Home  / 
4 Tersangka Kasus Khashoggi Diduga Orang Dekat Putra Mahkota Saudi
* Kediamannya akan Digeledah, Konjen Arab Saudi Tinggalkan Turki
Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:30:33
SIB/VoA
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu dengan Putra Mahkota Muhammad bin Salman, di Riyadh, Saudi Arabia, Selasa (16/10). Media ternama Amerika Serikat (AS), New York Times, menyebut empat tersangka terkait hilangnya wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, memiliki keterkaitan dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.
Istanbul (SIB) -Media ternama Amerika Serikat (AS), New York Times, menyebut empat tersangka terkait hilangnya wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, memiliki keterkaitan dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Salah satunya disebut pernah menemani MBS dalam kunjungan ke luar negeri.

Seperti dilansir New York Times (NYT), Rabu (17/10), salah satu tersangka yang diidentifikasi oleh otoritas Turki terkait hilangnya Khashoggi, diketahui pernah mendampingi MBS saat turun dari pesawat dalam kunjungan di Paris, Prancis juga di Madrid, Spanyol.

Sosok yang sama juga disebut terjepret kamera berdiri di dekat MBS saat berkunjung ke Houston, Boston dan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang semuanya ada di AS. Kunjungan itu dilakukan tahun ini dan foto-fotonya dilampirkan NYT dalam artikelnya.

Dilaporkan juga oleh NYT bahwa tiga tersangka lainnya disebut oleh sejumlah saksi mata dan catatan lainnya, terkait dengan pengawal keamanan MBS. Tersangka kelima yang diketahui berprofesi sebagai dokter forensik, disebut memegang jabatan senior dalam Kementerian Dalam Negeri Saudi dan departemen medis setempat. NYT melaporkan, tersangka kelima ini kemungkinan hanya bisa diarahkan oleh seorang pejabat level tinggi Saudi.

Jika, sama seperti disebutkan otoritas Turki sebelumnya, bahwa kelima sosok itu memang hadir di Konsulat Saudi di Istanbul saat Khashoggi menghilang pada 2 Oktober lalu, maka kehadiran mereka bisa menunjukkan keterkaitan langsung antara apa yang sebenarnya terjadi di Konsulat Saudi saat itu dengan MBS.

NYT sendiri telah mengonfirmasi secara independen bahwa setidaknya sembilan dari 15 tersangka yang diidentifikasi otoritas Turki, diketahui bekerja untuk dinas keamanan Saudi, atau militer atau kementerian Saudi. Nama-nama 15 tersangka ini telah dirilis oleh media-media Turki.

Salah satu dari mereka, Maher Abdulaziz Mutreb, disebut sebagai diplomat yang pernah ditugaskan pada Kedutaan Besar Saudi di London, Inggris tahun 2007. Informasi ini didapat dari daftar tugas diplomatik Inggris. Sosok Mutreb juga diketahui kerap mendampingi MBS dalam kunjungan-kunjungannya. NYT menyebut ada kemungkinan dia menjadi pengawal MBS dalam kunjungan-kunjungan itu.

Dengan kasus Khashoggi menjadi perhatian internasional, otoritas Saudi terus didesak untuk memberikan penjelasan secara menyeluruh. Terutama setelah berbagai spekulasi banyak beredar, mulai dari soal penganiayaan, pembunuhan hingga mutilasi.

MBS dan ayahnya, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, diketahui telah menyangkal mengetahui soal keberadaan Khashoggi. Namun otoritas Saudi belum menanggapi laporan terbaru NYT soal keterkaitan para tersangka dengan MBS.

Dalam laporan terpisah, media ternama AS lainnya, CNN, mengulas soal misi menginterogasi dan menculik Khashoggi di Istanbul yang disusun oleh seorang pejabat tinggi dari General Intelligence Presidency, dinas intelijen utama Saudi. Informasi ini diungkapkan kepada CNN oleh tiga sumber yang memahami kasus hilangnya Khashoggi.

Menurut salah satu sumber, pejabat tinggi yang tidak disebut namanya itu dekat dengan 'inner circle' MBS. Tidak disebut lebih lanjut oleh sumber itu, soal apakah MBS mengetahui dan memberi izin untuk misi interogasi dan menculik Khashoggi itu.

Sumber kedua menyebut pejabat tinggi itu membentuk dan mengirimkan sendiri timnya untuk menginterogasi Khashoggi. Hal ini dilakukan, menurut sumber itu, karena mereka mencurigai Khashoggi memiliki hubungan dengan Qatar, musuh Saudi. Sejauh ini belum ada bukti yang mengaitkan Khashoggi dengan Qatar.

Satu sumber lainnya menuturkan bahwa sosok pejabat yang menyusun misi untuk Khashoggi itu tidak transparan dalam memberikan informasi kepada otoritas Saudi. Hal ini menjelaskan mengapa otoritas Saudi tidak memberikan informasi jelas selama beberapa hari. Informasi-informasi yang disampaikan para sumber ini belum dikomentari oleh otoritas Saudi secara resmi. 

Tinggalkan Turki
Konsul Jenderal (Konjen) Arab Saudi di Istanbul, Turki telah meninggalkan kota itu untuk menuju Riyadh, Arab Saudi. Ini dilakukan seiring otoritas Turki akan melakukan penggeledahan di kediamannya guna menyelidiki hilangnya wartawan kawakan Saudi, Jamal Khashoggi.

Konjen Mohammed al-Otaibi bertolak menuju Riyadh dengan menggunakan penerbangan Saudi pada Selasa (16/10) waktu setempat. Kantor berita Turki, Anadolu Agency juga melaporkan bahwa Konjen Saudi tersebut telah meninggalkan Turki.

Situs Bandara Internasional Ataturk menunjukkan sebuah penerbangan Saudi lepas landas menuju Riyadh pada pukul 14.00 GMT. Media-media Turki juga melaporkan bahwa al-Otaibi menggunakan penerbangan tersebut.

Menurut laporan Haber-Turk, Konjen Saudi tersebut menggunakan pintu VIP di Bandara Internasional Ataturk. Sebelumnya, tim kepolisian dan jaksa Turki telah melakukan penggeledahan di gedung Konsulat Saudi di Istanbul pada Senin (15/10) waktu setempat terkait hilangnya Khashoggi. Penggeledahan pada malam hari itu berlangsung selama 8 jam.

Ditangkap dan Diusut
Wakil Presiden AS Mike Pence meminta kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi yang diduga tewas di konsulat Arab Saudi di Istanbul diusut tuntas. Pence mengatakan dunia berhak mengetahui kejadian sebenarnya terhadap kasus itu.

"Sangat penting bahwa dunia mengetahui yang sebenarnya. Jika faktanya Khashoggi dibunuh, kita perlu mengetahui siapa yang bertanggungjawab. Kita harus menahan mereka yang bertanggungjawab. Kita akan sampai tuntas ke dasar," kata Pence.

Pence menambahkan pentingnya penuntasan kasus tersebut karena Kashoggi merupakan anggota wartawan yang bebas dan independen. Ia mengkutuk kekerasan yang dialami wartawan di era bebas dan independen ini.

"Lebih penting lagi bahwa dia merupakan anggota pers yang bebas dan independen. Serta setiap kehilangan nyawa merupakan hal yang menyedihkan. Setiap kekerasan harus dikutuk. Ini juga merupakan serangan terhadap pers yang bebas dan independen," kata Pence.

Sementara itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan berangkat ke Ankara, Turki usai mengunjungi Arab Saudi. Kunjungan tersebut akan membahas kasus jurnalis Jamal Khashoggi yang diduga tewas di konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Sebelumnya Presiden Donald Trump menelepon Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman dan mengatakan Salman mengaku tidak mengetahui sama sekali soal insiden itu. Trump juga pernah menelpon Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz. Trump mengatakan, kemungkinan Khashoggi dibunuh oleh seorang penjahat. Dalam cuitan selanjutnya, Trump mengatakan Putra Mahkota Arab Saudi akan mulai melakukan penyelidikan secara meluas dalam kasus Khashoggi. (Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU