Home  / 
Indonesia Tawarkan 6 Solusi Bantu Palestina Lewat KTT OKI
* JK Sebut Pidato Netanyahu Hancurkan Harapan Dunia
Minggu, 20 Mei 2018 | 17:02:11
SIB/Tim Media Wapres
MINTA BERSATU: Wakil Presiden Jusuf Kalla berpidato dan meminta seluruh negara peserta OKI bersatu membantu Palestina di KTT OKI di Istanbul, Turki, Jumat (18/5).
Ankara (SIB) -Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersatu untuk membantu Palestina. Ada 6 solusi yang ditawarkan Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa OKI di Istanbul, Turki.

"Langkah satu OKI harus dilakukan terus menerus, tidak boleh berhenti. Dan langkah yang diambil adalah langkah konkrit," ujar JK dalam pidatonya pada KTT Luar Biasa OKI dalam menyikapi pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, di Istanbul Conggress Center, Jumat (18/5).

JK mengingatkan, dunia internasional terutama rakyat di masing-masing negara menunggu apa yang akan dilakukan pemimpinnya untuk membantu Palestina.

"Apakah kita bertemu hanya untuk bicara? . atau betul-betul akan bertindak? Kita harus bertindak," tegasnya.

JK lalu menyampaikan beberapa usulan dari RI untuk negara anggota OKI dalam membantu Palestina.

"Pertama, negara OKI harus menuntut PBB, baik Dewan Keamanan maupun Sidang Umum, untuk mengambil langkah tegas menyikapi perkembangan ini. Sebuah investigasi independent harus dibentuk," ucapnya.

Prinsip two state solution dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina merupakan salah satu prinsip yang tidak bisa ditawar.

"Kedua, pertemuan ini harus menghasilkan komitmen bantuan kemanusian yang sangat diperlukan saat ini, terutama di Gaza," tuturnya.

Negara anggota OKI juga harus membantu The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA). Menurutnya kondisi UNRWA saat ini mengkhawatirkan dan harus dibantu.

"Ketiga, negara OKI mendesak negara yang belum mengakui Kemerdekaan Palestina...untuk segera melakukannya," jelasnya.

"Keempat, OKI harus memperkuat lobi agar negara lain tidak mengikuti langkah AS memindahkan Kedutaan Besarnya ke Jerusalem," imbuhnya.

Terkait lobi agar negara lain tidak ikut memindahkan Kedubesnya ke Yerussalem, Indonesia akan menjadi bagian dari lobi tersebut.

"Kelima, mari kita kuatkan komitmen menjalankan semua yang pernah diputuskan OKI mengenai Palestina," ungkapnya.

JK mengaku melihat banyak keputusan OKI yang belum dan bahkan tidak dijalankan mengenai Palestina.

"Keenam, Indonesia mendorong persatuan di Palestina juga diperkuat. Akan sulit perjuangan dilakukan tanpa persatuan internal Palestina," tuturnya.

JK pun kembali mengingatkan, dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak pernah dan tidak akan surut.

"Bagi Indonesia, Palestina adalah satu-satunya bentuk penjajahan yang masih ada di dunia modern ini. Sesuai dengan amanat konstitusi, Indonesia akan terus berdiri bersama bangsa Palestina hingga Palestina merdeka di tanah airnya," tegasnya.

JK pun menutup pidatonya dengan mengutip kalima Presiden Pertama Ir. Soekarno pada tahun 1962.

"Bahwa selama kemerdekaan belum dicapai oleh Bangsa Palestina, selama itu pula Indonesia akan berdiri di sisi Palestina," pungkasnya. 

Hancurkan Harapan Dunia
Wakil Presiden Jusuf Kalla Tinggi (KTT) menyebut pidato PM Israel saat pembukaan Kedubes AS di Yerusalem penuh dengan arogansi.

"Saya mencermati pidato PM Netanyahu pada pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem pada tanggal 14 Mei 2018. Pidato tersebut penuh arogansi dan menghancurkan harapan rakyat Palestina, harapan kita semua, harapan dunia," ujar JK dalam pidatonya.

Salah satu yang menjadi sorotan JK, dalam pidatonya Netanyahu menyebut Yerusalem tak dapat dipisahkan dari ibu kota Israel.

"Netanyahu antara lain mengatakan, 'Yerusalem tidak dapat dipisahkan. Yerusalem menjadi ibu kota Israel.' Pernyataan ini sangat berbahaya," kata JK sambil menirukan ucapan Netanyahu.

Selain itu, JK menyinggung korban jiwa dari warga Palestina saat pembukaan Kedubes AS di Yerusalem.

"Sudah lebih dari 50 nyawa melayang. Dan kita tidak pernah tahu berapa lagi nyawa akan melayang karena penggunaan kekuatan yang berlebihan dari Israel," ucapnya. 

Minta Hamas-Fatah Bersatu 
Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan dukungan Indonesia untuk Palestina di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam di Istanbul, Turki. Namun untuk menyelesaikan, organisasi politik Palestina, Hamas dan Fatah juga harus bersatu.

"Ada beberapa hal, baik secara diplomasi kita setuju untuk bersama-sama juga bagaimana OIC (OKI) bersatu untuk itu (selesaikan masalah Palestina). Tapi yang sangat lebih penting lagi Palestina harus bersatu, kalau Palestina, Hamas dan Fatah tidak bersatu ya bagaimana mereka mau berunding dan menyelesaikan persoalan. Karena itu, Indonesia mendesak mereka bersatu dulu baru kita bersama-sama," ujar JK di Istanbul.

JK mengatakan semua negara wajib melakukan protes atas langkah Amerika yang memindahkan Kedutaan Besarnya ke Yerussalem.

"Semua negara wajib tentu tidak setuju ataupun protes atas langkah Amerika khususnya untuk mengakui Yerussalem sebagai Ibu Kota (Israel) dengan mendirikam kedutaan di sana. Karena itu langkah-langkah itu di samping protes juga harus ada kebersamaan dengan negara OIC untuk membantu dan mengambil tindakan," katanya. (detikcom/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Usulan Pembangunan Tol Medan-Berastagi Dikaji Penganggarannya di APBN 2020
Ratusan ‟Omak-omak‟ dan Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor Bupati Asahan
Megawati ke Kader PDIP: Kalau Ada Serangan, Jangan Lawan
Bawang di Hot Dog Jadi Kontroversi, PM Australia Angkat Bicara
KPK Upayakan Semua Universitas Punya Mata Kuliah Antikorupsi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU