Home  / 
Di Balik Keberhasilan Selamatkan 13 Orang yang Terjebak di Gua
Penyelamatan di Gua Thailand Sempat Disebut ‘Mission Impossible’
Kamis, 12 Juli 2018 | 16:13:23
SIB/Dailymail
Dua dari 12 remaja yang selamat setelah terjebak di gua selama 18 hari, memulihkan kondisi kesehatannya di sebuah rumah sakit di Chiang Rai, Utara Thailand, Rabu (11/ 7).
Bangkok (SIB) -Setelah 18 hari terperangkap di gua yang terendam banjir di Thailand, keseluruhan 13 orang berhasil dikeluarkan dengan selamat pada Selasa (10/7) kemarin. Operasi penyelamatan dramatis tersebut sebelumnya sempat disebut sebagai "Misi Mustahil" alias "Mission Impossible".

Ke-13 orang yang terdiri dari 12 anak laki-laki berumur 11 tahun hingga 16 tahun beserta pelatih sepak bola mereka, terjebak jauh di dalam gua Tham Luang di pegunungan di Thailand utara yang terendam banjir pada 23 Juni lalu. Otoritas sempat mempertimbangkan sejumlah gagasan seperti mengebor pegunungan atau menunggu hingga musim hujan berakhir dan banjir pun surut sehingga mereka bisa berjalan keluar dari gua.

Namun dengan kadar oksigen yang turun drastis di dalam gua dan musim hujan justru bisa membuat banjir semakin parah, tim penyelamat memutuskan untuk mengambil opsi yang dianggap paling mungkin, yakni mendampingi mereka menyelam melewati celah-celah sempit untuk keluar dari gua.

Rute penyelaman yang berbahaya tersebut merupakan tantangan bahkan bagi para ahli menyelam -- seorang mantan penyelam handal SEAL Angkatan Laut Thailand tewas kehabisan oksigen saat keluar dari gua pada Jumat (6/7) sebagai persiapan upaya penyelamatan para remaja.

Kebanyakan remaja tersebut tak bisa berenang dan tak satupun yang punya pengalaman menyelam. Sehingga tim penyelamat melatih mereka untuk menggunakan masker dan bernapas di dalam air via tabung oksigen. Kekhawatiran terbesar adalah anak-anak tersebut akan panik saat menyelam meski dikawal oleh penyelam ahli.

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha mengungkapkan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/7), anak-anak tersebut diberikan obat penenang untuk membantu mereka tetap tenang di dalam air. "Itu obat penenang ringan untuk mencegah anak-anak laki-laki tersebut menjadi cemas," ujar Prayut kepada para wartawan.

Narongsak Osatanakorn yang memimpin operasi penyelamatan, mengatakan bahwa operasi berbahaya itu merupakan 'mission impossible'. "Hari ini warga Thailand, tim Thailand, mencapai mission impossible," ujar Narongsak usai penyelamatan tahap terakhir pada Selasa (10/7) malam waktu setempat.

Keseluruhan 13 orang tersebut saat ini dalam kondisi sehat. Namun mereka masih dikarantina di rumah sakit, hingga para dokter memastikan mereka tidak terkena infeksi apapun dari dalam gua. Mereka dilaporkan kehilangan berat badan rata-rata 2 kilogram. Namun mereka dalam kondisi baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda stres.

Usai diselamatkan, mereka dibawa dengan helikopter ke sebuah rumah sakit yang berjarak 70 kilometer dari gua tersebut. Di rumah sakit, mereka bergabung dengan rekan-rekannya yang sedang dikarantina untuk sementara waktu.

"Dari penilaian kami, mereka dalam kondisi baik dan tidak stres. Anak-anak itu ditangani dengan baik di dalam gua. Kebanyakan bocah itu kehilangan berat badan 2 kilogram," ujar Inspektur Departemen Kesehatan Thailand, Thongchai Lertwilairattanapong, kepada wartawan.

Para orangtua dari empat remaja yang diselamatkan paling awal, yakni pada Minggu (8/7), telah diperbolehkan mengunjungi anak-anaknya di rumah sakit. Namun para orangtua harus memakai pakaian pelindung dan berdiri sejauh 2 meter sebagai pencegahan. Dituturkan Thongchai, salah satu dari empat orang yang diselamatkan terakhir pada Selasa (10/7) kemarin terdeteksi mengalami infeksi paru-paru dan semuanya telah diberi vaksin rabies dan tetanus. (Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU