Home  / 
AS Resmikan Kantor Perwakilan Baru di Taiwan
* China Kembali Tempatkan Sistem Peluncur Rudal di Laut China Selatan
Rabu, 13 Juni 2018 | 17:52:27
Taipei (SIB)- Amerika Serikat secara resmi membuka kantor perwakilannya di Taiwan, Selasa (12/6). Peresmian kantor tersebut sekaligus menandakan komitmen AS dalam membantu mempertahankan pemerintahan di pulau itu, di tengah ketegangan yang terjadi antara Taipei dengan Beijing. 

Peresmian gedung kantor perwakilan berlantai empat yang menelan anggaran sebesar 250 juta dolar AS, atau sekitar Rp 3,4 triliun, itu turut dihadiri para pejabat senior AS dan Taiwan, termasuk Presiden Tsai Ing-wen. Gedung kantor Institusi Amerika di Taiwan itu disebut memiliki struktur paling aman dan kuat di antara gedung-gedung lain di pulau itu. Struktur bangunan disebut tahan ledakan.

"Bangunan ini mewakili lebih dari sekadar baja, kaca dan beton. Ini akan menjadi simbol kekuatan dan semangat kemitraan AS dengan Taiwan pada abad ke-21," kataWakil Menteri Luar Negeri Urusan Pendidikan dan Kebudayaan AS, Marie Royce, saat peresmian. 

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen tersenyum menanggapi pernyataan Royce dan sepakat dengan menyebut gedung perwakilan AS tersebut sebagai simbol hubungan yang semakin menjanjikan antara Washington dengan Taipei. 

Hubungan antara Taiwan dengan China semakin tegang menyusul dilantiknya Tsai dan berkuasanya Partai Progresif Demokrat sejak 2016. Beijing selama ini masih menganggap pemerintahan Taiwan yang mandiri sebagai bagian dari mereka dan siap merebut kembali meski jika harus dengan kekuatan. 

Pemerintah China terus berusaha meningkatkan tekanan politiknya di pulau itu dan menghentikan segala dialog lintas selat serta mengisolasi secara internasional dengan memburu sekuru diplomatiknya di luar negeri. Militer China juga telah meningkatkan latihan militer maupun patroli udara di sekitar Taiwan.

Pemerintah Trump diyakini sengaja tidak mengutus pejabat setingkat kabinet dalam peresmian kantor perwakilan tersebut demi menghindari ketegangan lain dengan China. Meski demikian, politikus Taiwan, berharap Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan penasihat keamanan nasional AS John Bolton untuk dapat mengunjungi kantor baru tersebut tahun ini. 

Sementara itu, Beijing dilaporkan telah menempatkan kembali peluncur misil darat ke udara miliknya. Penempatan kembali  rudal itu terjadi kurang dari sepekan sejak China dikabarkan menarik peralatan mereka dari kawasan Laut China Selatan.

Badan intelijen Israel, ImageSat International (ISI) sebelumnya telah merilis foto penginderaan satelit dari atas Pulau Woody, tempat di mana seharusnya sistem rudal Beijing berada pada Minggu (3/6) lalu. Dalam foto tersebut yang dibandingkan dengan foto dari lokasi yang sama dan diambil dua pekan sebelumnya, tampak adanya perbedaan di pesisir pantai pulau, di mana tidak terlihat sistem peluncur rudal. Namun pada foto yang diambil pada Jumat (8/6) pekan lalu menjadi bukti bahwa China telah mengembalikan sistem peluncur rudal darat ke udara mereka ke Pulau Wood di Kepulauan Paracel.

ISI mengatakan citra satelit yang diambil pada Jumat tersebut menunjukkan sistem rudal yang telah dikembalikan ke tempatnya semula. Penarikan sistem peluncur rudal China yang dilakukan pekan lalu bertepatan dengan meningkatnya ketegangan antara China dengan AS. 

Ketika itu, Washington mengirim dua pesawat pembom B-52 dengan kemampuan nuklirnya ke wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan. Pentagon juga dilaporkan sempat mempertimbangkan untuk mengirimkan kapal perangnya ke Selat Taiwan dan meningkatkan patroli di kawasan Laut China Selatan. Belum lagi AS yang berusaha menggalang dukungan dari para sekutunya, termasuk Inggris dan Perancis untuk meningkatkan kehadiran militer mereka di kawasan yang tersebut. Penempatan kembali sistem peluncur rudal milik China seolah menegaskan prediksi dari ISI dan juga analis pertahanan yang menyebut penarikan hanya bersifat sementara.

Sementara pakar militer China mengatakan, penarikan sementara hanya dimaksudkan untuk menurunkan tensi ketegangan dengan AS atau bahkan hanya untuk dilakukan pemeliharaan sistem rudal. "Di sisi lain bisa saja hal itu hanya sebuah latihan rutin. Jika benar demikian maka dalam beberapa hari ke depan kita akan dapat mengamati pemindahan di area yang sama," kata ISI dalam pernyataannya. (Kps/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Istana Tepis Prabowo Soal Mark Up LRT: Ada Penghematan Rp13 T
Bawaslu: Ada Patroli 24 Jam Antisipasi "Serangan Fajar" Pilkada
Kemenhub Bagi 5.000 Life Jacket ke Operator Kapal Danau Toba
Tragedi KM Sinar Bangun, Poldasu Tetapkan Empat Tersangka
KM Sinar Bangun Terdeteksi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU