Home  / 
Arab Saudi Rekrut Imigran Ilegal Yaman untuk Memerangi Houthi
* 5 Ribu Anak Tewas atau Terluka dalam Perang Yaman
Kamis, 18 Januari 2018 | 16:35:30
SIB/Xinhua
Dua anak bersaudara berjalan melintasi puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara di Sanaa, Yaman. Perang di Yaman telah menewaskan atau melukai lebih dari 5 ribu anak-anak.
Riyadh (SIB) -Arab Saudi dikabarkan merekrut paksa warga sipil Yaman yang tinggal secara ilegal di negeri itu untuk memerangi pemberontak Houthi di perbatasan. Kabar ini disampaikan organisasi Pemantau HAM Euro-Mediterania, Selasa (16/1).

Organisasi yang berbasis di Geneva, Swiss itu mendapatkan informasi rekrutmen paksa tersebut dari warga Yaman yang diwawancarai. Warga Yaman menyebut, perekrutan itu merupakan bagian dari kampanya "Negara tanpa Kekerasan" yang diluncurkan pemerintah Arab Saudi. "Kami dipindahkan paksa ke kamp rekrutmen militer untuk bertempur di perbatasan membantu tentara Saudi," ujar sejumlah warga.

Pada 29 Maret 2017, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi meluncurkan kampanya "Negara tanpa Kekerasan". Program ini ditujukan para pelanggar hukum dan pendatang ilegal kesempatan tinggal di Saudi tanpa harus mendapat hukuman.

Sepanjang kampanye itu, pemerintah Saudi menahan 70.000 orang yang melanggar undang-undang tenaga kerja dan masa tinggal, termasuk para pelintas batas ilegal. Sementara itu, di perbatasan, pasukan Arab Saudi terus disibukkan menangkis seragan misil yang ditembakkan Houthi dari wilayah Yaman.

Pada Selasa, pasukan Saudi kembali menembak jatuh misil Houthi yang diarahkan ke  Jizan, wilayah selatan kerajaan itu. Kantor berita SPA, mengutip pernyataan juru bicara pasukan koalisi Kolonel Turki al-Maliki, mengabarkan misil itu mengarah ke kawasan permukiman warga sipil.

5 Ribu Anak Tewas
Perang di Yaman telah menewaskan atau melukai lebih dari 5 ribu anak-anak. Bahkan sekitar 400 ribu anak lainnya mengalami malnutrisi parah. Mengenaskan!
Demikian menurut laporan yang dirilis badan anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/1). Dalam laporan itu disebutkan, hampir 2 juta anak-anak Yaman telah putus sekolah, seperempat dari mereka sejak konflik meningkat ketika koalisi Arab Saudi melancarkan serangan-serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman pada Maret 2015 lalu. UNICEF menyatakan dalam laporannya, banyak anak-anak yang terluka akibat kekerasan selama bertahun-tahun, kemikisnan, penyakit, kehilangan tempat tinggal, kurang gizi dan kurangnya akses ke layanan dasar.

Disampaikan UNICEF, lebih dari 5 ribu anak-anak tewas atau terluka dalam kekerasan, yang sama dengan rata-rata lima anak per hari sejak Maret 2015. "Seluruh generasi anak-anak di Yaman tumbuh tanpa mengetahui apapun kecuali kekerasan," kata Meritxell Relano, perwakilan UNICEF di Yaman.

"Anak-anak di Yaman sedang mengalami konsekuensi menghancurkan dari sebuah perang yang tidak mereka buat," imbuhnya. "Malnutrisi dan penyakit merajalela seiring jatuhnya layanan dasar," tuturnya. "Mereka yang bertahan hidup mungkin akan membawa bekas luka-luka fisik dan psikologis akibat konflik seumur hidup mereka," imbuhnya.

UNICEF menyatakan, lebih dari 11 juta anak-anak -- atau hampir semua anak di Yaman -- saat ini membutuhkan bantuan kemanusiaan. UNICEF pun menyerukan dihentikannya pertumpahan darah dan adanya perlindungan anak-anak, serta akses berkelanjutan dan tanpa syarat untuk mengirimkan bantuan ke semua anak yang membutuhkan.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, perang di Yaman telah menewaskan 9.245 orang sejak Saudi dan sekutu-sekutu Arab-nya melancarkan serangan-serangan udara terhadap kelompok pemberontak Houthi. (Rtr/Kps.com/Detikcom/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kapolsek Siantar Marihat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas
Masih Banyak Ormas yang Belum Terdaftar di Badan Kesbangpol Simalungun
Pembentukan Pansus Hak Angket Harus Disetujui 2/3 Jumlah Suara Anggota
Tembok Penahan Tanah Berbiaya Rp 2,9 M yang Ambruk di Parbalogan Diaudit BPK
Paslon Jimmy Sihombing Sambangi Warga Desa Belang Malum Dairi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU