Home  / 
Bersitegang dengan Pemerintah Saudi, PM Kanada Enggan Minta Maaf
Jumat, 10 Agustus 2018 | 18:01:06
Ottawa (SIB) -Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menolak tegas desakan Arab Saudi untuk mencabut seruan pembebasan aktivis hak-hak sipil yang dipenjara, dan bersikeras bahwa pihaknya akan terus membela hak asasi manusia (HAM) di seluruh dunia. Oleh beberapa pihak, pernyataan PM Trudeau itu menunjukkan bahwa pertikaian diplomatik akan meningkat di antara kedua negara.

Dalam komentar publik pertamanya sejak konflik memanas, PM Trudeau mengatakan bahwa pihaknya telah berbicara langsung dengan pihak Kerajaan Arab Saudi dalam upaya untuk menyelesaikan apa yang disebutnya "perbedaan pendapat diplomatik".

PM Trudeau mengatakan Menteri Luar Negeri Kanada telah melakukan percakapan panjang dengan koleganya di Arab Saudi. Akan tetapi, dia tidak memberikan rincian tentang apa yang telah dibicarakan dalam pembicaraan tingkat menteri tersebut.

"Kami terus terlibat secara diplomatis dan politis dengan pemerintah Arab Saudi. Kami menghormati kepentingan mereka di dunia, dan mengakui bahwa mereka telah membuat kemajuan dalam sejumlah isu penting," kata PM Trudeau, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Kamis (9/8).

Dia bersikeras, bagaimanapun, Kanada akan terus menekan Arab Saudi pada catatan hak asasi manusianya. "Kami akan, pada saat yang sama, terus berbicara dengan jelas dan tegas mengenai isu-isu hak asasi manusia di dalam dan luar negeri, di mana pun kami melihat hal tersebut sangat dibutuhkan," PM Trudeau menegaskan.

Komentar PM Trudeau muncul beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menggambarkan perselisihan itu sebagai "masalah keamanan nasional". Kepada para wartawan, ia juga mengatakan bahwa pihak kerajaan masih mempertimbangkan langkah-langkah tambahan terhadap Kanada. Dia tidak menjelaskan apa yang bisa dilakukan langkah-langkah tersebut. "Kanada perlu memperbaiki kesalahan besar," kata al-Jubeir pada konferensi pers di Riyadh. "Tidak ada yang bisa dimediasi. Kesalahan telah dibuat dan kesalahan harus diperbaiki."

Ketika ditanya apakah Kanada siap untuk meminta maaf ke Arab Saudi, PM Trudeau --yang dalam beberapa tahun terakhir mendapat kecaman karena menandatangani penjualan lebih dari 900 kendaraan lapis baja ke Riyadh-- menjawab pertanyaan itu. "Warga Kanada selalu mengharapkan pemerintah kita untuk berbicara dengan kuat dan tegas, jelas dan sopan, tentang perlunya menghormati hak asasi manusia di seluruh dunia. Kami akan terus melakukan itu," katanya.

Dia juga menghindari pertanyaan tentang keengganan yang dirasakan pemerintah AS untuk mendukung Kanada dalam perselisihan. "Kami mengakui bahwa setiap negara memiliki hak untuk membuat keputusan sendiri ketika menyangkut diplomasi dan hubungan internasional," katanya. "Saya tidak akan pernah memaksakan pada negara lain apa reaksi mereka seharusnya atau apa tanggapan mereka seharusnya."

Di lain pihak, dalam beberapa hari terakhir, sejumlah negara telah menyatakan dukungan terhadap Arab Saudi, termasuk Mesir dan Rusia, yang keduanya mengatakan kepada Ottawa bahwa tidak dapat diterima untuk "memberi kuliah" pada kerajaan kaya minyak itu tentang hak asasi manusia.

"Kami selalu mengatakan bahwa politisasi masalah hak asasi manusia tidak dapat diterima," ujar Maria Zakharova, juru bicara kementerian luar negeri Rusia. "Apa yang mungkin dibutuhkan dalam situasi ini adalah saran dan bantuan konstruktif daripada kritik dari 'alasan moral'," dia menambahkan.

Sementara itu, Amerika Serikat sejauh ini menolak masuk ke dalam kisruh tersebut. Dalam sebuah pernyataan tertulis, Kementerian luar negeri setempat menggambarkan kedua negara sebagai sekutu dekat. "Kedua belah pihak harus menyelesaikannya secara diplomatis bersama-sama. Kami tidak dapat melakukannya (terlibat) untuk mereka," kata Heather Nauert, juru bicara Kemlu AS. (Liputan6/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sektor Swasta Diajak Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan Infrastruktur di Danau Toba Terbaik dan Paling Cepat
Peredaran Hoax Makin Memprihatinkan
Bagikan Buku, Kapoldasu: Generasi Penerus Bangsa Harus Cerdas
4 Tersangka Kasus Khashoggi Diduga Orang Dekat Putra Mahkota Saudi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU