Home  / 
Parade Militer di Iran Diserang, 29 Orang Tewas
* Iran Panggil Diplomat Denmark, Belanda dan Inggris
Senin, 24 September 2018 | 13:39:12
SIB/AFP
Personel militer tiarap saat mendengar rentetan tembakan dalam serangan terhadap parade militer di kota Ahvaz, Khuzestan, Iran, Sabtu (22/9).
Iran (SIB) -Sebanyak 29 orang tewas dan 60 lainnya terluka dalam serangan terhadap parade militer di Iran. Adapun korban yang tewas adalah personel militer, warga dan wartawan yang turut menyaksikan parade tersebut.

"Teroris mulai menembak dari jarak jauh saat berada di dalam taman ketika warga sipil menyaksikan pawai," kata Juru bicara pasukan bersenjata Iran Brigadir Jenderal Abolfazi Shekarch, mengatakan pada kantor berita Iran Mehr, dilansir CNN, Minggu (23/9). Adapun tiga orang penyerang ditembak mati oleh pasukan keamanan, sementara satu lainnya ditangkap.

Kelompok separatis menamakan sebagai Gerakan Demokrasi Arab Patriotik mengklaim bertanggungjawab dalam serangan tersebut. Kantor berita IRNA mengatakan kelompok tersebut didukung oleh Arab Saudi.

"Para teroris menyamar sebagai anggota pasukan Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolution Guards Corps (IRGC) dan Basiji (sukarelawan) menembaki pihak berwenang dan orang-orang dari belakang stan selama pawai," kata Gubernur Khuzestan Gholam-Reza Shariati, menurut IRNA.

Juru bicara IRGC, Ramezan Sharif mengatakan para penyerang tersebut berafiliasi dengan kelompok teroris pendukung Arab Saudi. "Orang-orang menembaki masyarakat dan tentara selama parade terhubung dengan kelompok Al-Ahvaziya yang diberi makan oleh Arab Saudi," kata Sharif.

Sementara itu Arab Saudi belum menanggapi hal tersebut. Serangan terjadi saat parade militer yang digelar untuk menandai peringatan dimulainya perang dengan Irak. Parade militer ini digelar di banyak kota di Iran. Media pemerintah Iran mengatakan para militan dianggap berada di balik serangan itu. Penembakan itu berlangsung selama sekitar 10 menit, namun pasukan keamanan telah berhasil mengendalikan situasi. 

Terkait serangan parade militer, pemerintah Iran memanggil diplomat dari Denmark, Belanda, dan Inggris. Menurut Iran, para duta besar tersebut mengetahui tentang protes kuat Iran atas ketiga negara tersebut yang dianggap menjadi tuan rumah beberapa kelompok teroris yang melakukan serangan. 

Pejabat Iran juga menyalahkan "rezim asing" yang didukung oleh Amerika Serikat. Iran meminta Denmark dan Belanda untuk mengekstradisi pelaku dan pendukungnya untuk diadili di negara Timur Tengah. "Ini tidak dapat diterima, Uni Eropa tidak memasukkan mereka dalam daftar hitam teroris selama mereka tidak melakukan kejahatan di tanah Eropa," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi. Kepada Inggris, Iran memprotes siaran juru bicara kelompok teroris Al-Ahvazi yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu melalui jaringan TV yang berbasis di London. 

Bersumpah Membalas
Presiden Iran Hassan Rouhani bersumpah akan memberikan balasan yang menghancurkan atas serangan yang dilancarkan saat parade militer di kota Ahvaz. "Tanggapan dari Republik Islam Iran terhadap ancaman sekecil apa pun akan sangat menghancurkan," kata Rouhani dalam pernyataan di situs resmi presiden. "Mereka yang memberi dukungan intelijen dan propaganda kepada teroris ini akan mendapatkan balasannya," tambah presiden. 

Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menuliskan dalam akun media sosial Twitter-nya, bahwa pelaku penyerangan di kota perbatasan Irak itu adalah teroris yang direkrut, terlatih, dipersenjatai dan dibiayai oleh rezim asing. "Iran berpendapat sponsor teror regional dan tuan mereka di AS bertanggung jawab atas serangan semacam itu," tulisnya. Stasiun televisi Iran menyebut jumlah korban tewas akibat serangan telah mencapai 29 orang. 

Juru bicara pasukan bersenjata, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi mengatakan pelaku serangan sebanyak empat orang dengan tiga di antaranya ditembak mati di lokasi kejadian. "Sementara yang keempat yang terluka dan ditangkap, namun kemudian tewas karena luka parah yang dideritanya," kata Shekarchi. Wakil Gubernur Khuzestan, Ali-Hossein Hosseinzadeh mengatakan, delapan hingga sembilan korban tewas adalah tentara dan ada seorang wartawan. 

SITE Intelligence Group, yang memonitor situs-situs kelompok ekstremis, melaporkan ISIS menyebut serangan itu sebagai tanggapan terhadap keterlibatan Iran dalam konflik di seluruh kawasan. Parade militer yang digelar pada Sabtu tersebut merupakan bagian dari sejumlah pawai yang juga diselenggarakan di kota-kota lain. Namun, serangan yang menargetkan provinsi yang berbatasan langsung dengan Irak dan memiliki sejumlah besar etnis Arab, terbilang sangat jarang terjadi. (CNN/AFP/dtc/kps/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bamsoet Pastikan Kasus Penembakan di DPR Bukan Teror, Tapi Peluru Nyasar
Panitia Nasional Tinjau Venue Perayaan Natal 2018 di Medan
Korupsi Alat Kontrasepsi Rp 72 M, Pejabat BKKBN Dibui 2 Tahun
Gubsu Serahkan Tali Asih Rp 2,5 M kepada 10 Atlet Berprestasi di Asian Para Games 2018
Jokowi Beri Beasiswa kepada 5.144 Mahasiswa Korban Gempa Lombok
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU