Home  / 
Pertama dalam 44 Tahun, Etnis China Jabat Menteri Keuangan Malaysia
Senin, 14 Mei 2018 | 17:52:30
SIB/ST PHOTO: KUA CHEE SIONG
PM Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) bersama Menkeu Lim Guan Eng menggelar konferensi pers di Sheraton Petaling Jaya Hotel, Kamis (10/5). Lim menjadi etnis China pertama dalam 44 tahun terakhir yang mengemban jabatan itu.
Kuala Lumpur (SIB) -Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menunjuk Lim Guan Eng sebagai menteri keuangan. Lim menjadi etnis China pertama dalam 44 tahun terakhir yang mengemban jabatan itu. Pernyataan pertamanya setelah mendapat amanat, dia meyakinkan warga Malaysia terkait lapangan pekerjaan dan peluang bisnis. "Fokus kami akan tetap membantu mereka yang merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan," kata Lim. Lim juga menjabat sebagai sekretaris jenderal dari Partai Aksi Demokrasi.

Namun, ketika ditanya mengenai perasaannya menjadi menteri keuangan pertama Malaysia dari etnis China sejak era Tan Siew Sin, dia memberikan jawaban mengejutkan. "Saya minta maaf, saya tidak mengganggap diri saya sebagai orang China," katanya. "Saya orang Malaysia," imbuhnya. 

Sebelum bergabung dengan politik pada 1986, Lim (57) merupakan seorang bankir dan akuntan. Selama menjadi menteri utama Penang pada 10 tahun terakhir, dia mengubah negara bagian itu menjadi pusat pariwisata dan industri. Menteri keuangan pertama Malaysia sejak merdeka pada 1957 pernah dijabat dua orang etnis China. Namun sejak 1974, jabatan itu dipegang oleh etnis Melayu.

Lim bakal menghadapi tugas sulit untuk membongkar pajak barang dan jasa, memperkenalkan kembali pajak penjualan dan jasa, serta menyeimbangkan utang fiskal negara. Selain itu, Mahathir juga menunjuk ketua Partai Amanah Negara, Mohamad Sabu, sebagai menteri pertahanan. Sementara, menteri dalam negeri dipercayakan kepada Tan Sri Muhyiddin Yassin, ketua partai Pribumi Bersatu. Ketiga pos kementerian tersebut dipandang sebagai jabatan terpenting dalam kabinet baru. Mahathir memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa pun menjadi tangan kanannya di kabinet.

Sebanyak 25 orang, termasuk 10 jabatan menteri, akan diangkat menjadi Kabinet dalam waktu dua hingga tiga pekan ke depan. "Kami sadar banyak faksi dan ras terlibat dan kami tidak ingin dilihat sebagai satu ras yang mengatur satu dengan lainnya," katanya.

Mahathir sebelumnya mencopot Jaksa Agung Mohamed Apandi Ali, yang pernah menyatakan mantan PM Najib Razak bersih dari skandal megakorupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Saat itu, Apandi Ali menyebut dana US$ 681 juta yang masuk ke rekening Najib, yang diduga dari 1MDB, merupakan donasi keluarga Kerajaan Arab Saudi. Disebutkan juga bahwa sebagian besar dana itu telah dikembalikan ke pihak pemberi.

"Kita telah memberlakukan pembatasan khusus pada sejumlah orang yang mungkin terlibat dalam pelanggaran atau mengambil keputusan yang salah," ucap Mahathir. "Jadi untuk saat ini, kita tidak memiliki seorang Jaksa Agung," tegasnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut. "Kita sedang mempertimbangkan nama-nama tapi kita harus mempelajari kelayakan kandidat-kandidatnya," imbuh Mahathir.

Mahathir juga berjanji untuk menempatkan perempuan dan anak-anak muda di formasi menteri kabinetnya. "Ya pasti, akan ada perempuan dan para pemuda di dalam kabinet," kata Mahathir. Meski baru mengumumkan 3 dari 10 menteri yang direncanakan sebelumnya, banyak warga Malaysia yang berharap pada menteri di pemerintahan baru ini. Hal tersebut pun membuat para menteri harus bisa memastikan ada reformasi dan pembersihan dari pelanggaran di masa lalu dalam kementerian yang dipimpin mereka. (Detikcom/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Harga Cabai Melejit di Raya Simalungun, Rp 35 Ribu per Kg
Harga Kebutuhan Pokok Masih Stabil di Medan
Industri Keramik Waspadai Tambahan Impor dari India
Nilai Barang Milik Negara Melesat Jadi Rp5.728 Triliun
Kondisi Makro Ekonomi Terjaga Baik dalam 4 Tahun
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU