Home  / 
Wakil Jaksa Agung AS Bantah Berencana Gulingkan Presiden Trump
* Berniat Tembak Trump, Polisi AS Tangkap Seorang Pria
Senin, 24 September 2018 | 13:38:12
Washington (SIB) -Wakil Jaksa Agung AS Rod Rosenstein membantah laporan bahwa ia mendiskusikan permohonan klausul konstitusional untuk menggulingkan Presiden Donald Trump. Pejabat hukum paling senior kedua Amerika itu mengatakan tuduhan itu "tidak akurat dan salah secara faktual". Harian The New York Times, mengutip sumber-sumber anonim, juga mengatakan Rosenstein menyarankan diam-diam merekam Trump untuk mengekspos kekacauan di Gedung Putih. Namun seorang sumber mengatakan kepada BBC bahwa itu adalah komentar sarkastik. Rosenstein dilaporkan telah membuat pernyataan itu setelah Trump memecat direktur FBI James Comey tahun lalu.

James Comey pada saat itu mengawasi penyelidikan lembaganya terkait dugaan hubungan antara kampanye Trump dan Rusia. Ketika ditanyakan mengapa Comey dipecat, jawaban Trump mengacu pada "hal Rusia itu". Trump berbicara pada satu kampanye di Missouri pada Jumat malam bahwa ada "bau busuk yang tak hilang-hilang" tentang apa yang sedang terungkap di Departemen Kehakiman AS. Dia mengatakan akan menyingkirkannya sama seperti pemerintahannya "telah menyingkirkan orang jahat di FBI".

The New York Times melaporkan bahwa Rosenstein telah mendiskusikan merekrut anggota kabinet untuk meminta amandemen ke-25 konstitusi AS, yang menetapkan untuk mencopot presiden jika dia dianggap tidak layak untuk jabatannya.

Harian itu juga mengatakan ia menyarankan diam-diam merekam Trump untuk mengungkap kekacauan dan disfungsi Gedung Putih. Saran itu muncul selama pertemuan dan percakapan pada Mei 2017 dengan pejabat Departemen Kehakiman dan FBI. Surat kabar itu mengutip beberapa sumber tanpa nama yang diberi pengarahan tentang kejadian tersebut.

Menurut media AS, sumber dari tuduhan itu adalah memo yang dibuat oleh mantan direktur sementara FBI Andrew McCabe, yang dipecat oleh Trump pada bulan Maret tahun ini. Pengacara McCabe, Michael Bromwich, mengatakan kliennya "tidak mengetahui bagaimana media memperoleh memo itu". Bromwich mengatakan memo itu telah diserahkan kepada penasihat khusus yang sedang menyelidiki kemungkinan ikut campurnya Rusia dalam pemilihan 2016, dan bahwa salinan lain tetap dengan FBI.

Bagaimana Tanggapan Rosenstein?
Wakil jaksa agung itu mengeluarkan pernyataan yang mengatakan: "Kisah New York Times tidak akurat dan salah secara faktual." "Saya tidak akan mengomentari lebih jauh cerita berdasarkan sumber anonim yang jelas-jelas bias terhadap departemen dan memajukan agenda pribadi mereka sendiri."
"Tapi biar saya jelaskan tentang ini: Berdasarkan keterlibatan diri saya dengan presiden, tidak ada dasar untuk meminta amandemen ke-25."

Seorang staf media Departemen Kehakiman mengatakan kepada BBC bahwa komentar Rosenstein tentang merekam secara diam-diam presiden adalah lelucon. Pernyataan itu dikaitkan dengan "seorang sumber yang ada di ruangan" dan dikatakan untuk mengingat percakapan itu. "Pernyataan itu sarkastis dan tidak pernah dibahas dengan maksud merekam pembicaraan dengan presiden," kata sumber yang tidak disebutkan namanya itu. Juru bicara itu tidak segera membalas email berisi pertanyaan apakah amandemen ke-25 didiskusikan selama pertemuan itu.

Di media AS lainnya, ada skeptisisme bahwa wakil jaksa agung AS itu dengan sungguh-sungguh mengusulkan untuk menjatuhkan presiden. Mengaktifkan bagian yang relevan dari amandemen ke-25 akan membutuhkan mayoritas kabinet Trump, wakil presiden dan mayoritas di Kongres, yang saat ini dikendalikan oleh partai presiden. The Washington Post juga melaporkan bahwa pernyataan Rosenstein tentang rekaman diam-diam itu tidak serius.

Surat kabar itu mengatakan wakil jaksa agung itu sedang menanggapi saran Andrew McCabe agar departemen kehakiman menyelidiki presiden. Menurut the Post, Rosenstein menjawab sinis: "Apa yang ingin Anda lakukan, Andy, menyadap presiden?" Surat kabar itu juga mengatakan bahwa seseorang yang hadir pada pertemuan tersebut membantah bahwa amandemen ke-25 telah terjadi. 

Seorang Pria Ditangkap
Sementara itu seorang pria bernama Shawn Richard Christy ditangkap karena berniat menembak Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Aparat membekuknya di area hutan di Mifflin, Ohio. Seperti dikutip dari CNN, Sabtu (23/9), pria 27 tahun itu jadi buronan polisi sejak Juni 2018, setelah surat perintah penangkapan dikeluarkan, yang menuduhnya memposting ancaman di Facebook yang ditujukan pada Donald Trump dan Jaksa Wilayah Northampton County, Pennsylvania, John Morganelli. "Teruskan saja Morganelli, aku berjanji akan menyarangkan sebuah peluru di kepalamu sesegera mungkin setelah aku menembakkan satu lainnya di kepala Presiden Donald J Trump," demikian bunyi postingannya di Facebook.

Christy ditahan pada Jumat 21 September 2018, setelah pengejaran oleh aparat. Ia ditemukan membawa sebuah pisau dan sebuah pistol kaliber .380. Pria itu juga jadi incaran kepolisian negara bagian Pennsylvania dalam kasus pencurian, percobaan dalam perkara kekerasan, dan ketidakhadirannya memenuhi panggilan aparat atas kasus penyerangan berat. Ia mengancam akan menggunakan kekuatan mematikan pada aparat yang berniat memenjarakannya. Pihak berwenang yakin, Christy mencuri sebuah truk pickup di Pennsylvania pada 16 September 2018. Ia kemudian menabrakkan kendaraan itu di dekat Interstate 71 dan Ohio Highway 13, lalu kabur. Setelah penangkapannya, aparat merilis informasi yang mengungkapkan, tersangka dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa.

Dia akan ditahan di tahanan setempat, sambil menunggu ekstradisinya kembali ke Pennsylvania. Sekitar 100 aparat hukum, dari berbagai lembaga dan kesatuan di Ohio Utara, memburu Christy sejak 17 September lalu. "Kasus ini merepresentasikan definisi kerja tim dan dedikasi penuh untuk mewujudkan keadilan. Kami ingin menyampaikan terima kasih pada warga atas dukungan luar biasa pada upaya kami menangkap tersangka dengan selamat," kata David B. Webb , US Marshal untuk Distrik Pennsylvania Timur. (BBCI/dtc/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Babinsa Agara Bantu Petani Panen Padi
Tambal Sulam Hotmix Dinas Bina Marga Sumut Resahkan Pengendara di Jalinsum Langkat
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam
KPAI Minta Pelaku Kekerasan Seksual 4 Siswi SD di Langkat Ditangkap
Jalan Antar Kecamatan di Karo Rusak Berat dan Butuh Perbaikan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU