi saat matahari terbenam, bukan setelahnya. "Penyelenggara harus menjawab mengapa penundaan itu terjadi," katanya.

Insiden kecelakaan yang melibatkan kereta api masih banyak terjadi di India dengan masih banyaknya perlintasan yang tak dijaga dan seringnya warga mengabaikan peringatan saat melewati perlintasan kereta api. Berdasar laporan pemerintah pada 2012, hampir 15.000 orang meninggal akibat kereta api di India setiap tahunnya.  Awal bulan ini, kereta api yang tergelincir menewaskan tujuh orang dan melukai 60 lainnya di Uttar Pradesh, lebih dari 1.000 km dari Amritsar. (kps/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Raih Action Star of the Year, Aktris Zimbabwe-Amerika Ungguli Chris Pratt dan Ryan Reynolds
Adjie Notonegoro Kini Mengembala, Berkesaksian di GBI GranDhika Medan
Hombo Batu Disuguhkan di Stosa Art Parade 3
Ratusan Petani Sirapit Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan BPN Langkat
Jalan Desa Sopobutar-Pardomuan Dairi Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU