Home  / 
Rayakan Ultah ke-93, Mahathir Tolak Pemberian Hadiah
* Istri Najib Digugat, Diminta Kembalikan Perhiasan yang Disita
Rabu, 11 Juli 2018 | 17:50:19
SIB/via The Star
Kantor Pos Malaysia merilis prangko khusus untuk merayakan ulang tahun ke-93 PM Mahathir Mohamad yang jatuh hari Selasa (10/7). Mahathir menyatakan tidak perlu memberi hadiah untuk ulang tahunnya, cukup ucapan ‘Selamat Ulang Tahun’.
Kuala Lumpur (SIB) -Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan tidak perlu memberi hadiah untuk ulang tahunnya ke-93, cukup ucapan 'Selamat Ulang Tahun'. Mahathir pun mengucapkan terima kasih kepada warga Malaysia yang telah menyelamatinya. "Kirim pesan atau ucapkan 'Selamat Ulang Tahun'. Itu yang sungguh saya apresiasi," ucap Mahathir dalam wawancara dengan Radio Bernama, Selasa (10/7).

Mahathir lahir pada 10 Juli 1925 silam. Di usia yang menginjak 93 tahun, Mahathir mencetak sejarah sebagai PM tertua di dunia. Dalam wawancara dengan Radio Bernama, Mahathir sempat berkelakar bahwa dirinya selalu melupakan hari ulang tahunnya. Namun istrinya, Siti Hasmah Mohd Ali, disebutnya sebagai sosok yang selalu mengingat hari khusus ini.

"Saya pelupa, jadi saya tidak pernah ingat ulang tahun saya. Tapi istri saya tidak pernah lupa. Pagi ini dia memberi tahu saya, 'Selamat ulang tahun'. Jadi saya aman dan saya juga merayakannyalah," ujarnya. "Jika saya harus bergantung pada diri saya, bahkan ulang tahun saya sendiri saja, saya tidak ingat," imbuh Mahathir. 

Dituturkan Mahathir bahwa hidangan ketan dan rendang daging menandai hari khusus. Dalam wawancara singkat ini, Mahathir menuturkan bahwa sebelum dirinya menjadi publik figur, dia selalu mengajak istrinya makan malam bersama di hari spesial ini. Namun kini hal itu tidak bisa dilakukan lagi. 

Sebelumnya, putri Mahathir, Marina (61), mengucapkan selamat ulang tahun sembari memuji stamina serta kegigihan ayahnya. "Saya bangga atas banyak hal yang Ayah capai, tapi tidak ada yang lebih membuat saya bangga daripada melihat Ayah masih bersedia mendengarkan dan belajar dari kolega-kolega baru Ayah," tutur Marina dalam pesannya via Facebook. 

"Tidak ada yang bisa tahu sepenuhnya apa yang diperlukan untuk kembali bekerja, pergi keluar sana dan berjuang dan kemudian menyingsingkan lengan baju untuk bekerja menyelamatkan Malaysia kita yang tercinta," ucapnya. Marina yang kini berusia 61 tahun, mengakhiri pesannya dengan sejumlah tagar bernada humor yang menyuarakan kekaguman warga Malaysia pada stamina dan kegigihan Mahathir di usia senja.

Sementara itu, produsen perhiasan asal Lebanon mengajukan gugatan hukum terhadap Rosmah Mansor, istri mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak. Gugatan ini terkait 44 buah perhiasan yang dikirimkan kepadanya awal tahun ini dan baru-baru ini disita polisi Malaysia.

Produsen perhiasan bernama Global Royalty Trading SAL yang berkantor di Beirut, Lebanon ini mengajukan gugatan hukum terhadap Rosmah di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur pada 26 Juni lalu. Mereka diwakili oleh firma hukum Messrs David Gurupatham and Koay dalam gugatan ini. Besar ganti rugi yang diminta dalam gugatan hukum ini mencapai US$ 14,79 juta (Rp 208,9 miliar).

Yang menjadi pokok gugatan adalah menuntut Rosmah segera mengembalikan 44 buah perhiasan yang dikirimkan Global Royalty Trading kepadanya. Dalam dokumen gugatan, Global Royalty Trading menyatakan Rosmah telah mengakui lewat surat bertanggal 22 Mei bahwa dirinya telah menerima perhiasan-perhiasan itu.

Puluhan perhiasan itu dikirimkan ke Rosmah untuk dipinjamkan kepadanya atau pihak ketiga. Setiap perhiasan yang tidak dipakai seharusnya dikembalikan ke Global Royalty Trading. Namun Rosmah tampaknya tidak mengembalikan perhiasan yang tidak dipakai, juga tidak membayar perhiasan yang dipakai.

Disebutkan Global Royalty Trading, surat klaim tertanggal 10 Februari jelas mencatat 44 perhiasan yang terdiri atas sebuah tiara, sejumlah kalung berlian, sejumlah cincin, sejumlah gelang dan anting-anting telah dikirimkan ke Rosmah.

Dokumen gugatan juga menyebut meski Rosmah telah mengakui bahwa dia telah menerima perhiasan itu, pada kenyataannya perhiasan itu tidak lagi ada di tangannya. Kepolisian Malaysia menggeledah sekitar enam properti terkait Najib pada pertengahan Mei lalu dan menyita barang-barang mewah juga uang tunai senilai total 1,1 miliar Ringgit (Rp 3,8 triliun) terkait skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Perhiasan-perhiasan yang dikirimkan Global Royalty Trading ikut disita polisi. Melalui gugatan ini, Global Royalty Trading berupaya mencari penetapan pengadilan bahwa mereka merupakan pemilik sah dari 44 perhiasan itu.

Global Royalty Trading juga mengupayakan perintah pengadilan agar puluhan perhiasan itu wajib dikembalikan dan kegagalan pengembalian berarti Rosmah harus membayar ganti rugi sebesar nilai total perhiasan-perhiasan itu.

Dalam gugatannya, Global Royalty Trading menyebut Rosmah sebagai pelanggan lama mereka dan terkadang dikirimi perhiasan atas permintaannya. Rosmah kemudian akan mengevaluasi perhiasan-perhiasan itu dan membeli perhiasan yang dipakainya. Pembayaran biasanya dilakukan oleh Rosmah sendiri atau melalui pihak ketiga.

Disebutkan juga oleh Global Royalty Trading bahwa Rosmah terkadang meminjamkan perhiasan itu ke pihak lain. Ditegaskan Global Royalty Trading, setiap perhiasan yang tidak dipilih dan tidak dipakai akan dikembalikan kepada mereka. (Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Penumbangan Plang Organisasi Picu Bentrokan Dua Kelompok Pemuda di Percut Seituan
Anggaran Revitalisasi Pendopo dan Gudang di Lapangan Merdeka Ditolak Anggota Pansus DPRD Medan
Perbaikan FM IPA Sibolangit Ganggu Distribusi Air di 33 Kawasan
DPRD Dorong Pemko Medan Perpendek Birokrasi Pengurusan Izin
Politisi Gerindra Minta Pengaspalan Gang Harus Diikuti Jalan Utama
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU