Home  / 
Korban Tewas Banjir Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 179 Orang
Kamis, 12 Juli 2018 | 16:07:01
SIB/liputan6
Para pengungsi beristirahat di lokasi pengungsian di Mabi, Prefektur Okayama, Rabu (11/7), menyusul banjir dahsyat yang melanda Jepang dan menyebabkan 179 orang tewas.
Tokyo (SIB) -Korban tewas akibat banjir dahsyat di Jepang bertambah menjadi 179 orang. Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut hingga kini. Seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (11/7), juru bicara pemerintah Jepang mengatakan bahwa sekitar 67 orang masih hilang akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan lebat, yang mengguyur Jepang sejak pekan lalu. Sedangkan korban tewas saat ini mencapai 179 orang.

Kota Kurashiki di Prefektur Okayama menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Nyaris seluruh distrik di kota tersebut digenangi banjir sehingga warga terpaksa mengungsi ke atap rumah sembari menunggu diselamatkan.

Petugas penyelamat mendatangi setiap rumah untuk mencari korban selamat. "Kami menyebutnya operasi grid, di mana kami memeriksa setiap rumah untuk melihat apakah ada orang yang terjebak di dalam," ucap seorang pejabat prefektur Okayama.

"Kami tahu ini berpacu dengan waktu, kami berusaha sekeras mungkin," imbuh pejabat yang enggan disebut namanya itu. Juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, menyatakan sekitar 75 ribu personel kepolisian, petugas pemadam kebakaran dan tentara dikerahkan dalam upaya penyelamatan.

Ribuan orang saat ini masih ada di kamp pengungsian. Otoritas setempat menawarkan air minum dan kamar mandi bagi warga yang tidak memiliki akses ke air bersih. Usai banjir surut, cuaca panas ekstrem menjadi ancaman baru.

Aliran listrik untuk 3.500 rumah telah dipulihkan, namun akses air untuk lebih dari 200 ribu orang belum pulih. Situasi akan menyulitkan warga yang tidak memiliki akses ke air bersih saat dengan suhu udara diperkirakan mencapai 33 derajat Celsius. "Suhu udara akan mencapai di atas 35 Celsius di sejumlah area... Harap berhati-hati akan gelombang panas jika Anda melakukan aktivitas outdoor dan mohon tetap waspada terhadap tanah longsor," imbuh Suga.

Pada Senin (9/7) pekan ini, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membatalkan kunjungan ke luar negeri demi fokus menangani bencana banjir dan longsor ini.  Abe mengunjungi sejumlah kawasan terdampak banjir, khususnya Perfektur Okayama, wilayah yang terkena dampak paling besar.

Abe memantau wilayah yang terkena dampak dari helikoper. Ia kemudian mengunjungi pusat evakuasi di daerah tersebut. Setelah itu, Abe berkunjung ke Kota Kurashiki, kemudian bertemu dengan Gubernur Okayama di sore hari. 

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan bahwa dampak bencana ini mungkin akan lebih besar karena hujan lebat dapat menyebabkan longsor. NHK melaporkan bahwa curah hujam mencapai 364 milimeter pada pukul 05.00 hingga 07.00 di Kota Uwajima, sekitar 1,5 kali lebih besar dari curah hujan bulanan pada Juli biasanya. Sementara itu di Kota Sukumo, curah hujan 263 milimeter menerjang selama dua jam penuh.

Banjir ini disebut-sebut sebagai bencana terbesar di Jepang setelah tragedi Fukushima yang menewaskan 20 ribu orang pada 2011 lalu. Saat itu, gempa berkekuatan 9 skala Richter menghantam Jepang, memicu tsunami dan kebocoran nuklir di Fukushima. (Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Penumbangan Plang Organisasi Picu Bentrokan Dua Kelompok Pemuda di Percut Seituan
Anggaran Revitalisasi Pendopo dan Gudang di Lapangan Merdeka Ditolak Anggota Pansus DPRD Medan
Perbaikan FM IPA Sibolangit Ganggu Distribusi Air di 33 Kawasan
DPRD Dorong Pemko Medan Perpendek Birokrasi Pengurusan Izin
Politisi Gerindra Minta Pengaspalan Gang Harus Diikuti Jalan Utama
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU