Home  / 
Tokoh Agama India Pemerkosa Remaja 16 Tahun Dipenjara Seumur Hidup
Kamis, 26 April 2018 | 16:45:38
SIB/CNN
Asaram Bapu saat dikawal ke luar dari persidangan Jodhpur pada 2016. Tokoh agama India tersebut dinyatakan bersalah dalam sidang yang digelar, Rabu (25/4) di penjara Jodhpur, Rajashan dan divonis penjara seumur hidup.
New Delhi (SIB) -Seorang tokoh agama sekaligus guru spiritual yang memiliki jutaan pengikut di India divonis penjara seumur hidup atas pemerkosaan terhadap seorang remaja putri berumur 16 tahun. Tindakan bejat tersebut dilakukan dengan dalih mengusir roh jahat yang merasuki tubuh korban. Seperti dilansir AFP, Rabu (25/4), Asaram Bapu (77) dinyatakan bersalah atas dakwaan pemerkosaan dalam sidang yang digelar di penjara Jodhpur, Rajashan pada Rabu (25/4) waktu setempat. 

"Dia terbukti melanggar undang-undang perlindungan anak dan setidaknya akan dipenjara selama 10 tahun," kata kuasa hukum keluarga korban Ustav Bains.
Ratusan polisi mengawal jalannya persidangan yang berlangsung tertutup. Bapu diketahui memiliki banyak pengikut dan memimpin ratusan asrama di India dan luar negeri. Pria berjenggot putih ini dikenal selalu mendorong pengikutnya untuk menjalani kehidupan yang alim dan bebas dari gairah seksual.

Tindak pemerkosaan oleh Bapu diketahui terjadi di salah satu asrama di Kota Jodhpur tahun 2013 lalu. Korban yang kini berusia 21 tahun, menuding Bapu telah menyerangnya secara seksual dengan dalih mengusir roh jahat. Sejak ditahan tahun 2013, Bapu selalu menyangkal tudingan pemerkosaan. Dia malah menyebut kasus yang menjeratnya ini sebagai konspirasi politik dan menolak bekerja sama dengan penyelidikan kepolisian. 

Diungkapkan oleh pengacara korban, Ustav Bains, Bapu dinyatakan bersalah atas dakwaan pemerkosaan dan pelanggaran undang-undang perlindungan anak. Bains menerima kabar soal vonis bersalah dan hukuman penjara seumur hidup untuk Bapu dari koleganya yang menghadiri sidang. "Tidak ada ruang bagi pengadilan untuk membebaskan terdakwa. Korban bersikeras pada tuduhannya di tengah semua intimidasi. Ini kemenangan hebat dan semuanya berkat ketahanannya (korban)," sebut Bains. Dua dari empat terdakwa lainnya dalam kasus yang sama, juga dinyatakan bersalah. Dua pengikut lainnya yang juga didakwa yaitu Shiva dan Prakash dinyatakan tak bersalah dan dibebaskan dari semua dakwaan. 

Sementara itu, ayah korban menyatakan puas dengan keputusan pengadilan terhadap sang tokoh agama. "Saya bahagia karena mendapat keadilan. Kami amat meyakini pengadilan dan akhirnya kami memang mendapatkan keadilan," ujar ayah korban. Ayah korban menambahkan, selama beberapa bulan saat kasus ini disidangkan keluarganya tak berani keluar rumah karena terus mendapatkan teror dari pengikut Bapu. 

Kasus perkosaan ini terjadi lima tahun lalu ketika korban yang berasal dari Uttar Pradesh menuntut ilmu di kuil milik Bapu di Chhindwara, Madhya Pradesh. Korban mengklaim Bapu memanggilnya ke kediamannya di Manai, tak jauh dari Jodhpur dan memperkosanya di sana pada 15 Agustus 2013 malam. 

Asaram Bapu ditangkap di Indore dan dibawa ke Jodhpur pada 1 September 2013 dan sejak saat itu menjadi tahanan pengadilan. Kasus ini sempat memicu kemarahan publik karena ada keengganan dari otoritas setempat untuk membawa Bapu ke pengadilan. Sosok Bapu memiliki karisma besar yang mampu menarik perhatian banyak orang dalam setiap ceramahnya.
 
Meskipun citranya mulai luntur saat terjerat kasus, namun Bapu masih memiliki pengaruh besar bagi para pengikut setianya, yang sempat dikhawatirkan akan memicu kerusuhan jika dia dinyatakan bersalah. Para pengikut Bapu dituduh menyerang dan menekan orang-orang yang menuding guru mereka. Dua ajudan dekat Bapu yang memberi keterangan yang memberatkan dirinya, tewas dibunuh tahun 2014 dan 2015 lalu. Selain kasus ini, Bapu juga dijerat tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan dua muridnya. (AFP/Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
AJI: Rapor Indonesia Masih Merah untuk Kebebasan Pers
BEM Nusantara Dukung Bawaslu Sumut Larang Paslon Kampanye Terselubung di Rumah Ibadah
Lawan Hoax! Laporkan Jika ASN Langgar 6 Hal ini di Medsos
Wapres AS Posting Pertemuan dengan Pengurus NU, Bahas Lawan ‘Jihad’
Pergeseran Pola Kelompok Radikal Sebabkan Wanita Aktif dalam Aksi Terorisme
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU