Home  / 
Prihatin Utang Negara, Raja Malaysia Minta Gajinya Dipangkas
* Rakyat Malaysia Tolak Niat Mahathir Mengembangkan Proyek Mobnas Baru
Rabu, 13 Juni 2018 | 17:51:40
Kuala Lumpur (SIB)- Kepala negara Malaysia, Sultan Muhammad V mengaku amat prihatin dengan besarnya utang negeri itu. Sehingga dia meminta agar gaji dan tunjangannya dipotong 10 persen hingga masa jabatannya berakhir pada 2012. Bendahara istana Wan Ahmad Dahlan Ab Aziz, Selasa (12/6) menyampaikan keinginan Sultan Muhammad V ini. "Beliau amat tersentuh dan mengucapkan terima kasih kepada rakyat Malaysia yang secara sukarela berkontribusi untuk Tabung Harapan Malaysia," kata Wan Ahmad.

Tabung Harapan Malaysia adalah penggalangandana masyarakat yang dirancang pemerintah untuk membantu mengurangi utang negara. Wan Ahmad menambahkan, Sultan Muhammad V juga menerbitkan dekrit bahwa Istana Raja tidak akan menggelar open house pada hari raya Idul Fitri mendatang. 
Keputusan itu diambil agar anggaran open house bisa digunakan untuk hal yang lebih mendesak misalnya membantu rakyat yang kekurangan. Namun, Wan Ahman tidak menjelaskan jumlah gaji dan tunjangan Sultan Muhammad V yang seluruhnya ditanggung pemerintah federal. 

PM Mahathir Mohamad bulan lalu mengatakan, Malaysia kini memiliki utang lebih dari 1 triliun ringgit atau sekitar Rp 3.500 triliun. Mahathir menuding, membengkaknya utang nasional itu akibat kesalahan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Najib Razak. Pada 23 Mei lalu, Mahathir mengumumkan, pemerintah akan memangkas gaji para menteri sebanyak 10 persen untuk mengurangi beban keuangan negara.

"Keputusan ini menunjukkan bahwa kami amat memerhatikan masalah keuangan negara," ujar Mahathir saat mengumumkan pemotongan gaji itu. Di Malaysia sembilan keluarga kerajaan secara bergantian setiap lima tahun sekali menduduki jabatan Yang Dipertuan Agong atau Raja Malaysia.
Sementara itu niat PM Mahathir Mohammad untuk membangun kembali industri mobil nasional memicu perdebatan di antara warga negara itu. Sebagian besar rakyat Malaysia justru menentang rencana Mahathir yang diungkapkan saat dia melakukan kunjungan kerja ke Jepang. 

Laman resmi Facebook harian The Star Online yang memuat berita soal rencana Mahathir ini mendapatkan respon luar biasa. Berita tersebut dibagikan sebanyak 450 kali, 1.600 reaksi beragam mulai senang hingga marah, dan lebih dari 1.000 komentar yang memperdebatkan niat tersebut.

Mayoritas netizen yang memberi komentar menyerukan agar pemerintah Malaysia lebih fokus membangun transportasi publik. Beberapa netizen bahkan menegaskan agar pemerintahan Mahathir meneruskan pembangunan MRT fase ketiga. Rozana Isa, seorang netizen, menilai jauh lebih menguntungkan jika pemerintah memastikan sistem transportasi publik yang aman, efisien, dan ramah pengguna berbagai usia serta mudah diakses penyandang disabilitas. 

Sementara Janice Leong mengusulkan sebuah aplikasi yang menunjukkan akurasi waktu kedatangan dan keberangkatan transportasi publik. Netizen lainnya, Austin Yap mendesak PM Mahathir agar mengikuti apa yang dia sarankan sendiri. "Tun, Anda pergi ke Jepang untuk kebijakan memandang ke timur. Tolong, pelajari transportasipublik di Tokyo," ujar Austin. 

Di Jepang, Mahathir berbicara di Konferensi Nikkei ke-24 untuk Asia Masa Depan, Senin (11/6), menyampaikan, pemerintahannya memikirkan untuk memulai proyek mobil nasional baru dengan menggandeng Thailand, Korea Selatan atau Jepang sebagai partner. 

Gunasagaren Kumarasamy, seorang netizen, mendesak Mahathir agar fokus mengatasi utang negara dan masalah ekonomi. Sedangkan Prasant Ramachandran mengatakan, Malaysia seharusnya fokus meningkatkan SDM dan menciptakan para insinyur otomotif yang handal. 

"Lihatlah Singapura. Mereka tak perlu industri otomotif untuk berpedan di dunia, perekonomian mereka yang menjadi kisah sukses mereka," ujar Prasanth. "Malaysia bisa seperti Singapura bahkan lebih baik, jika kita memprioritaskan hal yang lebih penting yang tidak akan menjadi beban negara," tambah dia. 

Netizen lainnya, Stephen Chua juga tak setuju dengan niat Mahathir. Dia menyebut Thailand yang meski tak memiliki mobil nasional memiliki industri otomotif yang tangguh. "Saya kira kita sudah belajar dari Proton 1.0, satu kali sudah cukup. Kolaborasi untuk merakit mobil di sini dengan masukan rancangan teknis, oke. Kolaborasi untuk memproduksi, tidak," ujar dia.

Namun tak semuanya menentang. Sejumlah netizen mendukung rencana Mahathir ini bahkan mengusulkan pengembangan mobil listrik. "Jika beliau bersikeras untuk memiliki mobnas, buatlah mobil listrik. Masa depan yang kita tuju," kata Haidir Hashim. (Kps/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Diskusi Gugat Kongres, Mengurai Kusutnya Konstitusi IPPAT
Erry Nuradi dan Bobby Nasution Ramaikan Gerakan #2019 Kita Tetap Bersaudara dan Selamanya
Aksi Iriana Jokowi Gendong Bocah Papua di Punggung Curi Perhatian
Trump: Kesimpulan CIA Soal Pembunuhan Khashoggi Terlalu Prematur
Upacara Keagamaan di India Diguncang Bom, 3 Orang Tewas
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU