Home  / 
Laporan Dari Tokyo
JK Sebut Politik dan Ekonomi Indonesia Jadi Kunci di ASEAN
Rabu, 13 Juni 2018 | 17:54:56
Tokyo (SIB)- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjelaskan peran stabilitas politik dan ekonomi Indonesia bagi kawasan ASEAN. Menurut JK, saat ini stabilitas politik dan kehidupan demokrasi di Indonesia terbilang baik.

"Populasi dan ukuran ekonomi Indonesia mewakili 40 persen dari ASEAN. Karena itu, stabilitas domestiknya akan mempengaruhi kawasan. Untungnya, stabilitas politik dan ekonomi kita sangat kuat," kata JK saat memberikan materi di konferensi Future of Asia, Tokyo, Jepang, Selasa (12/6).

JK mengatakan, sejak reformasi 1998, kondisi politik di Indonesia dalam situasi yang stabil. Proses demokrasi melalui Pilkada atau Pemilu juga berlangsung dengan damai dan sukses.

"Setelah proses konsolidasi yang panjang, saat ini kami memiliki demokrasi yang hidup tetapi stabil. Sejak reformasi politik pada tahun 1998, kami memiliki tiga pemilihan legislatif presiden dan nasional, serta sekitar 2.400 pemilihan daerah. Semuanya damai. Kami yakin bahwa pemilihan mendatang akan sama damainya dengan mereka, jika tidak lebih baik," katanya.

Kendati kehidupan politik di Indonesia yang stabil, JK tak menampik aksi terorisme yang beberapa kali terjadi turut berpengaruh. Namun hal itu menjadi pelajaran agar Indonesia terus bersiap mengantisipasi dalam segala bentuk teror.

"Aksi terorisme yang meningkat dan sporadis di dunia telah mempengaruhi Indonesia juga. Beberapa serangan teroris terjadi baru-baru ini. Namun, dengan tindakan cepat, pihak berwenang Indonesia dapat menangani mereka dengan baik," kata JK.

"Kami meningkatkan kemampuan intelijen kami. Selain itu, kami membuat beberapa revisi yang perlu pada aturan hukum untuk memungkinkan tindakan yang lebih proaktif dan preventif. Kami juga mendidik masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan tindakan pencegahan," imbuhnya.

Di hadapan peserta konferensi, JK juga memaparkan sejumlah program subsidi pemerintah bagi masyarakat. Mulai dari program sosial, kesehatan hingga pendidikan. Menurutnya program tersebut penting untuk mempertahankan persatuan dan stabilitas bangsa

"Sebagai bangsa yang beraneka ragam, kami percaya akan pentingnya kemakmuran bersama untuk mempertahankan rasa persatuan dan stabilitas politik. Akibatnya, selama tiga tahun terakhir Indonesia telah mampu mengurangi ketimpangan pendapatan, tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran. Namun, kita perlu bekerja lebih keras untuk mempersempit kesenjangan dengan negara tetangga kita," papar JK. (detikcom/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Qualcomm Hadirkan Chipset Canggih untuk Ponsel Mid-Range
Sensor Sidik Jari dalam Layar Smartphone Apakah Bakal Populer?
Fakta-fakta Tentang Media Sosial yang Jarang Anda Ketahui
Indonesia Butuh Internet 5G untuk Industry 4.0
Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK Selama Asian Games 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU