Home  / 
Polisi Malaysia Tutup Jalan ke Rumah Pribadi Najib Razak
* Bagaimana Cara Mahathir Serahkan Jabatan PM ke Anwar Ibrahim?
Senin, 14 Mei 2018 | 17:55:04
SIB/ST PHOTO: ARIFFIN JAMAR
Polisi Diraja Malaysia membatasi akses masuk ke kediaman mantan PM Najib Razak di Kuala Lumpur, Minggu (13/5).
Kuala Lumpur (SIB) -Polisi menutup jalan ke dan dari rumah pribadi mantan PM Malaysia Najib Razak di Kuala Lumpur. Penutupan dilakukan untuk pengamanan. Dilansir dari media Malaysia, Bernama, Minggu (13/5), ada 5 polisi yang berjaga di jalan masuk ke rumah pribadi Najib itu.

Deputi Sentul Police, Mohamed Rafiq Mohamed Mustafa mengatakan petugas ditempatkan untuk mengawasi kondisi keamanan di sekitar rumah pribadi Najib. Kendaraan dan orang yang melintas di lokasi itu akan diperiksa. Awak media juga dilarang mendekat. Belum ada keterangan penjagaan itu akan dilakukan hingga kapan.

Kepala Polisi Kuala Lumpur, Mazlan Lazim, membantah laporan yang menyebutkan bahwa pihaknya melakukan penggeledahan di sebuah apartemen mewah yang diyakini milik keluarga Najib Razak. "Polisi tengah menyelidiki laporan dan klaim terkait dengan mantan perdana menteri. Namun, kami belum melakukan penggeledahan apapun sebagaimana yang dimuat sejumlah media pada hari Sabtu," ujarnya.

"Kami tengah memeriksa kebenaran dari sejumlah laporan dan mengumpulkan informasi yang sesuai, namun penggeledahan yang dilaporkan terjadi di Pavilion Residences tidak benar," kata Mazlan. Ia menambahkan, "beberapa laporan yang dipublikasikan tidak berasal dari sumber kredibel. Mereka mungkin mendengarnya dari pihak ketiga. Itu bukan hanya tidak benar secara moral, tapi juga sebuah kesalahan."

Sebelumnya, kantor berita Reuters mempublikasikan artikel bertajuk "Exclusive: Malaysian police raid apartments linked to ousted PM Najib's family" yang memuat bahwa pada hari Sabtu, 12 Mei, polisi menggeledah blok apartemen mewah di Kuala Lumpur, tempat di mana kerabat mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tinggal. Menurut dua pejabat senior polisi, mereka mencari sejumlah dokumen sensitif yang dikhawatirkan dilarikan ke luar negeri.

Di dalam artikel itu disebutkan pula bahwa polisi bertindak setelah muncul laporan yang menyebutkan bahwa kendaraan pemerintah membawa lusinan kotak berisikan tas-tas mahal dan sejumlah barang lainnya yang diduga kuat milik istri Najib Razak, Rosmah Mansor, ke apartemen mewah.

Laporan langsung dari Reuters menyatakan bahwa sekitar 20 petugas polisi memasuki lobi berlantai marmer di blok apartemen Pavilion Residences di Kuala Lumpur. Pada saat bersamaan, Mahathir tengah menggelar konferensi pers untuk mengumumkan anggota kabinetnya.

Dalam peristiwa itu, polisi dibantu setidaknya selusin petugas penegak hukum yang berpakaian preman. Personel keamanan dari gedung apartemen yang dimiliki oleh Desmond Lim, seorang pengusaha kaya Malaysia dan pendukung Najib Razak, dilaporkan bersikap kooperatif.

"Kami tengah mencari dokumen pemerintah yang kemungkinan diambil secara ilegal," kata seorang perwira polisi senior. Ia menambahkan, "Pemerintah khawatir, dokumen itu sensitif dan penting, dan bisa dilarikan ke luar negeri."

Lebih lanjut, pejabat polisi tersebut menolak menjelaskan apakah dokumen yang dimaksud berhasil ditemukan. Ia hanya mengatakan bahwa operasi tersebut tengah berlangsung. Polisi mengatakan bahwa apartemen itu dihuni oleh keluarga Najib, namun mereka menolak menyebutkan identitasnya.

Sebelumnya, polisi dilaporkan melakukan penggeledahan di apartemen mewah yang diduga milik keluarga Najib setelah PM Mahathir Mohamad mengumumkan pencegahan terhadap Najib dan istrinya, Rosmah Mansor untuk bepergian ke luar negeri. Pencegahan itu sendiri diduga terkait keterlibatan Najib dalam sejumlah masalah saat menjabat sebagai perdana menteri. Salah satunya terkait skandal 1MDB. "Ada banyak laporan terhadapnya (Najib-red), yang semuanya harus diselidiki," kata Mahathir usai mengumumkan 3 nama menteri kabinetnya di Menara Yayasan Selangor, Petaling Jaya, Sabtu (12/5) kemarin. 

Mahathir pernah berjanji akan menyerahkan jabatan tersebut kepada Anwar Ibrahim yang saat ini masih dipenjara. Lalu bagaimana cara Mahathir menyerahkan jabatan PM kepada Anwar? Anwar, yang divonis 5 tahun penjara atas kasus sodomi, menjalani masa hukuman sejak 2015. Atas kasus tersebut, Anwar dilarang mencalonkan diri di pemilu selama lima tahun setelah dirinya bebas.

Untuk bisa kembali ke panggung politik, Anwar, yang selama ini menjadi tokoh oposisi ternama Malaysia, membutuhkan pengampunan kerajaan (royal pardon) dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V. Kabar terakhir, Anwar disebut akan bebas pada Selasa (15/5) mendatang. Saat ini, dokumen-dokumen pengampunan raja dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V sedang diproses.

"Apa yang telah kami sepakati adalah kami akan mencari pengampunan penuh dari Raja. Proses ini punya sejumlah aturan dan kami akan berusaha secepat mungkin untuk membebaskannya dan pengampunan penuh untuknya," kata Mahathir dalam konferensi pers di Menara Yayasan Selangor, Petaling Jaya, Malaysia.

Mahathir mengatakan, setelah mendapatkan royal pardon, jabatan PM untuk Anwar akan ditentukan partai-partai di koalisi Pakatan Harapan. "Untuk jabatannya di masa yang akan datang, tentu akan ditentukan oleh partai," ucap Mahathir.

Pada pemilu kali ini, Anwar dan Mahathir berkoalisi untuk mengalahkan Najib Razak, yang merupakan incumbent. Sesuai kesepakatan di antara keduanya, Mahathir akan menyerahkan posisi PM Malaysia kepada Anwar setelah dua tahun menjabat.

Mahathir mengungkapkan kesepakatan itu saat diwawancarai surat kabar Jepang, The Mainichi, pada Februari lalu. Dalam wawancara itu, Mahathir mengakui sangat menyadari usianya yang sudah mendekati 100 tahun. "Saya tidak bisa bertahan sangat lama. Paling tidak, saya bisa bertahan selama dua tahun," ucap Mahathir dalam wawancara dengan The Mainichi.

Jalan Anwar menuju kursi PM Malaysia tidak singkat. Setidaknya Anwar harus menang dalam pemilu sela atau terpilih menjadi senator untuk bisa mengambil alih kursi yang kini diduduki Mahathir. Opsi lainnya datang dari istri Anwar, Wan Azizah Wan Ismail, yang menjadi anggota parlemen dan kini menjabat Wakil PM Malaysia.

Dalam wawancara dengan Channel News Asia awal tahun ini, Wan Azizah menyatakan akan mundur atau menyerahkan kursi parlemennya di daerah pemilihan Pandan kepada suaminya, yang berarti membuka jalan untuk pemilu sela. Sebagaimana diketahui, Anwar merupakan Ketua de facto Parti Keadilan Rakyat (PKR), yang saat ini dipimpin Wan Azizah.  (Detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Harga Cabai Melejit di Raya Simalungun, Rp 35 Ribu per Kg
Harga Kebutuhan Pokok Masih Stabil di Medan
Industri Keramik Waspadai Tambahan Impor dari India
Nilai Barang Milik Negara Melesat Jadi Rp5.728 Triliun
Kondisi Makro Ekonomi Terjaga Baik dalam 4 Tahun
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU