Home  / 
Ayah dan Ibu Keluarga Turpin Bantah Merantai 13 Anaknya
Minggu, 21 Januari 2018 | 14:48:43
California (SIB)- David Turpin dan istrinya, Louise membantah merantai 13 anaknya di rumah mereka di California, Amerika Serikat. Keduanya ditangkap setelah salah seorang putrinya berhasil lari dari rumah dan polisi belakangan menemukan beberapa saudaranya dirantai ke tempat tidur dan menderita kekurangan gizi serius.

Pria berusia 56 tahun itu dan istrinya yang berusia 49 tahun hadir di pengadilan setelah jaksa menjelaskan rincian dakwaan tentang perlakuan kejam yang mengerikan yang mereka lakukan, dalam sebuah konferensi pers. Jaksa Mike Hestrin menjelaskan bahwa keduanya diduga menghukum anak-anaknya dengan mengikat mereka, pertama dengan menggunakan tali dan kemudian dirantai ke tempat tidur dengan kunci gembok.

Hukuman itu, tambahnya, bisa berlangsung selama beberapa pekan atau bahkan beberapa bulan, dan semakin ditingkatkan sejalan dengan waktu. Bukti-bukti tentang keadaan di sekeliling memperlihatkan anak-anak itu tidak dilepas dari rantai jika ingin buang air.

Putri remaja mereka yang melarikan diri, dan membuat polisi memeriksa rumah tempat penahanan anak-anak itu, sudah merencanakan untuk lari selama dua tahun belakangan, menurut Hestrin. Beberapa rincian dalam dakwaan kekerasan yang mengerikan yang diungkapkan jaksa antara lain:
Banyak kotak mainan yang belum dibuka ditemukan di dalam rumah namun anak-anak itu dilarang menggunakan mainan apapun. Jika mereka mencuci tangan sampai melewati bagian pergelangan maka akan dihukum karena dianggap 'main air.'

Ayah dan ibu keluarga Turpin hanya mengizinkan anaknya makan satu kali sehari namun orang tua mereka kadang membeli makanan, seperti kue labu, dan ditaruh di tempat yang bisa mereka lihat namun tidak bisa dimakan. Mereka tidak pernah ke dokter gigi dan tidak ke dokter selama empat tahun belakangan.

Anak yang berusia dua tahun memiliki berat badan normal namun anak-anak lainnya menderita kekurangan gizi serius. Berat anak yang berusia 12 tahun sama dengan rata-rata anak lain berusia tujuh tahun sedangkan yang berusia 29 tahun hanya 37 kg. Sejak dibebaskan Senin (13/1), anak-anak yang berusia dua hingga 29 tahun tersebut dirawat di rumah sakit.

Beberapa anak keluarga Turpin itu juga menderita gangguan kognitif dan neuropathy atau kerusakan syaraf sebagai akibat dari kekerasan fisik ekstrem yang berkepanjangan.

Tak banyak yang diketahui menyangkut pendidikan mereka, namun beberapa bisa membaca dan menulis. Ayah mereka mendaftarkan sebuah sekolah swasta di rumah mereka di California, yang disebut Sandcastle Day School. Polisi menyita ratusan catatan tempat anak-anak itu menulis dan sedang menyelidikinya secara seksama untuk bukti-bukti terkait pendidikan mereka.

Sebelum pindah ke California, keluarga Turpin tinggal di Texas. Pihak berwenang mengatakan ada saatnya orang tua keluarga Turpin tinggal di rumah yang berbeda dengan anak-anaknya dan mengirim makanan ke rumah tersebut dari waktu ke waktu. Jaksa Mike Hestrin mengatakan jika dinyatakan bersalah dalam dakwaan yang diajukan, maka keduanya terancam hukuman penjara maksimal selama 94 tahun.

Seluruh 13 anak keluarga Turpin itu ditemukan dalam keadaan kurus kerontang di rumah yang jorok dan bau. Polisi awalnya menduga semuanya adalah anak-anak namun belakangan baru menyadari ada yang sudah tergolong dewasa namun kekurangan gizi. Ketika polisi tiba di tempat itu, tiga anak sedang dirantai ke tempat tidur mereka. (BBCI/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polres Siantar Ringkus Dua Pria Diduga Terkait Perjudian
Tim Pegasus Polsek Pancurbatu Amankan Tersangka Pencuri
Polsek Patumbak Amankan Pedagang Bawa Sajam
BNN Gagalkan Peredaran 14,5 Kg Sabu dan 63.500 Butir Ekstasi
Miliki Narkotika, 2 Warga Hatonduhan Diringkus Polisi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU