Home  / 
Menlu Jepang Ingatkan Dunia Tidak Naif Tanggapi Korea Utara
* Trump Tuding Rusia Bantu Korut Hindari Sanksi Internasional
Jumat, 19 Januari 2018 | 15:56:17
SIB/thesun
Salah satu rudal balistik Korea Utara yang disiagakan di suatu area rahasia.
Vancouver (SIB) -Menteri Luar Negeri Jepang,Taro Kono, mengingatkan agar khalayak internasional "tidak naif" dalam menanggapi langkah Korea Utara yang sepakat berunding dengan Korea Selatan. Melalui perundingan tersebut, Korut sepakat mengirim delegasi saat Korsel menggelar Olimpade Musim Dingin di Pyeongchang, Februari mendatang. Namun, dalam pertemuan 20 negara di Vancouver, Kanada, Kono mengimbau agar komunitas internasional jangan lengah.

"Saya paham beberapa orang berargumen bahwa karena Korea Utara terlibat dalam dialog antar-Korea, kita harus mengganjar mereka dengan mencabut sanksi-sanksi atau menyediakan semacam bantuan," ujarnya. "Sejujurnya saya menilai pandangan ini terlalu naif. Saya meyakini Korea Utara ingin mengulur waktu untuk melanjutkan program rudal nuklir mereka," sambungnya.

Pada pertemuan itu, para perwakilan 20 negara sepakat untuk meningkatkan tekanan terhadap Pyongyang. Namun, mereka juga mengutarakan sokongan untuk diskusi antara Korut dan Korsel yang sedang berlangsung. Menlu Korsel, Kang Kyung-wha, mengutarakan keyakinannya bahwa beragam sanksi dan tekanan memainkan peranan dalam kesediaan Korut untuk berunding. "Jelas bahwa upaya bersama komunitas internasional mulai menunjukkan buahnya," kata Kang.

Pertemuan 20 negara itu digelar AS dan Kanada. Adapun China dan Rusia, dua sekutu utama Korut, tidak diundang. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, menegaskan pertemuan itu "tidak sah atau mewakili" karena pihak-pihak terkait Semenanjung Korea tidak ambil bagian.

Trump Tuding Rusia Bantu Korut
Sementara itu, presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding Rusia diam-diam membantu Korea Utara (Korut) menghindari sanksi-sanksi internasional. Trump juga menyebut Korut semakin dekat untuk menciptakan rudal yang mampu menjangkau wilayah AS. "Rusia sama sekali tidak membantu kita soal Korea Utara," ucap Trump dalam wawancara di Ruang Oval Gedung Putih dengan Reuters, Kamis (18/1). "Apa yang China lakukan untuk membantu kita, Rusia melemahkannya," imbuh Trump.

Trump memuji China atas upayanya membantu membatasi suplai minyak dan batu bara ke Korut. Dia menyebut, China telah melakukan banyak hal untuk membantu mengendalikan Korut. Baik China maupun Rusia sama-sama menyetujui rentetan sanksi terbaru dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk rezim Korut, tahun lalu. Belum ada komentar resmi dari otoritas Rusia terkait tudingan Trump ini. Trump menyalahkan penyelidikan dugaan intervensi Rusia dalam pilpres AS 2016, sebagai penghambat berkembangnya hubungan AS-Rusia. Diketahui bahwa semasa kampanye pilpres 2016, Trump menyerukan akan memperbaiki hubungan dengan Rusia dan menjalin hubungan baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Dia (Putin-red) bisa melakukan banyak hal," ucap Trump. "Tapi sayangnya kita tidak memiliki banyak hubungan dengan Rusia, dan dalam beberapa kasus dimungkinkan bahwa apa yang diambil oleh China, diberikan oleh Rusia. Jadi hasilnya tidak sebaik seharusnya," imbuhnya.

Wawancara dengan Reuters yang berlangsung selama 53 menit ini membahas banyak isu, termasuk soal kemampuan nuklir Korut hingga potensi dialog dengan pemimpin Korut Kim Jong-Un. Trump menyebut Korut terus berupaya memajukan kemampuan rudalnya untuk bisa menjangkau AS. "Mereka (Korut-red) belum mewujudkannya, tapi mereka semakin dekat. Dan mereka semakin dekat setiap hari," sebutnya.

Saat ditanya soal kemungkinan dialog dengan Kim Jong-Un, Trump mengaku terbuka namun dia mengaku ragu apakah dialog bisa bermanfaat. "Saya akan duduk bersama, tapi saya tidak yakin apakah duduk bersama akan menyelesaikan masalah," ucapnya. "Saya tidak yakin apakah perundingan akan mengarah pada sesuatu yang berarti. Mereka berunding selama 25 tahun dan mereka (Korut-red) memanfaatkan presiden-presiden kita, presiden kita terdahulu," imbuh Trump.

Trump enggan menjawab saat ditanya apakah sebelumnya pernah berkomunikasi dengan Kim Jong-Un. Beberapa waktu terakhir, keduanya saling melempar hinaan dan ancaman di depan publik. Trump hanya melontarkan harapannya agar konflik dengan Korut bisa diselesaikan 'secara damai, tapi sangat mungkin itu tidak terwujud'. (BBCI/Rtr/Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kapolsek Siantar Marihat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas
Masih Banyak Ormas yang Belum Terdaftar di Badan Kesbangpol Simalungun
Pembentukan Pansus Hak Angket Harus Disetujui 2/3 Jumlah Suara Anggota
Tembok Penahan Tanah Berbiaya Rp 2,9 M yang Ambruk di Parbalogan Diaudit BPK
Paslon Jimmy Sihombing Sambangi Warga Desa Belang Malum Dairi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU