Home  / 
Wakil PM Italia Salahkan Uni Eropa atas Insiden Jembatan Ambruk
Kamis, 16 Agustus 2018 | 15:05:16
SIB/Rtr
Sejumlah personel tim penyelamat bekerja melakukan upaya pencarian para korban yang tertimpa puing puing bangunan beton jembatan yang rubuh di Genoa, Italia.
Genoa (SIB) -Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, menuding Uni Eropa (UE) bertanggung jawab atas jembatan ambruk yang terjadi di Genoa. Kepada awak media di Catania seperti dilansir, Rabu (15/8), Salvini menyebut pembatasan anggaran yang dilakukan UE bisa berisiko membahayakan. Defisit Italia pada 2018 ini telah menyentuh 1,6 persen GDP, sementara Zona Eropa menetapkan ambang batas 3 persen. 

Meski begitu, Komisi Eropa bersikeras agar pengeluaran Italia dibatasi karena utang mereka yang sudah mencapai 2,3 triliun euro, terbesar di Benua Biru. "Jika pihak luar membatasi pengeluaran untuk membangun jalan yang aman, maka perlu dipertanyakan perlukah kita mengikutinya," kata Salvini. Wakil PM yang juga Menteri Dalam Negeri itu menyatakan, sangat tidak masuk akal jika mereka harus mengikuti aturan namun mengorbankan keselamatan warga Italia. 

Insiden di Ponte Morandi terjadi ketika pemerintahan Perdana Menteri Giuseppe Conte mempersiapkan anggaran untuk 2019. Salvini dan Wakil PM lainnya, Luigi Di Maio, mendesak UE agar bersedia menangguhkan batasan anggaran agar mereka bisa fokus pada pengeluaran krusial. Setali tiga uang dengan Salvini, Menteri Transportasi Danilo Toninelli meminta agar pengeluaran di perawatan sarana publik tidak dibatasi. Sementara Claudio Borghi, Kepala Komite Anggaran Majelis Rendah Parlemen, meminta agar keselamatan rakyat Italia dinomorsatukan. 

Pendiri lembaga konsultasi Policy Sonar, Francesco Galietti, menyebut Brussels bakal melunak setelah Ponte Morandi ambruk. "Kurangnya perawatan jelas menjadi isu utama. Saya yakin hal itu sudah cukup menekan UE menerima lebih banyak investasi publik," terangnya. Sebelumnya, salah satu seksi jembatan sepanjang 1.100 meter itu ambruk setelah hujan lebat yang mengguyur Selasa siang (14/8) waktu setempat. 

Upaya pencarian korban dalam insiden ambruknya jembatan layang di Genoa, Italia masih berlangsung. Para petugas pemadam kebakaran terus berjuang mencari korban selamat dan menyisir jenazah korban tewas yang tertimbun reruntuhan. Dalam insiden yang terjadi pada Selasa (14/8) waktu setempat, bagian jembatan layang sepanjang 80 meter ambruk dan jatuh dari ketinggian 50 meter.

Saat insiden terjadi, seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (15/8), kondisi lalu lintas di ruas jembatan layang itu sedang macet dan hujan deras mengguyur. Seorang pejabat Dinas Perlindungan Sipil setempat menyebut ada 30 mobil dan 5-10 truk yang ada di bagian jembatan layang yang ambruk.

Puing beton raksasa yang terlepas dari jembatan raya itu menimpa dua gudang, sejumlah rel kereta dan jatuh ke sungai yang ada di bawahnya. Kantor berita ANSA yang mengutip sumber dinas pemadam kebakaran setempat melaporkan korban tewas dalam insiden ini mencapai 35 orang. Sedangkan informasi terbaru dari pemerintah Liguria menyebut 19 jenazah korban telah teridentifikasi dan 15 korban luka dilarikan ke rumah sakit, dengan sembilan orang di antaranya dalam kondisi kritis. 

Lebih dari 400 orang harus dievakuasi dari gedung-gedung di dekat atau di bawah jembatan layang yang masih utuh. Menurut Dinas Perlindungan Sipil setempat, insiden ini tidak menewaskan siapapun di bawah jembatan layang, dengan korban jiwa merupakan orang-orang yang sedang mengemudikan kendaraan di atas jembatan layang yang ambruk.

Mobil-mobil dan truk yang terjatuh remuk dan bercampur dengan puing-puing beton dari jembatan layang dan gedung yang tertimpa. Dituturkan pejabat dinas pemadam kebakaran setempat, Bruno Frattasi, kepada televisi setempat, RAI, sejumlah petugas pemadam kebakaran mendengar suara-suara di bawah reruntuhan dan berhasil menyelamatkan tujuh orang. "Kami berharap bisa menemukan lebih banyak korban yang masih hidup," ucap pejabat kepolisian setempat, Alessandra Bucci. 

Sekitar 300 petugas pemadam kebakaran, dibantu 400 personel kepolisian, terus melakukan penyisiran di antara reruntuhan. Anjing pelacak dikerahkan untuk membantu pencarian korban. "Kami tidak berhenti berharap, kami sudah menyelamatkan puluhan orang dari reruntuhan. Kami akan bekerja terus hingga korban terakhir ditemukan," imbuh pejabat dinas pemadam kebakaran setempat, Emanuele Giffi kepada AFP. Jembatan layang bernama Morandi Bridge itu selesai dibangun tahun 1967 dan direnovasi tahun 2016. Jembatan itu menghubungkan pusat industri utama Italia di bagian utara dengan wilayah Riviera Italia dan pantai selatan Prancis. Penyebab ambruknya jembatan layang ini masih diselidiki otoritas setempat. (Bloomberg/Detikcom/Kps/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Diskusi Gugat Kongres, Mengurai Kusutnya Konstitusi IPPAT
Erry Nuradi dan Bobby Nasution Ramaikan Gerakan #2019 Kita Tetap Bersaudara dan Selamanya
Aksi Iriana Jokowi Gendong Bocah Papua di Punggung Curi Perhatian
Trump: Kesimpulan CIA Soal Pembunuhan Khashoggi Terlalu Prematur
Upacara Keagamaan di India Diguncang Bom, 3 Orang Tewas
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU