Home  / 
Bayar Utang Rp 3.600 Triliun, Mahathir Berencana Jual Aset Malaysia
Rabu, 10 Oktober 2018 | 16:52:21
SIB/AFP
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kanan) bersama tokoh politik Anwar Ibrahim (tengah) dan Menteri Dalam Negeri Muhyiddin Yassin pada 1 Juni 2018.
Kuala Lumpur (SIB) -Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyebut dia membutuhkan pemasukan baru untuk membayar utang 1 triliun ringgit, atau Rp 3.663 triliun. Dalam pidatonya dikutip Reuters via Channel News Asia Selasa (9/10), Mahathir berencana menerapkan pajak baru dan menjual aset Malaysia. 

Dalam konferensi pers diwartakan The Star, PM berusia 93 tahun itu menjelaskan pajak baru itu bakal berbeda dari Pajak Penjualan dan Jasa. "Pajak ini tidak akan membebani rakyat Malaysia terlalu banyak. Karena itu kami masih mencari formulasi yang tepat," papar Mahathir. PM dari koalisi Pakatan Harapan itu menuturkan, aset yang bakal dijual bakal berbentuk tanah maupun aset berharga yang lain. 

Mahathir menjabarkan pendahulunya, Najib Razak, menjual aset itu kepada pihak asing yang dia anggap tidak memberikan dampak positif bagi Malaysia. PM yang berkuasa di 1981 hingga 2003 itu berkata dia mempunyai niat untuk menjual aset tersebut kepada rakyat Malaysia sendiri. "Mereka mengembangkan aset seperti misalnya membangun kawasan permukiman yang bisa memberikan mereka keuntungan," beber dia. Lebih lanjut, politisi yang pernah merangkap sebagai Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri itu berujar bakal mereformasi aparat pemerintahan. "Reformasi itu adalah tantangan yang kami hadapi. Saya yakin kami bisa membentuk kembali aparat yang dihancurkan rezim sebelumnya," tegas dia. 

Mahathir menyalahkan Najib sebagai orang yang membuat utang Malaysia menumpuk setelah memenangkan pemilihan umum 9 Mei lalu. Selain membatalkan sejumlah proyek yang dianggap tidak menguntungkan, Mahathir juga membuka donasi bernama Tabung Harapan bagi rakyat Malaysia yang berniat mengurangi utang negara. Hingga 28 September, media Malay Mail memberitakan total sumbangan yang terkumpul mencapai 193,98 juta ringgit atau sekitar Rp 708,6 miliar. 

Anwar: Saya Menyayangi Mahathir
Sementara itu, tokoh politik Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa dia tidak lagi mempunyai masalah dengan Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Pernyataan itu disampaikan Anwar dalam kampanye pemilihan anggota parlemen kota Port Dickson di mana Mahathir juga hadir dan menyatakan dukungannya kepada politisi 71 tahun itu. Dilansir Channel News Asia Selasa (9/10), pemilihan parlemen Port Dickson merupakan momen pertama keduanya berkampanye bersama sejak 20 tahun silam. "Saya mengatakan ini dengan penuh ketulusan. Saya tahu beliau. Saya menyayangi beliau sebagai ayah dan pemimpin saya," puji Anwar. 

Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu mengaku di masa lalu dia pernah menjadi salah satu penentangnya. Kini, dia memuji Mahathir sebagai sosok yang pantas memimpin Malaysia. Sementara Mahathir berujar dia sangat bisa hadir dan mendukung mantan wakilnya di periode 1993 hingga 1998 silam tersebut. PM berusia 93 tahun itu menyuarakan harapan Anwar bisa menang. "Sehingga kami bisa bekerja bagi negara yang kami cintai ini," tegas dia. 

Pemimpin yang pernah berkuasa pada 1981 hingga 2003 itu menjelaskan, jika dia dan Anwar masih memikirkan masa lalu, mereka tidak bakal bisa bekerja sama. Dia mencontohkan Menteri Pertahanan Mat Sabu dan Menteri Keuangan Lim Guan Eng pernah dipenjara ketika dia berkuasa. "Namun, mereka bersedia melupakan masa lalu demi menghadapi tantangan bersama. Karena itu, saya juga demikian," kata Mahathir. 

Hubungan Mahathir dan Anwar sempat renggang ketika Anwar dipecat dan dipenjara pada 1999 atas tuduhan korupsi dan perbuatan sodomi. Di 2016, keduanya berdamai sebagai usaha untuk menjungkalkan Najib Razak yang saat itu tersandung skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). 

Mahathir yang memimpin koalisi Pakatan Harapan mengalahkan Najib dan koalisi Barisan Nasional dalam pemilihan umum 9 Mei. Sebagai bagian kesepakatan, Mahathir berjanji bakal menyerahkan kursi orang nomor satu Negeri "Jiran" kepada Anwar setelah dua tahun menjabat. (StarOnline/CNA/Kps/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Melamar Wanita yang Sama, 2 Pria Berkelahi di Tempat Umum
Suami Palsukan Kematian, Istri dan Anak Bunuh Diri
Demi Sembuhkan Anak, Orangtua Beli Pulau Rp 2,2 Miliar
Lumpuh Setelah Jatuh dari Ranjang Saat Bercinta
Demi Balas Budi, Seorang Pria Bangun Vila Rp7 Miliar Buat Anjingnya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU