Home  / 
Jho Low Diburu Komisi Antikorupsi Malaysia
* Mendagri Muhyiddin: Jho Low Penjahat Utama di Balik Skandal 1MDB
Jumat, 8 Juni 2018 | 17:00:27
SIB/Int/dok
Jho Low, miliarder muda yang saat ini diburu Komisi Antikorupsi Malaysia.
Kuala Lumpur (SIB) -Miliarder muda asal Malaysia, Low Taek Jho alias Jho Low, diburu oleh Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC). Jho Low diburu terkait penyelidikan SRC International yang merupakan unit perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang diselimuti korupsi. 

Seperti dilansir media Malaysia, The Star dan Malay Mail, MACC mengumumkan Jho Low (37) dicari untuk membantu penyelidikan terhadap SRC International. Pemberitahuan terbaru yang dirilis Kamis (7/6) ini kemungkinan besar terkait dengan pemberitahuan yang dirilis tahun 2015, yang menyatakan ingin meminta Jho Low bekerja sama dalam penyelidikan. 

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Muhyiddin Yassin menyebut miliarder muda Low Taek Jho alias Jho Low sebagai 'penjahat utama' di balik skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Muhyiddin menegaskan Malaysia berupaya keras untuk menangkap Jho Low. Dituturkan Muhyiddin, seperti dilansir Malay Mail dan kantor berita Bernama, Kamis (7/6), otoritas Malaysia memiliki cukup informasi yang menyebut Jho Low sebagai penjahat utama yang membuat skandal 1MDB menjadi kejahatan terbesar di dunia. 

"Dia (Jho Low-red) merupakan penjahat utama yang pertama di balik korupsi besar 1MDB ini," sebut Muhyiddin saat berpidato di hadapan jajarannya. Muhyiddin menegaskan bahwa para penyidik telah mengumpulkan cukup bukti untuk mengadili pria berumur 37 tahun kelahiran Penang itu, tapi butuh waktu untuk bertindak sesuai aturan hukum yang berlaku. 

Dia mengaku menyadari kegusaran warga Malaysia yang menganggap pemerintah tidak bergerak cepat dalam menyelidiki kasus ini. Muhyiddin meminta publik sedikit bersabar.

"Sejumlah orang bertanya mengapa Jho Low tidak ditangkap karena informasi telah dikumpulkan. Saya katakan mari tunda sebentar, tapi ada pihak yang tidak ingin menunggu, mereka berharap langkah tegas diambil tidak hari ini, tapi 'kemarin'. Seperti itulah kemarahan orang-orang," ujarnya.

"Saya tidak mengatakan bahwa saya ingin memprioritaskan aturan dan hukum, tapi dalam kasus-kasus yang jelas, langkah tegas harus diambil segera sesuai dengan undang-undang pidana atau undang-undang antikorupsi," tegas Muhyiddin. 

Muhyiddin menegaskan, skandal korupsi seperti 1MDB tidak boleh diabaikan dan langkah tegas harus diambil. Dia menyerukan staf Kementerian Dalam Negeri Malaysia untuk bekerja sama dalam membantu berbagai pihak, termasuk satgas khusus 1MDB, yang menyelidiki kasus itu.

Selain memburu Jho Low, MACC juga mencari seseorang bernama Nik Faisal Ariff Kamil Nik Othmand Arif Kamil (47) yang merupakan Direktur SRC Internasional. 

SRC International Sdn Bhd dibentuk pemerintahan mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak pada tahun 2011 untuk mengejar investasi internasional dalam sektor sumber daya energi. Bukti yang didapat MACC akhir tahun 2015 menunjukkan aliran dana sebesar US$ 10,6 juta atau setara 42 juta ringgit (Rp 146 miliar) dari SRC International telah ditransfer ke sebuah rekening milik Najib. 

Tidak disebut lebih lanjut keterkaitan dan peran Jho Low serta Nik Faisal dalam kasus itu. Setiap orang yang memiliki informasi atau mengenal keduanya diminta untuk menghubungi penyidik MACC yang nomornya dicantumkan dalam pemberitahuan itu.

Tanggapan Jho Low
Sementara itu, miliarder Malaysia, Low Taek Jho alias Jho Low, menyadari dirinya sedang dicari oleh Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC). Lewat pernyataan, Jho Low menyatakan dirinya akan membantu penyelidikan MACC. Komentar Jho Low itu disampaikan perwakilannya melalui pernyataan via email yang dilaporkan Bloomberg dan dilansir media Malaysia, The Star, Kamis (7/6). Keberadaan Jho Low saat ini tidak diketahui pasti. Dia diyakini berpindah-pindah tempat antara Thailand, Taiwan dan Hong Kong. 

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa Jho Low telah menginstruksikan tim pengacaranya untuk melakukan komunikasi dengan MACC, setelah dia menyadari dirinya dicari untuk membantu penyelidikan. 

"Melalui laporan media tertanggal 7 Juni 2018, Low menyadari bahwa MACC meminta bantuannya," demikian keterangan email itu. "Menindaklanjuti hal ini, Low dengan segera menginstruksikan pengacara-pengacaranya untuk mengontak MACC hari ini dengan penuh rasa hormat untuk menawarkan bantuan," imbuh pernyataan itu. 

Jho Low disebut sebagai 'saksi terbaik' untuk memberikan informasi terkait skandal korupsi pada 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Pria berusia 37 tahun yang mengaku pernah menjadi konsultan 1MDB ini, digambarkan oleh para penyidik global sebagai sosok sentral di balik hilangnya sejumlah besar uang 1MDB. Jho Low telah menyangkal dirinya terlibat. 

Nama Jho Low mencuat ke publik setelah namanya beberapa kali disebut terkait skandal korupsi 1MDB, baik di Malaysia maupun di luar negeri. Di Amerika Serikat (AS), nama Jho Low terkait dengan gugatan penyitaan aset-aset yang diduga didapatkan dengan menggunakan uang yang diselewengkan dari 1MDB. Gugatan diajukan oleh Departemen Kehakiman AS.

Sedangkan di Indonesia, nama Jho Low dikaitkan dengan penyitaan yacht mewah senilai Rp 3,5 triliun di Bali. Disebutkan bahwa yacht itu milik Jho Low. Jho Low sendiri berulang kali membantah terkait dengan 1MDB. Dia bersikeras bahwa keterlibatannya telah berakhir dengan perusahaan negara yang sebelumnya bernama Terengganu Investment Authority itu. 

Tahun 2015, penyidik MACC pergi ke luar negeri untuk menanyai Jho Low dan seorang Direktur SRC International lainnya, Suboh Md Yasson. Kasus ini diyakini telah dihentikan setelah mantan Jaksa Agung Malaysia, Mohamed Apandi Ali, bersikeras tidak ada pelanggaran hukum terkait aliran dana 42 juta ringgit dari SRC International dan donasi 2,6 miliar ringgit ke rekening pribadi Najib. 

Setelah Najib lengser dan koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin PM Mahathir Mohamad berkuasa, penyelidikan skandal 1MDB termasuk penyelidikan terhadap SRC International dibuka kembali. Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, telah dimintai keterangan oleh MACC beberapa waktu lalu.

UMNO Harus Jelaskan
Partai United Malays National Organisation (UMNO) diminta menjelaskan 114 juta ringgit (sekitar Rp400 miliar) yang disita dari tiga apartemen terkait mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, yang diklaim sebagai uang partai. Klaim UMNO bahwa uang itu untuk keperluan pemilu, diragukan. 

Seperti dilansir media Malaysia, Malay Mail, Kamis (7/6), politikus Partai Tindakan Demokratik (DAP), Nga Kor Ming, yang anggota koalisi pemerintahan PM Mahathir Mohamad menyerukan kepada Ketua UMNO untuk memberi penjelasan lebih detail. Nga yang mewakili wilayah Perak ini, juga mengkritik politikus UMNO, Shahrir Abdul Samad yang membela Najib terkait uang sitaan itu. 

"Shahrir mengatakan uang yang disita polisi Bukit Aman di Pavilion Residences terkait Najib merupakan uang UMNO," ucap Nga kepada wartawan setempat. Dia merujuk pada lokasi markas Kepolisian Federal Malaysia di Bukit Aman, Kuala Lumpur.

"Apakah ini caranya UMNO mengelola dananya, dengan menyimpan uang partai di rumah pemimpinnya? Ini bukan jumlah yang sedikit, ini mencapai 114 juta ringgit," imbuhnya, merujuk pada Najib yang sebelumnya menjabat Ketua UMNO. 

Lebih lanjut, Nga mempertanyakan mengapa uang sitaan itu terdiri atas mata uang asing dan menantang pemimpin UMNO untuk menjelaskan. "Shahrir juga harus menjelaskan jika uang itu memang uang UMNO dan untuk tujuan pemilu, maka mengapa terdiri atas 26 mata uang berbeda," tanya Nga. 

Dalam pernyataan pada Senin (4/6), Shahrir yang pernah menjabat Menteri Urusan Konsumen dan Perdagangan Dalam Negeri Malaysia menyebut uang tunai yang disita dari Najib diperlukan untuk menjaga mesin pemilu tetap berdenyut. Menurutnya, penggunaan transfer bank atau cek akan menghambat penyaluran logistik.

"Orang-orang bertanya, 'Mengapa Anda perlu uang tunai?' Ini karena tidak semua konstituen (UMNO) punya (rekening) bank. Ini tidak efektif via bank. Jika Anda butuh dana ekstra untuk pemilu, Anda memberikan cek, itu akan sangat terlambat. Ini untuk alasan praktis," sebutnya. "Orang-orang yang mengkritik seringkali melakukan hal yang sama," tambah Shahrir tanpa menyebut nama. 

Saat ditanya apakah wajar uang tunai sebanyak itu ditemukan di apartemen yang ditinggali anak Najib, Shahrir menjawab tidak tahu, tapi bersikeras bahwa uang itu adalah hak UMNO.

Dalam keterangan pekan lalu, tim komunikasi UMNO meminta polisi mengembalikan uang tunai yang disita dari Najib, setelah mengklaimnya sebagai uang partai. UMNO mengklaim dana partai yang dipegang Najib sedang dalam proses ditransfer ke kepemimpinan baru UMNO ketika penggeledahan dan penyitaan terjadi. Tidak disebut lebih rinci jumlah uang partai UMNO yang dibawa Najib. (Thestar/Malaymail/Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ratusan Guru Honorer Unjuk Rasa di Kantor Bupati Batubara Tuntut Diangkat Jadi PNS
LSM KLiK : DPRD Tebingtinggi Diminta Panggil Pihak Terkait
Aliansi Mahasiswa Aksi Damai di Polres Asahan Tolak Deklarasi Tagar 2019 Ganti Presiden
10 Tahun Irigasi Gunung Karo Rusak, 600 Ha Persawahan Kekeringan
Januari-September 2018, Penderita HIV di Karo Bertambah 71 Orang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU