Home  / 
Di Era Pemerintahan Mantan Presiden Park
Militer Korsel Siapkan UU Darurat Militer
Kamis, 12 Juli 2018 | 16:06:20
Seoul (SIB) -Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, memerintahkan penyelidikan independen khusus terhadap dugaan bahwa unit intelijen militer telah mengusulkan tindakan bersenjata terhadap aksi damai tahun lalu yang memprotes mantan Presiden Park Geun-hyeu. Seperti dilaporkan Japan Times, Rabu (11/7), pekan lalu seorang anggota parlemen dari Partai Demokrat yang berkuasa, mengungkapkan dokumen yang menunjukkan bahwa Komando Keamanan Pertahanan Angkatan Darat Korea Selatan (DSC) telah mempertimbangkan mengumumkan darurat militer jika demonstrasi menentang atau mendukung Geun-hye berujung kekerasan setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan pemakzulannya atas skandal korupsi.

Rencana yang tidak pernah dilaksanakan itu didasarkan pada prediksi bahwa Mahkamah Konstitusi akan membatalkan pemakzulan Park. Mahkamah Konstitusi akhirnya memutuskan mendakwa Park yang memicu protes kecil yang mengecam putusan.

"Presiden Moon Jae-in telah memerintahkan Menteri Pertahanan Song Young-moo untuk membentuk tim investigasi independen untuk dengan cepat dan adil menyelidiki tuduhan bahwa Komando Keamanan Pertahanan membuat dokumen yang mengusulkan mempertimbangkan undang-undang darurat militer," kantor berita Yonhap Selatan mengutip Blue House dalam pernyataan resminya.

Tim investigasi khusus akan terdiri dari jaksa militer yang tidak terkait dengan tentara atau DSC. Tim ini akan berfungsi sebagai penasihat independen, tidak tunduk pada arahan dari pejabat militer, termasuk menteri pertahanan sendiri.

Berdasarkan isi dokumen, Komando Keamanan Pertahanan menilai bahwa pengunjuk rasa anti-Park akan menyerukan "revolusi" jika pengadilan menolak pemakzulan Park. Massa Pro-Park, akan mempertimbangkan putusan pengadilan pemakzulan Park sebagai "pemberontakan," menurut dokumen yang dirilis.

Dokumen berisi sekenario bahwa kelompok pemrotes diduga akan melempar bom molotov saat demonstrasi di jalan, membakar stasiun polisi dan mencuri senjata dan mencoba menduduki gedung Mahkamah Konstitusi dan istana kepresidenan jika pengadilan tidak memutuskan tuntutan kelompok itu.

Lebih lanjut dokumen mengatakan protes itu akan menyebabkan krisis keamanan nasional pada saat Korea Utara diperkirakan akan meluncurkan provokasi atas latihan militer Korea Selatan dengan Amerika Serikat.

Namun rencana militer tidak dilaksanakan. Park sendiri ditangkap dan dijatuhi hukuman 24 tahun penjara. Park adalah putri dari mantan diktator Park Chung-hee, yang memerintah Korea Selatan selama 18 tahun setelah kudeta 1961. Dia memobilisasi militer untuk menekan protes dan mengeluarkan serangkaian keputusan darurat untuk menjebloskan penentangnya ke penjara. Setelah pembunuhannya, Mayor Jenderal Chun Doo-hwan merebut kekuasaan melalui kudeta dan melancarkan tindakan brutal terhadap pro-demokrasi di selatan Korea Selatan yang menewaskan sedikitnya 200 orang pada 1980.

Menurut dokumen itu, komando menganggap menempatkan pasukan di tempat-tempat umum yang disebut "keputusan garnisun", yang terakhir kali digunakan pada 1979. Keputusan itu memungkinkan pasukan untuk mobilisasi tetapi berbeda dari darurat militer, yang menempatkan seluruh pemerintah di bawah kontrol militer. Pemerintah liberal Moon berencana untuk menghapus keputusan tersebut. Dokumen komando ini memicu perdebatan politik yang memanas di Korea Selatan.

Partai berkuasa Moon jae-in dan aktivis liberal mengatakan dokumen itu secara virtual menargetkan para pengunjuk rasa anti-Park, yang jauh lebih banyak daripada kubu pendukung Park. Lim Tae-hoon, kepala Pusat Hak Asasi Manusia Militer untuk Korea, menyebut dokumen berisi rencana untuk meluncurkan "kudeta" untuk Park. Namun partai oposisi konservatif mengatakan, Moon berusaha menggunakan dokumen itu untuk menyerang mantan sekutu Park. Lim Tae-hoon mengatakan bahwa mereka melaporkan dua mantan perwira komando Korea Selatan kepada jaksa terkait temuan dokumen. (T/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Hariram Berharap Little India Tempat Akulturasi Seni Perkokoh Kearifan Lokal Indonesia
10 Reklame Bermasalah Kembali Ditumbangkan Tim Gabungan Pemko Medan
Pansus R-APBD Desak Dinas PMPTSP Medan Tingkatkan Pelayanan dan PAD
Selamatkan Industri Pers dan Perbukuan Nasional
1 Bal Ganja Tak Bertuan Ditemukan di Lapas Klas IIB Tanjungbalai
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU