Home  / 
Pejabat Keamanan Turki: Jurnalis Saudi Dibunuh atas Perintah "Pimpinan Tinggi"
* Inggris Peringatkan Saudi Soal Hilangnya Jurnalis di Istanbul
Kamis, 11 Oktober 2018 | 16:44:10
SIB/Rtr
Dari gambar rekaman video CCTV yang diperoleh TRT World menunjukkan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi (kanan) saat memasuki gedung konsulat Arab Saudi, di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018.
Istanbul (SIB) -Sumber pejabat keamanan Turki menyimpulkan jurnalis Arab Saudi yang menghilang, Jamal Khashoggi, dibunuh atas perintah "pimpinan tertinggi". New York Times via Straits Times melaporkan Rabu (10/10), sumber itu menerangkan Khashoggi dibunuh dua jam setelah dia tiba di Konsulat Saudi di Istanbul. Dia dibunuh oleh 15 orang, di mana salah satunya merupakan pakar forensik yang membawa gergaji tulang untuk memutilasi tubuhnya. "Ini seperti Pulp Fiction," kata sumber itu merujuk kepada film kriminal Amerika Serikat (AS) pada 1994 yang dibintangi John Travolta. 

Kesimpulan itu didapatkan karena hanya pejabat tinggi Saudi yang bisa memerintahkan operasi yang rumit dan berlangsung cepat tersebut. Pejabat anonim itu menuturkan, 15 agen Saudi itu tiba menggunakan dua penerbangan berbeda Selasa pekan lalu (2/10), atau hari di mana Khashoggi dilaporkan hilang. Ke-15 orang itu meninggalkan gedung Konsulat Saudi beberapa jam kemudian. Otoritas Turki berhasil mengidentifikasi sebagian besar berasal dari dinas keamanan. 

Kesimpulan itu kemudian diberikan kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (6/10), setelah para pejabat secara anonim memberi tahu bahwa Khashoggi dibunuh di dalam konsulat. Sementara sumber lain menjelaskan intelijen Turki berhasil memperoleh video pembunuhan yang dibuat Saudi untuk menunjukkan misi telah terlaksana. Sebelumnya, pejabat keamanan Turki menyebut rekaman kamera pengawas di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul yang memuat jejak keberadaan jurnalis Saudi yang hilang telah dicuri. Melansir dari The New Arab, pihak konsulat Saudi di Istanbul mengklaim bahwa tidak ada rekaman CCTV di dalam gedung pada saat hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. 

Otoritas Turki pun menuding rekaman tersebut telah diambil dan dibawa oleh kelompok 15 warga Arab Saudi yang datang ke Istanbul pada hari dan waktu yang bersamaan dengan Khashoggi dan telah pergi di hari yang sama. Seorang kolumnis di media pro-pemerintah Kemal Ozturk membenarkannya. "Ada video yang memperlihatkan momen dia dibunuh," tutur dia. 

Pejabat anonim itu melanjutkan, dia berharap AS bisa memimpin pencarian karena jurnalis 59 tahun itu tercatat sebagai warga AS, serta kolumnis Washington Post. The Times melansir, tidak dijelaskan bagaimana para pejabat Turki tersebut bisa menyimpulkan demikian. Kesimpulan tersebut langsung mendapat bantahan dari pemerintah Saudi, termasuk oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). 

Sebelumnya Erdogan dalam konferensi pers meminta Riyadh menunjukkan bukti Khashoggi telah meninggalkan gedung konsulat di Istanbul. "Bukankah Anda memiliki kamera pengawas? Jika dia memang telah meninggalkan gedung, Anda harus menunjukkannya dengan rekaman," terang dia. 

Sebelumnya, pemerintah Turki telah meminta izin untuk melakukan penggeledahan di gedung konsulat di Istanbul. "Pihak berwenang Saudi mengatakan mereka terbuka untuk bekerja sama dalam pencarian yang dilakukan di gedung konsulat," kata Kementerian Luar Negeri dalam pernyataan. 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga telah meminta kepada otoritas Arab Saudi untuk dalam menunjukkan bukti bahwa Khashoggi sudah meninggalkan gedung konsulat di Istanbul. 

"Para pejabat di konsulat tidak bisa mengelak dengan mengatakan bahwa dia sudah meninggalkan gedung. Bukankah Anda memiliki kamera pengawas?" kata Erdogan dalam konferensi pers, Senin (8/10). "Jika dia (Khashoggi) memang telah meninggalkan gedung, Anda harus membuktikannya dengan rekaman. Mereka yang bertanya kepada otoritas Turki seharusnya menanyakan apa yang terjadi," tambahnya.

Media Turki Rilis Identitas 15 Tersangka
Surat kabar Turki propemerintah, Sabah, membeberkan identitas 15 warga Arab Saudi yang dicurigai terlibat dalam kasus hilangnya jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi. Belasan warga Saudi itu disebut sebagai 'tim intelijen' yang tiba di Turki sesaat sebelum Khashoggi menghilang.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (10/10), surat kabar berbahasa Turki, Sabah, melaporkan bahwa 15 warga Saudi itu tiba di Bandara Ataturk, Istanbul pada 2 Oktober lalu. Sebanyak 12 orang di antaranya tiba pada dini hari, didasarkan pada foto-foto mereka saat berada di pos pemeriksaan paspor.

Menurut surat kabar Sabah, belasan warga Saudi itu tiba di Istanbul dengan menumpang penerbangan jet sewaan milik Sky Prime Aviation, yang merupakan maskapai untuk pesawat sewaan yang berkantor di Riyadh, Saudi. Khashoggi (59) menghilang sejak masuk ke dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu, untuk mengurus dokumen resmi bagi pernikahannya dengan tunangannya asal Turki, Hatice Cengiz. 

Sang tunangan menemani Khashoggi namun tidak diizinkan masuk bersamanya. Cengiz pun menunggu di luar Konsulat Saudi namun Khashoggi tidak pernah keluar. Dalam laporan terbaru, Sabah merilis secara lengkap nama dan tahun kelahiran 15 warga Saudi yang dicurigai terlibat insiden hilangnya Khashoggi. Beberapa foto warga Saudi itu juga dirilis. 

Tidak disebut lebih lanjut oleh Sabah soal bagaimana data dan foto-foto itu didapatkan. Namun informasi Sabah itu sesuai dengan informasi yang disampaikan sumber keamanan Turki kepada Reuters sebelumnya, bahwa ada sekitar 15 warga Saudi, termasuk sejumlah pejabat, yang tiba di Istanbul dan masuk ke Konsulat Saudi pada hari yang sama saat Khashoggi menghilang. Belasan warga Saudi yang mencurigakan itu diketahui meninggalkan Turki usai Khashoggi dilaporkan hilang. 

Menurut Sabah, 15 warga Saudi itu menginap di dua hotel yang terletak di kawasan yang sama dengan lokasi Konsulat Saudi di Istanbul. Dengan enam orang di antaranya menginap di Wyndham Grand Hotel dan sembilan orang lainnya menginap di Movenpick Hotel. Tidak hanya itu, salah satu dari 15 warga Saudi yang teridentifikasi nama dan fotonya itu, diketahui berprofesi sebagai seorang pakar forensik dan merupakan anggota Saudi Society of Forensic Medicine. 

Sebanyak 15 warga Saudi yang identitasnya dibeberkan Sabah itu disebut meninggalkan Turki dengan empat jadwal penerbangan berbeda. Mereka terbang keluar dari Turki juga dengan penerbangan Sky Prime Aviation. Belum ada tanggapan dari otoritas Saudi terkait laporan surat kabar Sabah ini.

Inggris Peringatkan Saudi
Hilangnya jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki, menuai berbagai reaksi dari banyak negara. Kini giliran Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt yang mengharapkan jawaban mendesak dari Saudi atas nasib Khashoggi yang hilang sejak pekan lalu. BBC mewartakan pada Rabu (10/10), dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir, Hunt memperingatkan hubungan persahabatan kedua negara akan bergantung pada nilai-nilai bersama. 

"Kekerasan terhadap jurnalis di seluruh dunia sedang meningkat dan merupakan ancaman besar bagi kebebasan berekspresi," tulisnya di Twitter. "Jika laporan media terbukti benar, kami akan menganggap insiden itu dengan serius, dan persahabatan bergantung pada nilai bersama," imbuhnya. 

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut angkat bicara soal menghilangnya Khashoggi usai masuk ke gedung konsulat Saudi di Istanbul. "Saya prihatin. Saya tidak suka mendengar tentang itu. Mudah-mudahan akan terselesaikan dengan sendirinya," ujar Trump, seperti dikutip dari CNN. "Sekarang, tidak ada yang tahu apa-apa tentang hal tersebut. Ada beberapa cerita buruk yang beredar. Saya tidak menyukainya," imbuh Trump. 

Jamal Khashoggi, wartawan yang dikenal kritis terhadap pemerintah kerajaan Arab Saudi, dilaporkan hilang pada Selasa (2/10) pekan lalu setelah memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul. Sejak saat itu keberadaan Khashoggi tidak diketahui dan mendorong dilakukannya operasi pencarian oleh pemerintah Turki. Kepolisian Turki menduga Khashoggi telah dibunuh oleh 15 warga Saudi yang datang ke Istanbul dengan pada hari yang sama dan juga berada di gedung konsulat bersamaan dengan Khashoggi. Ke-15 warga Arab Saudi tersebut diketahui sudah meninggalkan Istanbul pada hari yang sama. (CNNI/BBC/TST/Kps/Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
5 Pelaku Illegal Logging Dibekuk, 10 Ton Kayu Diamankan
Polsek Percut Sei Tuan Amankan 1 Pelaku Penganiaya dan Pengeroyok
Polsek Patumbak Diduga "Tangkap Lepas" Bandar Narkoba
KPAI: 85 Persen Kenakalan Anak Akibat Pengasuhan Orangtua Kurang Baik
Akbar Tandjung Sebut Golkar Sumut Sudah Laksanakan AD/RT dengan Benar
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU