Home  / 
China Negara dengan Polusi Udara Paling Mematikan di Dunia
* Tanam Pohon di Pedalaman, China Tarik 60.000 Tentara Perbatasan
Kamis, 15 Februari 2018 | 18:01:48
SIB/AFP
Seorang turis memakai masker saat berwisata di Lapangan Tiananmen, Beijing. Peneliti spesialis obat pernafasan dari Imperial College London mengatakan, China merupakan negara dengan pencemaran udara paling mematikan di dunia.
Beijing (SIB) -Persoalan global yang terus menjadi perhatian adalah soal polusi udara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut 5,5 juta orang meninggal karena polusi udara setiap tahunnya. Dikutip dari The Independent, Rabu (14/2), peneliti spesialis obat pernafasan dari Imperial College London Profesor Kian Fan Chung mengatakan, China dan India merupakan dua negara paling berpolusi di dunia. "Daerah yang paling tercemar adalah di China dan India dan juga di beberapa belahan dunia lainnya," kata Chung.

Chung menyebut polusi udara di London melebihi batas normal yang ditetapkan Uni Eropa. Meski begitu, polusi di London tidaklah seberapa dibanding dengan kota besar di China dan India seperti Beijing dan New Delhi. Di antara China dan India, China merupakan negara dengan pencemaran udara paling mematikan di dunia. Sekitar 1,6 juta orang meninggal karena polusi ini di China setiap tahunnya.

Terkait hal ini, Pemerintah China telah berjanji untuk membuat langit mereka 'biru kembali'. Salah satunya dengan mengalihkan fokus ke energi baru terbarukan dibanding baja atau batu bara. Hal kontroversial yang disampaikan China terkait hal ini adalah niat mereka untuk membatasi populasi Beijing dan Shanghai. China ingin mereka melawan apa yang disebut 'penyakit kota besar'. Seperti diketahui, populasi Beijing akan mencapai 23 juta jiwa pada 2020 sedangkan Shanghai akan memiliki populasi 25 juta jiwa pada 2035.

Tarik 60.000 Tentara Perbatasan
Sementara itu, pemerintah China menugaskan 60.000 tentaranya untuk menanam pohon. Penanaman dilakukan dalam upaya memerangi polusi dan meningkatkan cakupan hutan di negara tersebut. Dikutip dari The Independent, Rabu (14/2), satu resimen besar dari Tentara Pembebasan Rakyat ditarik dari perbatasan untuk menangani tugas-tugas non-militer di pedalaman.

Asia Times melaporkan, mayoritas tentara akan dikirim ke Provinsi Hebei yang mengelilingi Beijing. Hebei dikenal sebagai wilayah yang kerap menjadi 'penghasil' asap yang menyelimuti Beijing. Aksi kali ini merupakan bagian dari rencana otoritas China menanam setidaknya 84.000 kilometer persegi sampai akhir tahun 2018. Luas tersebut kira-kira setara dengan luas negara Irlandia.

The China Daily Newspaper menyebutkan, tujuan penanaman ini untuk menaikkan persentase hutan China dari 21 menjadi 23 persen di 2030. Pada 2035 ditargetkan luas hutan menjadi 26 persen dari luas negara. "Perusahaan, organisasi-organisasi dan orang yang mengkhususkan diri dalam penghijauan dipersilakan bergabung dalam kampanye penghijauan besar-besaran di negara ini," kata Kepala Administrasi Kehutanan China Zhang Jianlong. (Independent/dtc/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
FKPD Gelar Aksi Penyalaan 1000 Lilin di Pelabuhan Simanindo
Polres Samosir Rekonstruksi Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Pelabuhan Simanindo
Dua Tahun Memimpin, Visi Misi Bupati Ingati Nazara Tercapai 55 %
Nikson Nababan Imbau Masyarakat Ciptakan Situasi Kondusif
Pemkot Gunungsitoli Bangun Tugu Durian
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU