Home  / 
Ribuan Warga Filipina Protes RUU Legalkan Perceraian
Minggu, 25 Februari 2018 | 12:14:53
Manila (SIB) -Sekitar 2 ribu warga Katolik Filipina, Sabtu (24/2), menggelar aksi demo di Manila untuk memprotes upaya melegalisasi perceraian. Aksi demo yang digelar di sebuah taman tersebut diorganisir oleh kelompok-kelompok gereja Katolik yang khawatir akan kemungkinan diloloskannya Rancangan Undang-Undang (RUU) perceraian, yang tengah diperjuangkan oleh para sekutu Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Kongres. Dalam aksi itu, kelompok-kelompok gereja juga mengecam perang melawan narkoba yang diperintahkan Presiden Duterte.

Para pengikut Gereja Katolik di Filipina mencakup sekitar 80 persen penduduk negeri itu. Lobi-lobi Gereja Katolik yang berpengaruh telah menjadikan Filipina sebagai satu-satunya negara di dunia, selain Vatikan, di mana perceraian adalah ilegal. Aborsi dan pernikahan sesama jenis juga dilarang di negeri itu.

"Kristus Tuhan mengangkat pernikahan dengan martabat sebuah sakramen. Jangan biarkan Kongres membuang kemenangan ini dengan UU perceraian," demikian disampaikan komisi keuskupan Katolik Filipina dalam surat pastoral yang dibacakan di aksi demo tersebut. "Apa yang telah dipersatukan Tuhan, tak ada manusia, tak ada manusia yang harus berpisah. Tidak untuk perceraian," demikian disampaikan.

Adapun Duterte secara pribadi belum pernah mengungkapkan sikapnya atas RUU perceraian tersebut. Namun dia telah aktif menyerang Gereja Katolik sejak mulai menjabat pada pertengahan 2016 lalu, dengan menuduh para pastor melakukan kekerasan seks dan kemunafikan.

Uskup Broderick Pabillo, salah satu pemimpin aksi demo di Manila tersebut, mengatakan bahwa penolakan gereja atas perceraian dan kecamannya terhadap perang narkoba yang digaungkan Duterte, berasal dari sikap "pro-kehidupan" atas kedua isu tersebut.

"Semua itu melibatkan kehidupan: pengambilan nyawa, bahkan perceraian... Itu melibatkan keluarga yang merupakan pusat kehidupan," ujarnya. Pihak Gereja Katolik selama ini merupakan salah satu pengkritik paling keras Duterte, khususnya mengenai perang melawan narkoba yang telah menewaskan ribuan orang. (Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Korban Kebakaran di Pusat Kota Doloksanggul Sampaikan Terimakasih atas Sumbangan Para Relawan
BKS Perempuan GKPI Wilayah II Serahkan Bantun dan Bakti Sosial di Tomok dan Ambarita
DPRD Tobasa Tetapkan PAPBD Tobasa Tahun Anggaran 2018 dan 6 Perda
Diminta Ungkap Mafia Pupuk Subsidi di Nias Barat, Kapolres: Anggota Sudah Bergerak
Gebyar PAUD 2018 Tapanuli Utara Diwarnai Berbagai Lomba
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU