Home  / 
Terduga Pelaku Pembunuhan Jurnalis Bulgaria Ditangkap di Jerman
Kamis, 11 Oktober 2018 | 16:41:35
SIB/Yahoonews
Mendiang Victoria Marinova semasa hidup ketika melakukan siaran media. Jurnalis wanita Bulgaria tersebut ditemukan tewas di kota Ruse pada 6 Oktober lalu.
Sofia (SIB) -Otoritas penegak hukum Bulgaria mengumumkan identitas terduga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan jurnalis perempuan bernama Viktoria Marinova. Ketua Jaksa Penuntut Sotir Tsatsarov, Rabu (10/10) berkata, terduga pelaku bernama Severin Kasimorov, dan lahir pada 1997. Sementara Menteri Dalam Negeri Mladen Marinov dalam konferensi pers menuturkan, Kasimorov ditangkap di Jerman, dan diekstradisi pada Selasa malam waktu setempat (9/10). 

"Kami mempunyai cukup bukti yang menghubungkan orang itu dengan pembunuhan yang terjadi pada pekan lalu," demikian penjelasan Marinov. Sementara Tsatsarov memaparkan Kasimorov mempunyai catatan kriminal di mana dia pernah terlibat kasus perkosaan dan pembunuhan sebelumnya. Tsatsarov berujar, bukti awal belum menunjukkan jika Marinova dibunuh karena menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan dana Uni Eropa (UE). "Bukti yang ada menunjukkan pria itu menyerang korban secara spontan. Namun, kami bakal menginvestigasi segala kemungkinan," janji Tsatsarov. 

Sebelumnya, jenazah Marinova ditemukan di sekitar trek jogging dekat Sungai Danube di kota Ruse Sabtu pekan lalu (6/10). Dari hasil pemeriksan, jurnalis televisi lokal TVN itu diperkosa dan disiksa sebelum dibunuh dengan luka di bagian kepala dan dicekik. Muncul dugaan wartawan berusia 30 tahun itu dibunuh karena mengusut dugaan korupsi melibatkan dana Uni Eropa (UE) yang melibatkan pengusaha besar dan politisi. Apalagi, dia sempat membawakan acara bernama Defector dengan episode pertamanya mengudara pada 30 September lalu. 

Dalam acara itu, Marinova mewawancarai jurnalis investigasi Dimitar Sotyanov dari situs Bivol.bg dan Attila Biro dari Proyek Pengembangan Romania. Dalam penjelasannya, polisi menjelaskan tidak ada bukti pembunuhan Marinova ada hubungannya dengan penyelidikan dugaan korupsi. Selain itu, mereka mengaku tidak menerima informasi dia diancam sebelum dibunuh. Namun, pendapat berbeda disuarakan pemilik Bivol.bg Asen Yordanov. 

Yordanov menyatakan dia menerima kabar yang terpercaya bahwa hidup Marinova dalam bahaya dikarenakan materi berita yang disajikannya. "Dilihat dari cara pembunuhannya, kematian Marinova menurut saya merupakan bentuk eksekusi. Sesuatu seperti peringatan," papar Yordanov. 

BBC memberitakan, ratusan orang dari seluruh Bulgaria berkumpul dan berkabung bagi Marinova di negara UE yang dilaporkan begitu buruk dalam urusan kebebasan pers. Marinova menjadi jurnalis yang dibunuh di Eropa dalam setahun terakhir. Sebelumnya, wartawan Slovakia Jan Kuciak ditembak mati Februari lalu. Kemudian jurnalis investigasi terkenal Malta, Daphne Caruana Galizia, tewas setelah mobil yang ditumpanginya meledak pada Oktober 2017. (AFP/Kps/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Babinsa Agara Bantu Petani Panen Padi
Tambal Sulam Hotmix Dinas Bina Marga Sumut Resahkan Pengendara di Jalinsum Langkat
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam
KPAI Minta Pelaku Kekerasan Seksual 4 Siswi SD di Langkat Ditangkap
Jalan Antar Kecamatan di Karo Rusak Berat dan Butuh Perbaikan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU