Home  / 
Aktivis Demokrasi Hong Kong Kembali Dijebloskan ke Penjara
Jumat, 19 Januari 2018 | 15:55:54
Hong Kong (SIB) -Aktivis demokrasi Hong Kong, Joshua Wong, kembali dihukum penjara untuk kedua kalinya. Pria berusia 21 tahun itu dibui selama tiga bulan atas perannya dalam demonstrasi massal di Hong Kong pada 2014 yang dikenal dengan 'Gerakan Payung Kuning'.

Wong dan 19 orang pengunjuk rasa lainnya terbukti bersalah di mata hukum atas percobaan tindak kriminal karena menolak mematuhi perintah pengadilan untuk meninggalkan zona demonstrasi pada akhir November 2014. Padahal, pria berkacamata itu hanya berada di zona protes selama 90 menit.

"Keterlibatannya dalam menghalangi operasi pembersihan sangat dalam dan meluas. Dia memainkan peran utama pada hari itu. Melihat dari seluruh keterlibatannya, saya yakin hukuman yang tepat adalah pemenjaraan langsung," ujar Hakim Pengadilan Tinggi Hong Kong, Andrew Chan, mengutip dari Reuters, Rabu (17/1).

Aktivis lainnya, Raphael Wong, juga turut menjalani hukuman penjara. Sementara itu, belasan orang lain, termasuk mantan pemimpin kelompok pelajar Lester Shum, menerima hukuman bersyarat. "Terima kasih Yang Mulia atas keputusannya. Tekad kita untuk memenangkan hak pilih universal sejati tidak akan goyah," ujar Raphael Wong sebelum dikawal keluar ruang sidang. Pengacara Joshua dan Raphael menyatakan akan melakukan banding, tetapi menolak mengajukan pembebasan bersyarat.

Joshua Wong memilih untuk tidak melawan putusan tersebut demi semangat. Sebelum vonis hakim dijatuhkan, ia menutup matanya dan mengambil napas panjang. Joshua sebelumnya menjalani hukuman enam bulan penjara pada Agustus 2017 untuk tuntutan hukum lain. Akan tetapi, ia dibebaskan bersyarat oleh pengadilan.

Sebagaimana diberitakan, demonstrasi besar-besaran di Hong Kong berlangsung selama dua bulan pada 2014. Sebagian besar peserta yang merupakan pelajar dan anak muda, memilih berkemah di jalan-jalan utama. Mereka dengan berani mengabaikan perintah untuk membubarkan diri yang dikeluarkan pemerintah Hong Kong, polisi, dan China. Demonstrasi itu terkenal dengan sebutan payung kuning karena para pengunjuk rasa menggunakan benda tersebut untuk melindungi diri dari polisi. (okz/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Dua Bulan Berjuang, Bocah Penderita Gizi Buruk di Tanjungbalai Meninggal
Ketua Ardindo Suyono RW: Masyarakat Asahan Harus Bijak Menggunakan Medsos
Santuni Anak Yatim Warnai Reses Jainal Samosir di Simandulang
PLN Bantu Pembangunan Jalan Menuju Lokasi Wisata Air Terjun Simonang-monang
Akibat Dahsyatnya Erupsi Sinabung, Tanaman Rusak Petani Menjerit
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU