Home  / 
Rusia Ancam Lakukan Serangan Balasan Jika AS Serang Suriah
Rabu, 14 Maret 2018 | 13:10:53
Moskow (SIB) -Militer Rusia mengancam akan melakukan serangan balasan jika Amerika Serikat menyerang militer Suriah. Ancaman ini menandai eskalasi tajam antara Rusia dan negara-negara Barat. Valery Gerasimov, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Federasi Rusia mengatakan, Rusia akan membalas jika AS melancarkan serangan terhadap Damaskus. "Jika nyawa para tentara kami terancam, Angkatan Bersenjata Federasi Rusia akan mengambil langkah-langkah pembalasan, baik terhadap rudal-rudal dan terhadap alat-alat peluncur yang digunakan," ujar Gerasimov seperti dikutip kantor berita Rusia, Ria Novosti dan Interfax dan dilansir Financial Times, Selasa (13/3).

Ancaman ini disampaikan setelah Washington meningkatkan upaya-upaya untuk adanya aksi internasional guna menghentikan serangan-serangan pasukan rezim Suriah di Ghouta Timur, kawasan di pinggiran Damaskus yang dikuasai pemberontak. Dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Duta Besar (Dubes) AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan, Amerika Serikat akan mengambil tindakan sepihak jika Dewan Keamanan PBB tidak bertindak soal Suriah, sama seperti yang dilakukan AS ketika melancarkan serangan rudal ke pangkalan udara rezim Suriah, tahun lalu menyusul laporan serangan kimia di negara tersebut. "Ini bukan jalan yang kami sukai, tapi ini jalan yang telah kami tunjukkan akan kami ambil, dan kami siap untuk melakukannya lagi ... Ketika komunitas internasional terus-menerus gagal bertindak, ada waktunya ketika negara-negara terpaksa mengambil tindakannya sendiri," ujar Haley di depan para diplomat PBB seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (14/3). Haley pun menegaskan bahwa resolusi gencatan senjata yang dikeluarkan DK PBB dua pekan lalu telah gagal.

Sebelumnya pada 24 Februari lalu, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi 2401 yang menyerukan pihak-pihak yang terlibat konflik Suriah agar menghentikan semua pertikaian dan melakukan jeda kemanusiaan untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan, serta evakuasi para korban yang terluka. Namun pasukan pemerintah Suriah yang didukung militer Rusia terus melancarkan serangan-serangan di Ghouta Timur, yang menurut rezim Suriah ditujukan untuk menargetkan para 'teroris'. Juga dilaporkan sejumlah serangan yang diduga menggunakan senjata kimia.

Sementara itu, Dubes Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengatakan bahwa sejumlah negara yang menuding pemerintah Suriah melakukan serangan senjata kimia, berupaya untuk menyiapkan landasan bagi pengerahan kekuatan terhadap kedaulatan Suriah. Ditegaskan Nebenzia, rezim Suriah "punya semua hak untuk menghilangkan ancaman bagi keselamatan warga negaranya." Dia pun menggambarkan bahwa Ghouta Timur di dekat Damaskus merupakan "sarang teroris."

Rezim Suriah telah membantah melakukan serangan kimia tersebut dan menuding para pemberontak sebagai pelakunya. Gerasimov pun menuding Washington dan pemberontak Suriah merencanakan 'provokasi' dengan senjata kimia, sehingga rezim Suriah akan disalahkan dan AS akan melancarkan aksi militer terhadap Suriah. "Sebagai langkah pembalasan, Washington merencanakan serangan rudal terhadap bagian-bagian Damaskus yang dikuasai pemerintah," cetusnya. (AFP/Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim SAR Temukan 2 Titik Objek di Kedalaman 490 Meter Danau Toba
Kabar Terbaru: Posisi KM Sinar Bangun Berhasil Diidentifikasi
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU