Home  / 
PM Mahathir Isyaratkan Hanya Menjabat Selama 2 Tahun
* Wakil PM Malaysia: Tak Perlu Terburu-buru Jadikan Anwar Ibrahim PM
Rabu, 16 Mei 2018 | 16:40:14
Kuala Lumpur (SIB)- Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad berniat untuk memegang jabatannya hingga satu atau dua tahun. Mahathir juga akan tetap memainkan peran di belakang layar meski dirinya telah mengundurkan diri. "Dalam tahap awal, mungkin berlangsung satu atau dua tahun, saya akan menjadi PM," kata Mahathir dalam konferensi Wall Street Journal di Tokyo via video link dari Malaysia seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (15/5). "Saya akan memainkan peran di belakang layar bahkan ketika saya mengundurkan diri," imbuhnya.

Mahathir pun mengatakan, Anwar Ibrahim akan bebas dari penjara pada Rabu (16/5). Diimbuhkan pemimpin berumur 92 tahun itu, setelah Anwar bebas, dia harus berupaya mendapatkan sebuah kursi di parlemen dan kemudian mungkin akan mendapatkan posisi di kabinet. Mahathir menambahkan, Anwar akan memainkan peran yang sama dengan para pemimpin tiga partai lainnya di koalisi mereka.

"Saya mengharapkan dia memainkan peran yang sama dengan para pemimpin tiga partai lainnya. Tak akan ada kekuasaan khusus yang diberikan kecuali yang diberikan kepada para menteri atau wakil menteri atau wakil perdana menteri," tuturnya.

Koalisi empat partai yang dipimpin Mahathir secara mengejutkan memenangi pemilihan umum Malaysia pekan lalu. Mahathir telah berjanji untuk menyerahkan posisi PM kepada Anwar Ibrahim yang kini dipenjara. Janji itu disampaikan Mahathir saat diwawancarai surat kabar Jepang, The Mainichi, pada Februari lalu. Dalam wawancara itu, Mahathir mengakui dirinya sangat menyadari usianya yang sudah mendekati 100 tahun. "Saya tidak bisa bertahan sangat lama. Paling tidak, saya bisa bertahan selama dua tahun," ucap Mahathir dalam wawancara dengan The Mainichi.

Belakangan terungkap bahwa hal itu merupakan salah satu bagian dari kesepakatan Mahathir untuk memimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan. Bunyi kesepakatan itu adalah setelah dua tahun memimpin negara, Mahathir akan menyerahkan kekuasaan kepada Anwar. Masa jabatan seorang PM Malaysia adalah lima tahun. 

Sementara Wakil PM Wan Azizah Wan Ismail, yang juga istri tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim menyatakan tidak perlu terburu-buru menjadikan suaminya sebagai PM Malaysia. Hal ini disampaikan Wan Azizah usai muncul kritikan bahwa terlalu bodoh jika Anwar langsung menjadi PM usai bergabung parlemen.
Komentar itu disampaikan Wan Azizah saat menjawab pertanyaan wartawan soal apakah Anwar akan dengan segera diangkat menjadi PM Malaysia begitu dia terpilih menjadi anggota parlemen dalam pemilu sela. Pemilu sela merupakan pemilu khusus yang digelar untuk mengisi jabatan politik yang kosong.

"Tentu saja tidak, karena ini semua bagian dari apa yang telah direncanakan," ucap Wan Azizah saat ditemui di luar Pusat Rehabilitasi Cheras, yang menjadi tempat perawatan suaminya yang baru saja menjalani perawatan medis usai menjalani operasi dan fisioterapi.

Anwar merupakan pemimpin de-facto Parti Keadilan Rakyat (PKR). Selama dia dipenjara, Wan Azizah yang mengambil alih kepemimpinan PKR. Sedangkan putri mereka, Nurul Izzah, menjabat sebagai Wakil Presiden PKR.

PKR bersama tiga partai lainnya, yakni Parti Tindakan Demokratik (DAP), Parti Amanah Nasional (PAN) dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) tergabung dalam koalisi Pakatan Harapan. Dalam pemilu 9 Mei lalu, Pakatan Harapan berhasil mengalahkan koalisi Barisan Nasional yang berkuasa.

Koalisi Pakatan Harapan menyepakati bahwa Mahathir Mohamad menjabat sebagai PM dan Wan Azizah sebagai Wakil PM. Terungkap kesepakatan di kalangan partai koalisi Pakatan Harapan bahwa Mahathir hanya akan menjabat 1-2 tahun dan akan membuka jalan bagi Anwar untuk menjadi PM.
Ditegaskan Wan Azizah, koalisi Pakatan Harapan menginginkan transisi pemerintahan yang mulus di bawah kepemimpinan PM Mahathir. "Kami ingin pemerintahannya (PM Mahathir) membawa perubahan dan reformasi yang dibutuhkan," tegas Wan Azizah.

Pernyataan Wan Azizah ini juga menanggapi komentar Daim Zainuddin, Ketua Dewan Eminen yang baru dibentuk Mahathir, yang menyebut akan menjadi hal bodoh jika Anwar dijadikan PM Malaysia setelah bebas dan kembali ke parlemen. Dalam komentarnya, Daim juga menyebut ini bukan saatnya perubahan kepemimpinan secara cepat.

Anwar masih harus melewati sebuah proses pengampunan oleh Dewan Pengampunan yang dijadualkan pada Rabu (16/5). Akan tetapi, proses ini disebut hanya prosedural karena Mahathir mengatakan Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, telah mengekspresikan kesiapannya untuk memberikan pengampunan Raja. Anwar pada tahun 2000 divonis 9 tahun penjara karena kasus telah melakukan sodomi dan enam tahun penjara pada 1999 karena kasus korupsi. (Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Indonesia Tawarkan 6 Solusi Bantu Palestina Lewat KTT OKI
Singapura Siap Bantu Malaysia Selidiki Skandal Korupsi 1MDB
Anwar Ibrahim Tuntut Pemulihan Nama Baik soal Sodomi
Konsumsi Antibiotik Tingkatkan Risiko Batu Ginjal
Brokoli Sayur yang Wajib Dikonsumsi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU