Home  / 
Najib Ingatkan Pemerintah Tidak Memfitnah dan Menyalahkan Dirinya
* Anwar Ibrahim: Najib Diperlakukan Lebih Baik daripada Saya
Jumat, 25 Mei 2018 | 15:01:03
Kuala Lumpur (SIB) -Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengingatkan pemerintahan baru Malaysia di bawah PM Mahathir Mohamad untuk mengutamakan rakyat dan negara, bukannya memfitnah dan menyalahkan dirinya untuk situasi ekonomi Malaysia saat ini. Seperti dilansir media Malaysia, Malay Mail, Kamis (24/5), komentar itu disampaikan Najib via akun Facebook-nya pada Rabu (23/5) malam waktu setempat. Najib meminta koalisi pemerintahan Pakatan Harapan (PH) di bawah Mahathir untuk tidak membuat klaim-klaim sama seperti saat masih menjadi oposisi. 

"Sementara Anda mungkin ingin memfitnah dan melimpahkan semua kesalahan pada saya untuk memberi persepsi soal posisi keuangan mengerikan, demi membenarkan mengapa Anda tidak bisa memenuhi manifesto janji-janji dan untuk secara besar-besaran memotong layanan sipil, Anda harus ingat bahwa negara dan rakyat kita harus diutamakan," sebut Najib dalam pernyataannya. 

"Anda juga bisa merilis pernyataan menyesatkan soal 1MDB atau memberitahu separuh kisah soal 1MDB untuk menyalahkan saya, tapi waktu untuk bermain politik telah berakhir," imbuh Najib, merujuk pada perusahaan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang dilanda korupsi.

Tidak disebut lebih lanjut siapa sosok 'Anda' yang dimaksud Najib dalam pernyataan yang berjudul 'Narasi Politik atau Fakta?' ini. Namun pada awal pernyataan, Najib menyebut jabatan Menteri Keuangan dan Perdana Menteri, yang kini dijabat Lim Guan Eng dan Mahathir Mohamad. Pernyataan Najib ini menanggapi klaim pemerintahan Mahathir bahwa utang pemerintah Malaysia sekarang mencapai 65 persen dari Produk Domestik Bruto (GDP), atau tepatnya berada di angka 1 triliun ringgit (Rp 3.542 triliun). 

Disebutkan Najib bahwa klaim itu memicu gejolak di pasar finansial, membuat waspada badan peringkat kredit dan menggoyang kepercayaan diri para investor. Najib mengklaim balik bahwa utang Malaysia sebenarnya mendekati 50,9 persen. Angka ini sebelumnya disebut tak akurat oleh Mahathir. Najib juga menyebut bahwa pernyataan dari para pejabat koalisi pemerintahan PH membuat KL Composite Index anjlok dan akan berdampak pada Employees Provident Fund (EPF) dan Permodalan Nasional Bhd (PNB).

"Penurunan akan berdampak pada lebih tingginya pembiayaan utang sebesar 10 miliar per tahun untuk negara kita dan mungkin berdampak pada bank-bank kita yang telah meminjam dari pasar-pasar internasional yang akan mengalami kerugian," sebutnya. "Ini mungkin juga berdampak pada aliran modal secara besar dari para investor asing dan menyebabkan ringgit kita melemah," imbuh Najib. 

Awal pekan ini, Mahathir menyalahkan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Najib atas utang negara yang mencapai 1 triliun ringgit. Pekan ini, pemerintahan Mahathir mengumumkan sejumlah langkah penghematan, termasuk pemangkasan gaji para menteri kabinet sebesar 10 persen dan penutupan sejumlah lembaga pemerintah. 

Najib Diperlakukan Lebih Baik
Sementara itu, mantan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan bahwa pemerintahan PM Mahathir Mohamad memperlakukan mantan PM Najib Razak dengan baik. Komentar ini disampaikan Anwar setelah Najib menyebut dirinya tidak diperlakukan baik oleh pemerintahan Mahathir. Seperti dilansir media Malaysia, Malay Mail, Kamis (24/5), hal ini disampaikan Anwar (71) dalam wawancara dengan Arab News. Diungkapkan Anwar bahwa dirinya bisa memahami situasi sulit yang kini dialami Najib. 

"Secara pribadi, saya telah melalui hal semacam itu. Saya memahami situasi sulitnya," ucap Anwar mengenang pengalamannya sebagai tahanan politik selama bertahun-tahun. 

Lebih lanjut, Anwar menyebut perlakuan yang diterima Najib jauh lebih baik dari perlakuan yang diterima dirinya semasa masih menjadi tahanan politik. "Tapi dia sekarang diperlakukan baik sejauh yang saya ketahui, jauh lebih baik dari minggu-minggu pertama saat saya harus ditangkap dan dipenjara. Meski demikian, permintaan apapun yang ingin diajukannya, dia seharusnya mengajukannya," ujar Anwar. 

Diketahui bahwa dalam pidato di hadapan pendukungnya di Pekan, Malaysia, beberapa waktu lalu, Najib menyebut pemerintahan Malaysia saat ini 'tidak memperlakukan dirinya dengan baik'.

Ditegaskan Anwar bahwa mandat pemerintahan baru Malaysia adalah menegakkan aturan hukum, dengan sistem peradilan yang adil dan tidak memihak. Menurutnya, hal ini juga berlaku bagi penyelidikan skandal mega korupsi 1Malaysia Dvelopment Berhad (1MDB) yang menyeret Najib. "Peradilan tidak bisa diajak kompromi. Persidangan seharusnya ditangani oleh seorang hakim senior dengan mandat tak bercela," tegasnya. Dia berharap agar penyelidikan terhadap Najib dilakukan secara adil dan independen. Diketahui bahwa Anwar pernah dua kali terjerat kasus sodomi. Kasus pertama menjeratnya tahun 1998, saat dia menjabat Wakil PM Malaysia di bawah Mahathir, yang tercatat sebagai PM Malaysia terlama (1981-2003). 

Saat itu, Anwar dicopot dari jabatannya karena diselidiki atas kasus korupsi dan sodomi. Tahun 1999, Anwar divonis 6 tahun penjara atas dakwaan sodomi dan 9 tahun penjara atas dakwaan korupsi. Anwar bebas tahun 2004 setelah vonis untuk kasus sodomi digugurkan.

Tahun 2008, saat Najib berkuasa, Anwar dituduh melakukan sodomi terhadap mantan ajudan pribadinya. Persidangan kasus sodomi jilid kedua dimulai tahun 2010 dan berakhir tahun 2014 saat pengadilan Malaysia menjatuhkan vonis 5 tahun penjara. Anwar mengajukan banding ke pengadilan federal, yang malah memperkuat vonis 5 tahun penjara. Keluarga Anwar sempat mengajukan permohonan royal pardon tahun 2015, namun ditolak. Anwar akhirnya mendapat royal pardon, berupa pengampunan penuh, dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V pada 16 Mei lalu. (Malaymail/Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
2 Penjahat Jalanan Babak Belur Dimassa di Medan Labuhan
Polisi Tangkap 3 Tersangka Jaringan Narkoba
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU