Home  / 
Anwar Ibrahim Bebas dari Penjara, Beri Dukungan Penuh ke PM Mahathir
* Tegaskan Tidak Ingin Buru-buru Incar Kursi PM Malaysia
Kamis, 17 Mei 2018 | 15:51:42
SIB/liputan6.com
Mantan pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, mengajukan ibu jari setelah keluar dari Cheras Rehabilitaion Hospital, Kuala Lumpur, Rabu (16/5). Anwar Ibrahim memberikan dukungan penuh kepada PM Mahathir Mohamad setelah dibebaskan dari penjara menyusul pemberian pengampunan dari raja.
Kuala Lumpur (SIB)- Tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, resmi mendapatkan pengampunan kerajaan (royal pardon) dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V. Anwar keluar dari Cheras Rehabilitaion Hospital sebagai pria bebas. Anwar terus tersenyum dan melambaikan tangan kepada para pendukungnya yang menunggu di luar rumah sakit sejak pagi hari. 

Kepada wartawan, Anwar hanya memberi jempol, tanpa berkomentar apapun. Anwar tampak rapi mengenakan setelah jas hitam lengkap dengan dasi. Dia tampak didampingi oleh keluarga, pengacara dan sipir penjara sebelum masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kompleks rumah sakit. Dari rumah sakit, Anwar bergegas menuju Istana Negara untuk memenuhi undangan bertemu Yang di-Pertuan Agong. 

"Badan pengampunan telah menggelar rapat dan Raja (Yang di-Pertuan Agong) telah mengabulkan pengampunan penuh, yang berarti semua dakwaan di masa lalu telah dihapus," tegas pengacara Anwar, Sivarasa Rasiah. 

Selain bebas dari penjara, Anwar juga bebas untuk terjun kembali ke dunia politik. "Dia tidak hanya bebas secara fisik, tapi juga bebas untuk berpartisipasi dalam politik negara ini, karena vonis-vonis sebelumnya telah dihapus," tegasnya. Tanpa royal pardon dan jika bebas pada Juni, Anwar tidak diperbolehkan kembali ke dunia politik selama 5 tahun mendatang. 

Anwar telah menjalani masa hukuman 5 tahun penjara atas kasus sodomi sejak tahun 2015. Anwar menjalani masa hukumannya di Sungai Buloh Prison. Namun beberapa bulan terakhir dia menjalani perawatan medis di rumah sakit usai melakukan operasi bahu.

Sementara Istri Anwar Ibrahim, Wan Azizah Wan Ismail, merasa lega suaminya akhirnya bebas dari penjara. Wan Azizah yang kini menjabat Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia menyebut dirinya sangat bersyukur. "Ini adalah momen yang sangat berarti," ucap Wan Azizah. "Saya sangat bersyukur dan lega, ini menjadi awal untuk membangun negara," imbuhnya. 

Usai bebas dari penjara, Anwar menegaskan dirinya memberi dukungan penuh kepada pemerintahan baru yang dipimpin PM Mahathir Mohamad. "Saya telah memberikan kepastian kepada Tun Mahathir, kepada Wakil PM Azizah (Wan Azizah Wan Ismail), bahwa saya ada di sini sebagai warga negara yang peduli untuk memberikan dukungan penuh untuk mengelola negara ini dalam pemahaman bahwa kita berkomitmen pada agenda reformasi," tegas Anwar dalam konferensi pers, Rabu (16/5).

Anwar mengucapkan terima kasih kepada PM Mahathir yang telah membantunya mendapatkan royal pardon atau pengampunan penuh dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V. Anwar mengatakan bahwa dirinya tidak menaruh dendam kepada Mahathir. "Saya tidak dendam dengan dia (Mahathir). Dia telah mengurus pembebasan saya, dan mendukung reformasi. Mengapa saya harus menyimpannya (dendam)?" tanya Anwar.

Dia menegaskan tak ingin terburu-buru kembali ke politik. Anwar mengaku dirinya ditawari untuk terlibat dalam pemerintahan PM Mahathir namun memilih untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Anwar menyebut dirinya kembali ke masyarakat sebagai seorang warga negara. 

"Saya akan memberikan seluruh dukungan yang dibutuhkan untuk membuatnya (PM Mahathir) mampu memastikan agenda reformasi dijalankan secara efektif," ucap Anwar. "Saya tidak ingin terlihat terburu-buru atau menginginkan kerangka waktu segera (untuk kembali terjun ke politik)," tegas Anwar yang kini berusia 70 tahun ini.

Anwar mengaku dirinya telah ditawari untuk ikut terlibat dalam pemerintahan PM Mahathir, namun dia memilih untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga, juga memenuhi undangan berbagai universitas luar negeri yang banyak diterimanya.

"Saya telah memberi tahu Tun Mahathir, saya tidak perlu menjabat di kabinet untuk sekarang," ucapnya. "Saya akan menghabiskan waktu untuk memberikan kuliah di Harvard, Georgetown dan sejumlah negara muslim," imbuh Anwar. 

PM Mahathir sebelumnya menyatakan dirinya hanya akan menjabat selama 1-2 tahun, sebelum mundur untuk memainkan peran di belakang layar. Mahathir yang ingin membuka jalan bagi Anwar ke kursi PM Malaysia ini menyebut Anwar harus berupaya mendapatkan sebuah kursi di parlemen terlebih dulu. Mahathir juga mengungkapkan kemungkinan bahwa Anwar akan mendapatkan posisi di kabinet. Menurut Mahathir, Anwar akan memainkan peran yang sama dengan para pemimpin tiga partai lainnya di koalisi Pakatan Harapan. 

Maafkan Najib
Anwar Ibrahim mengaku dirinya tidak dendam pada mantan PM Najib Razak yang telah menjebloskannya ke penjara atas kasus sodomi. Anwar bahkan menyebut dirinya telah memaafkan Najib. Namun, Anwar menegaskan Najib harus memberikan penjelasan kepada rakyat soal ketidakadilan yang dilakukannya selama menjabat PM Malaysia.

"Saya tidak punya dendam terhadapnya (Najib-red), saya telah memaafkan dia dan ingin melanjutkan hidup," ucap Anwar dalam konferensi pers di kediamannya di Segambut, Kuala Lumpur. "Tapi Najib telah melakukan ketidakadilan terhadap rakyat dan dia harus menjelaskannya kepada rakyat," imbuhnya, merujuk pada skandal korupsi yang menyeret Najib.

Diketahui bahwa Anwar pernah dua kali terjerat kasus sodomi. Kasus pertama menjeratnya tahun 1998, saat dia menjabat Wakil PM Malaysia di bawah Mahathir, yang tercatat sebagai PM Malaysia terlama (1981-2003).

Saat itu, Anwar dicopot dari jabatannya karena diselidiki atas kasus korupsi dan sodomi. Tahun 1999, Anwar divonis 6 tahun penjara atas dakwaan sodomi dan 9 tahun penjara atas dakwaan korupsi. Anwar bebas tahun 2004 setelah vonis untuk kasus sodomi digugurkan.

Tahun 2008, saat Najib berkuasa, Anwar dituduh melakukan sodomi terhadap mantan ajudan pribadinya. Persidangan kasus sodomi jilid kedua dimulai tahun 2010 dan berakhir tahun 2014 saat pengadilan Malaysia menjatuhkan vonis 5 tahun penjara. Anwar mengajukan banding ke pengadilan federal, yang malah memperkuat vonis 5 tahun penjara. Keluarga Anwar sempat mengajukan permohonan royal pardon tahun 2015, namun ditolak.

Anwar menyebut kasus yang menjeratnya merupakan hasil dari 'kebohongan dan penyalahgunaan kekuasaan'. "Dalam kasus saya, kami berargumen bahwa ada kegagalan peradilan, ada cemoohan untuk peradilan ... seluruh hukuman dihapus," tegasnya.

Sementara itu, terhadap Mahathir yang pernah menjadi rival politiknya, Anwar menegaskan konflik di antara keduanya sungguh telah berakhir. "Saya dan Mahathir telah mengakhiri konflik, sudah sejak lama sekali. Saya telah memaafkannya, dia telah membuktikan diri. Dia berjuang dan bekerja keras tanpa kenal lelah. Dia mendukung agenda reformasi. Dia memfasilitasi pembebasan saya. Mengapa saya harus memendam kebencian kepadanya?" jawab Anwar, yang kini satu koalisi dengan Mahathir. (Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
6 Tim Senior Putra Dipastikan Lolos 8 Besar Turnamen Bola Voli
Turnamen Bola Voli Senior Putra di Pematangsiantar, Mangisi Lunggu Sidabutar SE Jagokan Kambat Simalungun
Kisruh Kepengurusan Percasi Asahan, Mandat Pengprov Sumut Dipertanyakan
Atlet Wushu Indonesia Raih Emas di Festival Shaolin China
PSSI Sering Terlambat Bayar Gaji Milla
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU